Wednesday, December 26, 2007

www.indahip.blogspot.com

MAKAN
:kira-ziya


Mari, nak, makan bersama
Baca bismillah, pakai tangan kananmu, ambil yang terdekat dulu

Sesuap nasi adalah madu
Jika ingat kita bersyukur dan malu

Seperiuk nasi tak pernah cukup
Jika lengah kita tahan nafsu dan terburuburu

Mari, nak, duduk bersama
Baca bismillah, pakai tangan kananmu, ambil yang terdekat dulu


Indah ip
20 dec 07, 3.24 pm




Tuesday, December 18, 2007

LEBARAN BERSAMA OMA-OPA-MIMI


Asiikk... oma-opa-mimi datang berlebaran Idul Fitri di sini pertengahan Oktober lalu!

Mungkin karena sangat gembira dan hampir nggak percaya, malam itu Kira-Ziya terbangun sendiri sesaat sebelum papa-oma-opa-mimi nila membuka pintu depan. Sedikit delay sehingga sampai di rumah menjelang dini hari. Jadilah kita semua sahur beramai-ramai.

Yang pertama kali dilakukan bidadari-bidadari mama papa ya apa lagi kalau bukan ikut sibuk membuka koper Oma-Opa. Woow,.. tahu nggak sih isi kopernya? Selain rendang, oleh-oleh buat Kira-Ziya, juga beberapa botol kecap kegemaran kita semua, sambal botol, daun kelapa yang belum dibentuk menjadi sarang ketupat, ayam ungkep dan masih banyak lagi! Cihuy!Tengkyu buangeeettt...! Hehehe... nggak heran bila beban di pesawat jadi overweight kalau gitu ya....


Nah..keesokan harinya semua kegiatan menyambut lebaran dimulai. Well, lihat tuh, dari dulu opa memang paling jago buat sarang ketupat lho! Mama aja selalu gagal dengan sukses euy,..hehehe. Dan Ziya-Kira baru pertama kali lihat ketupat nih, makanya semangat nemenin mama memasak ketupat sambil sesekali bertanya ini apa, itu apa, ini buat apa, itu buat apa..hmm penasaran ya, 'Nak?Kalau udah besar nanti bantu mama ya!
Sayur mulai dimasak menjelang malam, ketupat sedang dijerang, beberapa hal dipersiapkan.. tapiii.. eng ..ing.. eng..bleb! bleb! Oh no!...gasnya habis!! Eleuh... kumaha iyeu?! Cari di mana malam-malam begini? Semua tukang gas sudah dihubungi dan tutup..! Mama dan papa udah pasrah aja deh.. mau gimana lagi? Ditengah kebingungan itu, mama tiba-tiba ingat kalau Tante Fitri, mamanya kakak Gde dan kakak Dara yang tinggal di lantai atas, berencana pulang ke tanah air untuk beberapa hari besok pagi. So, sambil berdoa mama coba sms. Alhamdulillah Tante Fitri bersedia meminjamkan tabung gasnya saat itu juga! Duh.. leganyaaa.... makasih ya Tante Fitri! Jadi deh besoknya makan ketupat sehabis Sholat Ied! :-)
Lebaran tahun ini memang spesial rasanya, selain karena sedang berada jauh dari tanah air, kita kedatangan tamu istimewa: opa-oma-mimi dan Tante Yunzi, adik sepupu mama yang kuliah di Malaysia. Om Dista dan Om Ando kebetulan bisa pulang ke Pekanbaru, jadi Tante Yunzi sendirian deh karena padatnya jadwal kuliah. Kejutan lainnya adalah Pak Cik Amin, driver taksi langganan kita selama ini, berbaik hati mengirimkan rendang buatan ibundanya dan kue-kue kering khas Malaysia buatan isteri tercintanya! Subhanallah...bahagianya... Pak Cik menyempatkan diri mengantarnya hampir tengah malam menjelang Lebaran lho,.. Alhamdulillah! Jadi Lebaran kemarin ini kita makan dua versi rendang. Yang satu asli buatan Indonesia dan satu lagi asli buatan Malaysia. Seru nggak tuh? :-) Nggak lama bertahan.. udah ludes aja dalam 2 hari..nyem nyem nyem.

Lihat tuh gaya tante Yunzi dan opa makan ketupat setelah Sholat Ied.

