Thursday, October 11, 2007

KUNJUNGAN OMA LIN


Sebelum Ramadhan Oma Lin datang berkunjung dan menginap semalam. Kedatangan Oma Lin ke KL sebetulnya untuk menemani Tante Yunzi dan Om Dista sementara waktu. Nah berhubung weekend itu Tante Yunzi dan Om Dista berencana menonton konser musik di Singapore berdua, maka Oma Lin menginap di rumah kita. Asiiikkk ... Oma Lin ini salah satu adik Oma Kira-Ziya yang paling jago masak. Nah, mama jadi punya kesempatan belajar banyak nih,..


Bener juga kan,.. tuh lihat,.. mama dan Oma Lin bikin apa hari itu.... nasi uduk (nggak sempat difoto udah habis duluan euy..., sup bola-bola tahu-wortel, buncis rebus disiram cabe ulek+minyak panas, kering tempe+telur dadar dan semur ayam kering.
Om Dista sampai merem melek pas besoknya dateng dan ikut makan tuh,...nyam nyam nyammm...
Sayang Oma Lin nggak jadi nginep lama euy,... soalnya Tante Yunzi dan Om Dista nggak jadi berangkat karena suatu hal, akhirnya Oma dijemput lagi besoknya deh,..hmmmm kapan-kapan Oma kudu nginep lebih lama nih biar mama lebih banyak lagi belajar menu-menu masakan yang berbeda.

Eh, hidung tante Yunzi habis diapain ya,..lho,.. tahi lalat-nya kok hilang? Kira-Ziya berkali-kali tanya sama mama "Tante Yunzi kenapa hidungnya diplestel (diplester) 'Ma?".











Kira-Ziya seneng banget bisa menggambar sama Om Dista, kertasnya sempat lama disimpan dan tiap kali mama tanya itu gambar siapa, mereka kompak bilang, "..gambar om Didi!" (Wah,..Om Dista punya panggilan sayang tuh..." Om Didi" hehehe)










Meskipun pernah bertemu Oma Lin ketika masih sangat kecil dulu, ternyata Kira & Ziya nggak juga terlalu lama malu-malu ketika ketemu lagi kemarin itu. Coba lihat deh gimana Kira& Ziya penasaran melihat Oma Lin berdandan..hehehehe,.. anak mama udah gede euy....
Kemarin sebelum pergi jalan-jalan sama papa, Ziya tahu-tahu menarik-narik tangan mama sambil menunjuk-nunjuk lemari, " Ma... ayo ma,..pake mekap (make up) dong 'Ma..!". Huwaaaa......







Wednesday, October 10, 2007

BALON
Di sekolah, sudut favorit Ziya adalah bermain-main dalam rak buku. Saat teman-temannya berkonsentrasi melakukan aktifitas, Ziya sering tahu-tahu lari ke sudut favoritnya dan mengambil beberapa buku sambil minta mama membacakannya. " Ma.. baca, 'Ma,..bacain ini...!"

Seperti sebelumnya, cikgu suatu ketika mengajak anak-anak bermain kartu menebak bentuk-bentuk dasar. Begitu sampai pada bentuk hati, cikgu bertanya, " Can you tell me what is this, Ziya?". Ziya berpikir sebentar kemudian sambil senyum malu-malu namun yakin berteriak, " Itu BAAAALOOONNN....!".


Haa,..kok balon ya...? Ooo...mama ingat! Kira-Ziya memang pernah punya balon bergambar pooh dengan bantuk hati seperti itu! Oalaaaa...hehehehe,....pinterrrr...Cikgu lagi-lagi hanya bisa mengangguk-angguk ketika mama jelaskan alasan jawaban Ziya tadi dan memaklumi bahwa Ziya punya imajinasi tersendiri soal ini.









