Sunday, December 17, 2006

BERMAIN SAMA PAPA ARTINYA ….


Seru. Menggairahkan. Beda deh!
Ya, begitulah asiknya main sama papa. Setiap kali ada saja sesuatu yang lucu dan bikin mama geleng-geleng kepala dan nggak habis-habis tersenyum.

Pernah suatu saat mama sibuk di dapur mempersiapkan makanan Kira & Ziya. Seperti biasa mereka main di kamar sama papa. Tadinya sih situasi seperti aman terkendali. Sayup-sayup mama bisa dengar suara para bidadari dan papa cekikikan, teriak-teriak riang dan nyanyi-nyanyi. Tapi lama-lama … lho ..jadi curiga. Pasalnya suara-suara itu tiba-tiba hilang dan suasana jadi sepi. Bobo? Nggak mungkin ah. Mereka tadi kelihatan belum ngantuk dan segar-bugar kok. Belum sempat mama ngintip eh.. papa udah manggil-manggil mama sambil menggendong dua bidadari ke arah dapur. “ Ma… lihat nih ma…hehehe!” Dari gaya nyengir papa, mama tahu pasti ada sesuatu deh… dan tuh kan,..benar! Jidat dan lengan atas Kira & Ziya udah penuh tato cantik hasil karya lipstik mama! Waduwwww…nemu di mana sih mereka?

Pernah juga nih, mama sedang menyiapkan perlengkapan mandi Kira & Ziya. Papa & dua bidadari tadinya sedang seru lari-larian di ruang tengah. Seperti kemarin-kemarin kalau suasana mulai sepi dan rada gimanaa gitu mama langsung curiga deh hihihi. Bener aja, eng..eing..eng..! papa tahu-tahu masuk kamar menggendong Kira & Ziya yang basah kuyup habis nyemplung di ember belakang dan sesekali menggigil sambil ketawa-ketiwi! Ya ampuun.. bisa ditebak dong..hari-hari berikutnya setiap pintu ke arah ruang cuci belakang terbuka sedikiitt aja, Kira & Ziya bakal lari nyelonong menuju ember besar ‘mak apsoh’ (beliau ini yang membantu kami nyuci setiap pagi) dan menunjuk-nunjuk heboh ke arah keran air.

Kalau mau diceritain sih nggak habis-habis deh soal serunya main sama papa. Medianya bisa apa saja. Mulai dari diapers dan celana dalem Kira & Ziya yang dijadikan topi-topian, manset tangan mama yang dijadikan stocking kaki, kaus kaki yang dijadikan sarung tangan, main temple-tempelan sticker di jidat, bantal kursi, guling, bola, remote TV sampai kacamata bisa dijadikan permainan seru petak umpet sama papa. Belum lagi naik turun tangga, manjat-manjat bangku dan tempat tidur, main becak-becakan dengan box pakaian atau keranjang cucian (yang satu ini pernah dengan mengeluarkan semua baju bersih dari dalam box! Waaaa mama nggak bisa marah soalnya mereka bertiga paling bisa merayu dan pasang senyum paling manis sampai mama nggak jadi melotot), menangkap tetes air hujan yang jatuh dari atap teras depan, main dengan surat kabar sampai wajah dan tangan hitam belepotan tinta, dan masih banyak lagi.