Ini dia beberapa menu Lebaran kita dan masakan istimewa mama ketika ada oma-opa-mimi. Somay, lalapan plus sambel dan lauk-pauknya(ketemu daun poh-pohan, kenikir dan selada yang seger-seger di supermarket pas belanja, mata jadi ikut ijo kangen sama lalap!), sepiring ketupat lengkap(ketupat+sayur buncis/labu siam+rendang+acar timun-nenas-wortel-cabe rawit+bawang goreng+bubuk kacang bumbu pecel+krupuk+ayam goreng), sosis solo+martabak, brownies kukus pisang (soale pisang kira-ziya masih banyak, jadi sayang kalau terlalu ranum, berhubung resep browkus mama nggak ketemu dibikinlah pakai resep nyoba-nyoba alias bisa-bisanya mama aja pakai pisang yang udah digerus dengan garpu ke dalam adonan, diluarnya dilapisi coklat leleh, dimakan setelah masuk freezer beberapa jam), nasi lemak lengkap dengan lauk dan sayurnya, popia (seperti biasa kulit luarnya mah sama aja, tapi dalemnya tergantung apa isi kulkas di dapur mama deh, sim sala bim!). Yaaa pamer keahlian dikitlaaaahh... hihihi, menurut Oma sih mama udah tambah sip soal masak, cieeeee ...jadi ge-er sendiri neh!







Selama ada opa-oma-mimi, Kira-Ziya puas bermain dan mama juga puas mojok di dapur asyik nyoba ini-itu, trial-error resep abrakadabra yang bikin penasaran, yang biasanya nggak sempat dibuat selama ini. Lho, kok bisa sih Kira-Ziya nggak inget sama mama kecuali kalau lagi pingin nyusu aja hehehe...yup! oma-opa-mimi berhasil membuat sibuk para bidadari dengan bermain, menggambar, bernyanyi, baca buku, jalan-jalan, mengeksplorasi banyak hal dan sebagainya deh...











Sempat sih mama-papa sedikit kecolongan sama kreativitas Kira-Ziya. Maklum, lagi seneng-senengnya ngeletek sesuatu mulai dari selotip, stiker, label harga, sampul buku, semua diutak-utik. Nah, suatu hari mungkin pingin tahu dan gatel juga ngutak-ngatik laptop yang tergeletak di atas meja depan. Mumpung mama-papa lengah, tangan Ziya mulai bekerja. Setelahnya sih Ziya lapor dengan kesadaran penuh sambil nyengir tapi juga seperti bingung apa yang sudah terjadi,
" Ma! Ma! Ziya buka itunya!"
" Apanya?"
" Komputelnya! Itu,..! Di situ!"
" Haaaa??? ...(mama hampir pingsan)"
Keyboard udah nggak karuan bentuknya. Untung mimi Nila segera ambil alih sebelum mama bener-bener pingsan karena mendapat kejutan dari Ziya itu hihihihi... tengkyu mimi! Setelah itu sih sempat beberapa kali terjadi lagi. Gantian aja kalau nggak Ziya ya Kira yang melakukannya, diiringi dengan laporan penuh kesadaran juga. Mungkin Kira-Ziya pikir toh mimi Nila bisa benerin lagi,..aduuwww, 'Nak,...don't do that again, please..hicks hicks...

Oh ya, mama dan mimi Nila sempat bernostalgia membuat kalung-kalungan dari batang daun singkong ketika mama sedang menyiang sayuran. Jadi inget, dulu mainan mama dan mimi Nila lebih banyak mainan kreatif begitu. Kami malah jarang punya boneka kecuali boneka-boneka buatan Oma-nya mama dan mimi Nila. Macam-macam aja yang bisa kita buat dan jadikan mainan.Mulai dari main jahit-jahitan dengan potongan kain perca warna-warni sisa bahan baju buatan oma, mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, main adu bunga tanjung, main masak-masakan dan membuat minyak-minyakan dari dedaunan yang ada di pekarangan, dan masih banyak lagi. Mama rasanya udah pernah cerita kan ya..? Ide-idenya datang dari oma maupun opa juga waktu kecil dulu. Nah, kalau teringat lagi, mama buatkan mainan yang lain deh ya, sayang..!
Berhubung hanya semingguan berada di KL, nggak sempat menjelajahi semuanya deh. Seneng banget bisa jalan-jalan sama opa-oma-mimi ke Ampang Park, Suria KLCC, Mid Valley, Butik Coklat Beryl's, Jusco dan sebagainya. Kira nggak mau lepas dari gendongan Oma sementara tip sebentar gantian minta gendong mama dan mimi Nila. Wah, kebayang dong ya, bidadari-bidadari mama papa kan udah berat bangetttt... teler bin pegel-pegel mah udah pastilaaahh...hehehe



Ketika kembali ke Malaysia, Om Dista sempat mampir sebentar ke rumah. Sayang Om Ando masih belum balik nih, padahal Kira-Ziya udah penasaran sama yang namanya Om Ando ya? Selama ini denger diceritain aja ...

Seminggu setelah Lebaran, rencananya kita semua akan berlibur ke Jakarta. Kembali ke tanah air! Yeah! We love you, Indonesia! Kangen beraaaaattttzzzz!