KECAP



Suatu hari di sekolah, cikgu (teacher) mengajak anak-anak di kelas bermain dengan kartu bergambar. Bentuk-bentuk yang diperlihatkan adalah bentuk dasar dan umum.
Ketika diperlihatkan sebuah gambar dan cikgu bertanya,

" What is this, class? ", kelas menjadi senyap karena tidak ada yang bereaksi. Tapi tiba-tiba dari samping mama Kira berdiri sambil loncat dan berteriak lantang, " KEEECAAAPPPP!!!! ". Kontan saja cikgu dan semua yang ada di kelas tersenyum sementara mama buru-buru membisikkan ke telingan Kira, " ..betul sayang, itu seperti kecap di lemari dapur mama ya, pinter....tapi yang ditanya teacher adalah 'botol'-nya, 'Nak....". Kira mengerut-ngerutkan keningnya mencerna bisikan mama sementara cikgu menggoda Kira sambil bilang, " Kira nak makan pakai kicap ya..?Lapar ke Kira hehehe? "...

Hari-hari berikutnya tetap saja gambar itu disebut Kira 'kecap', mungkin memang sesuai dengan imajinasi yang paling jelas lekat di kepalanya. Baru beberapa hari yang lalu akhirnya Kira bilang itu adalah gambar 'botol'.. hehehehe....

HIDANGAN SAHUR



Kemarin ini lihat jantung pisang seger banget di supermarket dekat rumah, jadi penasaran, akhirnya pas sahur, mama masak lodeh jantung pisang plus udang, plus cabe rawit (chilli padi) bulet-bulet. Eh,.. kira-ziya suka rupanya,..pagi-pagi makannya banyak deh hehehe... asiiiikkk...













Mama seneng banget sama tomyam. Awalnya nyoba di salah satu restoran di Jakarta, pingin tahu namanya apa,..ternyata tomyam. Sejak itu jadi pingin bisa bikin tomyam. Nah, di Malaysia sini hampir di banyak tempat biasanya ada tomyam, tapi mama belum pernah coba satu pun,..belum sempat dan belum dapat rekomendasi nih,..(ada yang mau kasih rekomendasi di mana tomyam yang ok?). Padahal tomyam ini kan makanan khas Thailand yang rasanya asam dan pedas ya, tapi nggak tahu kenapa di sini banyak di jual di mana-mana...


Jadi begitulah,..kemarin ini mama buat tomyam dengan bumbu seadanya. Karena minyak ikan nggak ada jadi mama nggak pake bahan itu. Semua daun-daunan mama iris tipis dan dimasukkan segar-segar ketika hendak dihidangkan (daun ketumbar, serai, daun jeruk) plus rawit bulat-bulat. Terakhir sebelum mendidih diberi tomyam paste yang kebetulan pernah beli di supermarket. Nggak ada ikan di kulkas, tapi ada ikan goreng tenggiri-nya kira-ziya yang sudah digoreng dan belum sempat dimakan, jadi mama sulap ke dalam tomyam. Jadilah tomyam udang+tenggiri+bakso ikan yang mama buat sendiri beberapa waktu lalu (nggak ada jamur ya ganti bakso aja tetep sedap hehehe). Rasanya lumayan ngelepas kangenlaaaahhh...










Ini gaya papa nyuapin kira-ziya pas sahur. Selama Ramadhan ini kira-ziya terbiasa bangun sendiri ditengah-tengah waktu mama-papa sahur, terus ikut makan beberapa suap atau sekedar mengudap lauk dan sayur dari piring mama-papa. Sebelum subuh biasanya kira-ziya baca-baca buku sama papa sampai ketiduran lagi bertiga sementara mama beres-beres bentar di dapur hehehehe...lucunaaa...









Berikut ini garang asem ayam (biasalah ..nggak ada daun ya pakai alumunium foil aja, nggak ada belimbing wuluh ya pakai tomat aja...dibawa simpel bin santai 'jeng...). Lalu besok-besoknya mama iseng bikin mie kocok+toge+tahu goreng dengan rebusan ayam fillet+bakso ikan yang udah dibuat dari tenggiri+udang+tepung ubi(kuahnya dari kaldu rebusan ayam). Kemudian berikutnya mama bikin mie yang setelah direbus lantas digoreng garing, diatasnya diberi capcai, jadi makannya kriuk-kriuk gurih,..hihihi bisa-bisanya aja deh pokoknya memasak itu kudu sip dan fun !