Gimana dengan main sama mama? Ya, beda memang kalau dibandingkan dengan main sama mama (juga sama oma, opa atau eyang) yang lebih banyak berada di zona aman-aman aja. Bukan karena mama nggak mau ambil resiko dan bikin hari-hari para bidadari lebih menarik dan menggairahkan, juga bukan berarti sama sekali nggak pernah main sesuatu yang seru lho (sesekali ada juga kok yang bikin adrenalin terpacu, tapi nggak sesering seperti saat mereka main sama papa), mama hanya khawatir nggak kepegang mengawasi Kira & Ziya yang udah lincah banget. Kebayang kan, kalau tiap hari bermain di zona aman aja udah bisa bikin mama nggak perlu erobik dan fitness karena udah seharian keringetan lari sana-sini mengejar Kira & Ziya, apalagi kalau mereka diajak main sesuatu yang bikin mereka nggak mau berhenti bermain..huwaaaa…! Jadilah bermain yang seru-seru dan berpetualang dengan sedikit resiko hanya dilakukan kalau papa di rumah, sebab kami jadi bisa mengawasinya bahu-membahu berdua. Kalau pas mama lagi sendiri atau hanya berdua dengan eyang atau oma? Hmmm… nggak deh...bisa teller tujuh keliling dan butuh dukun pijat malemnya hahaha! ;-) (eh, tahu nggak sih,… sebenarnya kepintaran mereka yang luarrrrr biasa seperti manjat box, manjat tempat tidur, dsb, biasanya terjadi pertamakali justru lebih sering ketika papa lagi nggak di rumah lho! deg-degan nggak seeehh…?)

Jadi kalau dipikir-pikir.. main sama mama bukan berarti nggak bisa main sesuatu yang menyenangkan dan seru. Main sama mama artinya Kira & Ziya juga belajar sesuatu yang baru. Mama sering mengajak Kira & Ziya baca buku cerita sambil berimajinasi.Lucu deh lihat mata para bidadari itu kalau sedang berkedip-kedip lebar seperti mengerti dan ingin bercerita banyak tentang dunia kecil mereka (sampai detik ini mama masih belajar menerjemahkan bahasa ajaib Kira & Ziya setiap kali mereka ngoceh…). Main sama mama Kira & Ziya belajar menirukan suara binatang, menyanyikan lagu-lagu baru dan menari (karena mama suka menyanyi, hampir setiap saat melakukan aktifitas mama pasti mengajak Kira & Ziya bersenandung kecil: ketika mandi, gosok gigi, mau makan, bahkan ketika mau pipis ke kamar mandi..), main lipat-lipat baju, belanja sayur,masak-memasak, beresin tempat tidur dan kamar, main di pekarangan sambil mengenal aneka-ragam tumbuhan kesayangan eyang, mengamati burung, ayam, kupu-kupu, main dengan teman-teman sebaya di sekitar rumah, dan sebagainya. Tuh kan,…sama asiknya kan,..Intinya sih, selama dilakukan dengan gembira pasti main sama mama maupun papa akan fun dan asik-asik aja.. malah jadi lengkap rasanya…main sama papa dan mama artinya belajar banyak hal..pokoknya,..siip!

Ah..Kira & Ziya tercinta, melihat butir-butir keringat menetes dari kening kalian setelah berlarian, mendengar teriakan-teriakan senang, tawa riang, ranum pipi dan cahaya di kedua bola mata kalian, adalah energi yang selalu membuat mama & papa bersyukur dan ingin tersenyum setiap hari, ‘Nak! Alhamdulillah..

Tuesday, December 12, 2006


KALAU KIRA & ZIYA LAGI MOGOK MAKAN…



Biasanya mama jadi lebih kreatif memasak. Tadinya mama sempat cemas Kira & Ziya kekurangan nutrisi karena pernah nggak mau makan sama sekali sebelum Lebaran kemarin, tapi berhubung saat itu usia Kira & Ziya baru sekitar 11 bulan dan mama pernah baca bahwa usia di bawah 1 th asupan nutrisi mereka yang utama masih ASI, mama jadi sedikit lega dan nggak panik. Mungkin saat itu gigi Kira & Ziya sedang tumbuh, bahkan menelan minum pun mereka males. Bukan itu saja, sempat tiap kali menyusu, gigit-gigit terus seperti main-main, mama kadang meringis, tapi berhubung mama udah bertekad bulat menyusui Kira & Ziya insyaallah hingga 2 th, semua rasa sakit diabaikan deh..berusaha menikmati momen yang mungkin belum tentu semua ibu bisa merasakannya kan.

Hmmm… balik lagi soal mogok makan, kebayang nggak,.. dua bidadari kembar mogok.. hehehe. Mama bisa tiba-tiba jadi pelari ulung ngejar mereka sampai sudut-sudut rumah karena Kira & Ziya menghindari suapan. Mama jadi berpikir, kalau mama jadi Kira & Ziya yang giginya lagi tumbuh, pasti makan juga terasa nggak enak. Pinginnya sesuatu yang berbeda, yang bikin ngunyah nyaman, yang sedap-sedap dan menggugah selera. Mungkin aja selain itu Kira & Ziya bosan dengan bubur nasi.

Nah, sekarang, setelah Kira & Ziya berusia 1 th, mama menemukan salah satu kiatnya yaitu membuat variasi makanan. Kalau selama ini kita kadang perlu libur untuk ganti suasana dan bikin hidup lebih segar lagi,..maka makanan rutin pun mungkin perlu libur sesekali untuk bikin lidah kangen lagi ... Jadi kalau tadinya mama super disiplin soal makanan harus begini dan begitu, sekarang mama belajar bahwa kadang nggak harus begini dan begitu. Jadilah kalau Kira & Ziya mogok makan mama membuat sesuatu yang spesial. Kadang untuk sarapan mama buat kentang schotel ala mama (soalnya isi, takaran dan proses membuatnya suka-suka mama hehehe). Kadang sarapan pagi nasi lalu makan siangnya macaroni schotel. Pernah juga mama buat perkedel jagung kukus. Semua tentu saja dengan mencemplungkan sayur-mayur sebagai sumber vitamin pelengkap karbohidratnya. Kadang brokoli, kadang bunga kol, kadang bayam, kadang terung, kadang wortel, kadang kacang kapri, apa aja yang ada di kulkas, bisa disulap mama. Asupan proteinnya kadang daging cincang yang udah dikukus/direbus terlebih dahulu, kadang suir-suir ayam, kadang hati ayam, kadang ikan dan kadang telur.

Untuk camilan, salah satunya mama dapat resep orisinil dari Oma waktu kemarin nginep di rumah. Saat itu Oma kasihan kali lihat mama sebentar-sebentar konsentrasi penuh bongkar-bongkar potongan resep dari tabloid yang biasa mama kumpulkan, sebentar-sebentar buka internet untuk lihat-lihat kumpulan resep koleksi mama, sebentar-sebentar bengong mikir “.. hari ini bikin apa ya biar Kira & Ziya seneng makan…”. Resep Oma lalu mama utak-atik dan variasikan sesuai isi kulkas, jadilah salah satunya Puding Roti Pisang-Apel Kukus.


Sesekali mama tambahkan potongan kurma untuk toppingnya, sesekali keju, sesekali meses coklat. Hasilnya? Dalam kondisi hangat, masing-masing bisa menghabiskan 2 cup kecil sendirian. Dan kalau berlebih mama simpan di kulkas untuk dimakan besok dalam keadaan dingin..hmmmm syedaaaappp…

Begitulah, kalau pagi makan nasi lengkap dengan lauk-pauk & sayuran, siang kentang atau macaroni, camilannya kalau nggak buah segar ya puding buah, sorenya Kira & Ziya akan lahap makan nasi lengkap lagi,..mungkin mereka jadi kangen juga sama nasi hehehehe.. Seperti kemarin siang mama bikin macaroni schotel lagi. Kira & Ziya langsung habis 5 cup plus macaroni jatah papa yang ludes dilahap juga. Lihat deh fotonya ketika mereka lagi cemong-cemong hehehe. Mama seharian jadi pingin senyum terus kalau bidadari-bidadari mama makan dengan lahap. Jadi punya energi dan semangat untuk belajar dan belajar mencari ide kreatif membuat makanan & camilan yang sehat buat para bidadari manis tercinta. Alhamdulillah…