Pernah mama bingun gmau buat apa nih,.. belum bikin sayur tapi waktu udah sempit. Karena di kulkas mama punya stock bumbu pecel dan tahu-kol-jagung pretel, ya mama sulap jadi apa ya,..rujak tahu versi mama deh,.. kencurnya ditambah dikit plus asam jawa dan cabe rawitnya biar lebih sip. jadi mama goreng tahu, bikin perkedel jagung, iris tipis-tipis kol, siram semuanya dengan bumbu pecel dan bawang goreng. Simpel kan... Selanjutnya sampadeh tempe + buncis dan empal tumis kecap.









Nah, mama memang mulai melibatkan kira-ziya untuk menyiapkan masakan, kira-ziya sepertinya sih tertarik dan senang ikut repot di dapur.. ini foto-foto ziya-kira membantu mama menumbuk bread crumb (tepung roti) yang mama buat sendiri dari roti tawar di gongsen sampai kering, berikutnya ziya-kira membantu mama menggulung lumpia dan menghitungnya dan yang terakhi foto ziya-kira membantu mama menyiapkan kopi papa di lantai dapur ketika sahur hehehe...










Yang ini salah satu menu buat kira-ziya, sup sawi hijau+udang+bakso ikan buatan mama dan sayur brokoli+wortel+buncis+udang kupas yang dibalut tepung tempura.












Tuesday, October 09, 2007













KEMARIN KAU MENEMUKAN UBAN DI RAMBUT IBU:kira-ziya





Belum lagi separuh jalan selesai menerjemah tangis, tawa dan segala tentangmu, kemarin kau sudah menemukan uban di rambut ibu! o, betapa nyaris ibu lupa membisikkanmu tentang sesuatu yang mengintip dan pelan-pelan akan berkurang tanpa memberi tahu : waktu


Dalam melangkah, nak, jangan lengah. waktu adalah pencuri ulung sejati. tak pernah luput menepati janji untuk pergi tak kembali. maka buatlah setiap detik berarti. hingga tak jadi engkau orang yang merugi jika datang sesal kemudian hari.


Dalam berjuang, nak, jangan setengah hati. Dunia mungkin tak pasti. Namun niat dan semangat tak boleh mati. berjalanlah benar, lurus dan hati-hati. pakai naluri, sebab akan banyak simpang di depanmu nanti. maka cukupkan bekal raga juga hati. agar siap kau selalu untuk sewaktu-waktu jatuh lalu berdiri kembali.


duhai, 'nak, belum lagi genap ibu lirihkan doa dan pesan-pesan ke telinga dan jiwamu, kemarin kau sudah menemukan uban di rambut ibu tak cuma satu! o, setiap batangnya seperti tak henti bertanya: sampaikah ibu kelak dampingimu hingga tuju?


indah ip KL, 27 sept07, 10.48 pm






HIDANGAN BERBUKA, EUY!



Bukannya mau menggoda iman nih hehehehe,... ini dia sebagian hasil olahan mama untuk berbuka puasa. Terus terang sih baru ramadhan ini mama belajar trial n error langsung untuk bikin camilan-gorengan kesukaan papa kita tercinta, 'nak. Sejujurnya sih, camilan favorit mama dan papa berbeda, kalau mama lebih suka makanan "agak berat" dan mengenyangkan seperti pempek, tekwan, lupis, bubur sumsum, kacang ijo, dan yang manis-manis, sementara papa lebih suka camilan gurih-asin-kremus-kremus/kriuk-kriuk seperti lumpia goreng, sosis solo, arem-arem, risoles, somay dan sebagainya.



nah,... eng ing enggggg.....slllruuuppppppp!
Dari kiri ke kanan: Somay(somay, tahu, telur, kol), arem-arem (berhubung nggak nemu daun pisang maka mama bikin pakai alumunium foil aja deh hehehe isinya ayam-wortel-kentang tumis, luarnya dilapis dadaran, konon istilahnya arem-arem keraton) dan martabak.







Nah, yang berikut ini: kroket susu (isi wortel-ayam cincang), lumpia isi udang-ayam cincang-jahe cincang-caun ketumbar cincang (makannya dengan saus asam manis), sosis solo isi udang-ayam cincang (berhubung waktu itu belum nemu daging cincang jadilah mama iseng aja bungkus dengan kulit lumpia yang udah sempat mama buat),








Buat kira-ziya mama buatkan pisang coklat bungkus kulit lumpia, pisang keju, dan ubi jalar goreng isi coklat-keju










Di bawah ini maccaroni schotel isi ayam cincang, roti goreng(sebenernya ini donat gagal ngembang hehehe ya sudah mama sulap jadi roti goreng isi keju, coklat, abon dan ayam cincang) dan puding roti susu kukus (dari potongan kulit roti kira-ziya)









Nah, ini dia sosis solo yang biasa dibuat eyang di cirendeu (isinya daging cincang di tumis dengan daun bawang). Eyang memang paling expert deh bikin camilan goreng-goreng plus arem-arem kesukaan papa.









Hmmm... lumpia bengkuang(sebenernya ngabisin isi risoles di kulkas, mama campur cincang bengkuang aja) dan es buah mama (pepaya, nenas, bengkuang).
Nah ini nasi lemak (ciiieeeeee kan udah di KL,..ya kudu belajar masakan khas Malaysia dong,...hehehehe), selain lengkap dengan sambel, ikan bilis goreng (teri goreng), kacang goreng, ayam goreng, telur rebus, mama lengkapi dengan sayuran rebus plus urap... biasalaaahh....mama kan memang sengaja mengusahakan menu kita selalu ada sayur biar kira-ziya terbiasa...
Berikutnya martabak dan tahu isi toge-sayur2an-telur orak-arik, risoles isi telur rebus-ayam cincang bawang bombay-sedikit taburan keju-mayonais dan sandwich ala mama isi ayam fillet dan selada-tomat



Kenapa semua gorengan dan kukusan ya... soalnya mama belum punya oven!hehehe...jadi nggak ada yang dipanggang...
Resepnya? seperti biasa, kalau mama bikin makanan, selalu resepnya adalah apa yang ada di kulkas. Apalagi di KL sini nggak ada gerobak sayur yang bisa lewat 2 kali sehari, pasar dato' keramat juga kudu dicapai dengan LRT dan rasanya nggak memungkinkan ke sana kalau meninggalkan kira-ziya. So, hampir tiap pulang kantor, papa pasti dititipi belanjaan mama... berhubunga belanjanya di supermarket, ya nggak semua yang ada di pasar tradisional tersedia. Jadilah mama tertantang untuk kreatif mengolah apa saja yang bisa diolah. So, original resepnya mah udah diubek-ubek alias divariasikan sesuai kondisi kulkas hihihihihi,...takarannya ya cemplang-cemplung sesuai feeling. Rasanya? hmmmmm.. coba tanya papa yaa... gimana pa? Kapok nggak nyicipin masakan mama? hihihi makasih untuk selalu tersenyum dan bilang " enaaaakkkkk 'maaa.....!" tiap kali berbuka dan menikmati hidangannya ya... cihuy! Enak? iya dong,.. kan dimasak dengan penuh cinta hanya buat papa ! Ciiieeeeeeee.......
Mau lihat gaya papa-kira-ziya sedang baerbuka sambil duduk santai di lantai dapur mama? hehehe...














Monday, October 08, 2007

TERIMA KASIH, MAMA...




Nah, ada satu lagi hikmah Ramadhan atas kejadian kemarin ini nih,.. sekarang Kira & Ziya jadi terbiasa mengucapkan "telima kasih, mama..". Pertama kali mendengarnya di bulan penuh berkah ini, hati mama terasa sejuuuk sekali deh. Duh, lagi-lagi mama nggak bisa menahan air mata haru untuk nggak tumpah, nak... sungguh kemajuan yang pesat dari kalian deh!
Setelah ngobrol sama papa, rupanya ini satu lagi hal yang papa sampaikan kepada Kira & Ziya waktu itu. Isinya sih simpel, papa bilang bahwa mama udah memasak dan menyiapkan makanan buat anak-anaknya, kenapa kok dibuang dan tidak dimakan,.. mama udah membereskan rumah, kenapa kira & ziya menumpahkan bumbu-bumbu dapur mama di lantai sampai bersekaran ke mana-mana...kasihan mama jadi harus membersihkan dan membereskannya lagi,.. pasti mama capek dan sedih sekali,.. gitu kira-kira intinya. Ketika papa sampaikan kalau kira & ziya sebaiknya minta maaf sama mama dan mengucapkan terima kasih karena udah dibuatkan makanan dan sebagainya, hal ini direspon oleh anak-anak dengan mempraktekkannya setiap ada kesempatan..Wow! You are a great father and a wonderful husband, dear..Terimakasih sudah menyampaikan nasihat dan mengajarkan bidadari-bidadari kita untuk belajar berempati ya, papa sayang!


Begitulah, hari-hari mama sekarang jadi penuh kata " terima kasih". Alhamdulillah...

" Telima kasih, mama... sudah buatkan lumpia buat kila dan ziya...tadi mama yang buat ya? "
" Telima kasih, mama...sudah masakin udang dan sayul buat kila dan ziya...mama nggak sedih lagi ya? anak-anaknya pintel ya, ma? maemnya ndak buang-buang lagiii..."
" Telima kasih, mama...udah kupasin jeluk banyak buat kila dan ziya, udah buangin bijinyaaa..."
" Telima kasih, mama... udah kasih cucu kila dan ziya...mama puasa ya? mama udah sahul? "
" Telima kasih, mama... udah kasih kecap buat kila dan ziya,... mama udah selesai masaknya? udah ndak di dapul lagi?mama mau suapin kila dan ziya ya? "
" Telima kasih, mama... udah gambalin ikan paus buat kila dan ziya, udah beliin pinsil walna, ini udah dibayal ya? ini udah punya kila dan ziya ya?"


Bukan hanya ucapannya saja yang bikin mama seneng, tapi selalu juga diiringi dengan peluk dan cium hangat kira-ziya (sepertinya sekarang jadi andalan kalau mama kelihatan mulai melotot karena ada yang tumpah, berserakan dan sebagainya, langsung deh kira-ziya meluncurkan jurus mesranya, cium dan peluk mama sambil bilang terima kasih...hehehe ).


Terima kasih papa dan bidadari-bidadari mama,...I love you so much!




Sunday, October 07, 2007

BELAJAR MINTA MAAF DAN MEMAAFKAN




Awal Ramadhan ini kira & ziya tercinta ngetes kesabaran mama nih hehehe. Memasuki hari pertama, mulai dari rumah yang nggak pernah lepas dari ceceran makanan sehingga semut tiap sebentar ngintip, lembar-lembar koran dan sobekan brosur/buku,graffiti di mana-mana termasuk dinding-seprai-baju-sofa, hamburan kacang tanah dan bumbu-bumbu dapur mama, tebaran karet gelang di lantai,dan sebagainya, mau-nggak mau bikin mama jadi cemberut juga euy,... pasalnya, kejadian-kejadian itu bukan hanya sekali atau baru sekali terjadi, tapi berulang-ulang dan dilakukan setelah sebelumnya sudah pernah mama tegur / ingatkan, dan kira-ziya pernah berjanji tidak mengulanginya lagi.


Karena udah nggak tau harus gimana menghadapinya, mama pikir lebih baik menyibukkan diri di dapur aja deh. Meredam sedih mama dengan diam aja dan cuek. Jadilah kira & ziya bingung karena mama nggak merespon ketika mereka nyengir dan cekikikan setelah bikin mama cemberut. Duh,...gemesssnyaaa.... Setelah papa pulang kantor, perhatian kira & ziya seperti biasa jadi teralihkan ke kamar. Baguslah,..mama jadi nggak perlu marah atau ngomel-ngomel kan hehehe...
Sekian lama bermain, mama yang sedang masih cemberut sambil cuci piring tiba-tiba dikagetkan suara kira & ziya yang tahu-tahu berada di belakang mama sambil berbisik,...

" ..ma... mamaa...kila minta maaf ya... " kata kira sambil memegang roknya dan berdiri di belakang mama. Kemudian disusul ziya berlari keluar kamar menuju dapur, " maaa... ziya minta maaf mama...", mendekati mama dan memeluk kaki mama.
Oooouu.., mama yang tadinya cemberut jadi lumer karena terharuuu...air mata mama hampir saja tumpah kalau nggak ditahan-tahan, langsung mama peluk dan cium bidadari-bidadari mama, " ..maafkan mama juga ya sayang, tadi udah marah dan cemberut sama kira & ziya,.. maafkan mama yaa...".
Kira & ziya tersenyum manis sekali, " iya...maaf mama..", ucap keduanya sekali lagi.
" iya sayang,...mama sayang sama kira & ziya, jangan diulangi lagi ya, nak...".
Sebelum lari lagi ke kamar, ziya sempat menyentuh pipi mama sambil menyelidik,
" mama udah nggak sedih lagi? mama nggak nangis ya?"
" hehehe,.. nggak,.. tadi mama sedih, sekarang udah enggak, makasih udah minta maaf ya sayang,...kalian anak-anak yang baik.. i love you!".


Ouch..leganya..Alhamdulillah Ramadhan selalu membawa hikmah, mama jadi belajar untuk memaafkan dan melapangkan hati. Nggak lama setelah itu papa keluar kamar sambil tersenyum menghampiri mama. Oh..rupanya selama di kamar tadi papa menasihati kira & ziya dari hati ke hati! Wah,.. bahagianya..makasih ya papa!..Makasih ya kira & ziya...mama sayang kalian semua! mmmuuuaaahhhh!

Besoknya beberapa hal terulang lagi. Hmm. tanduk di kepala mama sih sudah hampir keluar dan berasap-asap hehehehe...tapi mama nggak pingin cemberut lagi ah. Mama nggak mau kehilangan energi positif. Sejak kemarin itu mama bertekad untuk selalu mempunyai energi baru menghadapi perkembangan kira-ziya dan siap mengingatkan anak-anak mama yang sedang hobi bereksplorasi dan pingin tahu banyak hal itu..

Soal bumbu dapur, mama akan menyimpannya dengan lebih hati-hati dan aman dari jangkauan kira-ziya.Soal sofa yang penuh gambar-gambar benang kusut dari tinta, sedang dicari solusinya...(udah dicoba pakai garam, alkohol, cairan pembersih, sabun, pasta gigi, dan sebagainya tetap nggak berhasil dihilangkan euy,.. lagi mikir mau nyoba apa lagi..help..help...).


Dinding udah berkali-kali berhasil dibersihkan dan berkail-kali lagi dicoret dengan crayon, pensil warna, tinta dan cat air, jadi.....eit... ok lah nggak usah pusing dan cemberut, seperti kata papa, rileks dan santai aja kita,...hehehe...well, mama nggak akan berhenti mengingatkan kira & ziya untuk segala hal, mama yakin suatu saat kira dan ziya mengerti dan bisa memahaminya. Ehm, jangan-jangan waktu kecil dulu oma lebih pusing lagi menghadapi mama dan mimi nila ya? Kalau ingat ini, mama jadi bisa memaklumi apa yang sedang mama hadapi. Oma pernah bilang, kalau mulai putus asa menghadapi anak-anak, coba pandangi wajah polos mereka saat tidur dan bayangkan diri kita sebagai mereka. Mungkin sesungguhnya banyak yang ingin mereka sampaikan, tapi nggak ngerti caranya. Atau mereka mungkin malah sudah merasa menyampaikan sesuatu dalam suatu kondisi, tapi mamanya yang nggak ngerti-ngerti bahasa mereka. Jadi.. coba direnungkan, yang sebenarnya putus asa siapa,.. mamanya atau mereka? Hehehehe bener juga ya...


Anak-anak seusia itu, kalau dicemberutin mamanya, mereka nggak bisa berbuat apa-apa kan,.. Kalau nggak dikasih susu padahal mereka haus, yang dilakukan paling tertidur sambul menangis dan kehausan. Kalau menumpahkan sesuatu padahal itu tidak disengaja atau mereka pikir itu lucu dan bisa bikin mamanya tertawa namun yang terjadi malah dimarahi dan dihukum, mereka juga nggak bisa berbuat apa-apa kan, paling nerimo aja dicuekin mamanya..mungkin mama harus lebih banyak belajar menyelami dan mencari tahu kenapa mereka melakukan itu, apa yang ingin disampaikan, apa yang ingin mereka dapatkan dengan melakukan itu...duh, seribu perenungan mama berloncatan di kepala.
Dalam hidup, bukankah kita selalu dihadapkan pada banyak pilihan? Ya, kali ini rasanya mama memilih untuk lebih baik tersenyum daripada cemberut. Kira & Ziya adalah inspirasi mama yang luar biasa. Dari kalian mama banyak belajar. I love you. Maafkan mama ya, sayang..