KIRA MAU TEMENIN MAMA



Suatu hari di dapur,

" Kira...! Kenapa semua CD ini di bawa ke dapur?Taruh kembali ke tempatnya di rak TV depan, please...", mama melanjutkan lagi mencuci piring. Dari sudut mata mama tahu Kira tak bergeming.

"Kiraa....please,.. nanti CD-CDnya rusak kena ciprat air dan minyak lho..."

" Nggak mau. Kila mau temenin mama di dapul sambil nonton alif-ba-ta!"(Alif-ba-ta adalah CD belajar mengaji kiriman Oma-Opa-Mimi yang sedang getol ditonton Kira-Ziya akhir-akhir ini)

"Mau nemenin? Aduww... makasih, sayaang..tapi nonton kan di ruang TV?..." mama mulai nggak sabar tapi juga penasaran dan terharu dengan keinginan Kira.

" Itu! Di situ! Disetel di TV yang di dapul mama aja tolongin, Ma!" ujar Kira menunjuk-nunjuk sesuatu di atas meja dapur yang berseberangan dengan rak cuci piring.

" TV?! Emang ada TV di dapur?" mama celingak-celinguk.

"Oooala..maksudnya yang itu ya?!Hehe..itu namanya microwave, sayangkuwww...bukan TV! Microwave adalah alat untuk memanaskan masakan dan kue-kue, 'Nak!"

Karena Kira kelihatan bingung dan masih berkeras ingin menyetel CD alif-ba-ta-nya di dalam microwave, mama jadi harus berusaha meyakinkannya nih. Untung mama ingat salah satu buku cerita yang dihadiahkan bude Dewi ketika di Jakarta kemarin ini,

" Itu lho,..seperti bentuk oven dalam buku cerita wooly..kan mamanya memasukkan kue ulang tahun ke dalam oven, nah, coba perhatikan bentuknya hampir sama kaan...ya nggak? tapi yang ini namanya microwave, sayang... kalau TV ya seperti yang di ruang tamu kita itu,.."

Meskipun sudah tahu, setiap melewati dapur Kira hampir selalu berhenti sebentar, bertanya sambil menyelidik,

"..bukan TV ya ma? jadi nggak bisa setel alif-ba-ta ya?" kata Kira masih penasaran dengan benda yang nggak pernah mama gunakan itu. Mungkin itu sebabnya Kira pikir benda tersebut TV yang sedang mati atau nggak pernah dihidupkan mama ya. Hehehe.

Begitulah, hari itu mama mempercepat cuci piring supaya bisa lebih lama menemani Kira-Ziya nonton TV di ruang depan. Duh, manisnya..jadi terharu...anak mama mau nemenin mama rupanya tadi itu,...makasih ya sayang untuk perhatiannya...

Sunday, December 16, 2007

www.indahip.blogspot.com



















MENYAPIHMU, ‘NAK
:kira-ziya



waktu sudah jadikanmu kupu-kupu

dan ibu

kepompong yang tak pernah tahu

kekosongan adalah sembilu



indah ip
2 nov 07 (24.01 WIB)-16 dec 07 (11.38 pm)


Monday, December 10, 2007

JALAN-JALAN KE SINGAPORE



Bulan lalu Papa, Mama, Kira-Ziya dan Eyang pergi ke Singapore untuk suatu keperluan sekalian jalan-jalan. Kali ini naik Aerobus. Bis wisata yang cukup nyaman dibandingkan ketika pergi ke Singapore beberapa bulan lalu naik kereta api. Waktu tempuhnya sekitar 5 jam. Perjalanan lancar, cuaca cerah, Alhamdulillah.

Ini dia beberapa foto selama perjalanan naik bus. Meskipun Kira-Ziya sudah mendapat tempat duduk sendiri-sendiri, tetap aja lebih banyak pinginnya dipangku eyang, mama dan papa euy,...Ya maklumlah ini perjalanan panjang pertama para bidadari mama dan papa naik bus ke luar kota.




















Ini adalah pemandangan menjelang kantor imigrasi,










View di sekitar hotel tempat menginap dan gedung Esplanade yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki(Marina Bay, Merlion, Mall). Kira dan Ziya terheran-heran lihat patung singa yang ada air mancurnya hehehe. Setiap kali melihat patung singa yang nggak sesuai dengan yang mereka pernah lihat sebelumnya pasti tanya, "..Singa yang itu kok nggak ada airnya, 'Ma? Ke mana airnya?"













Sentosa Island : Siloso Beach. Kira-Ziya belum pernah lihat pantai dari dekat dan menyentuh pasir putihnya yang hangat. Jadi ketika bermain awalnya mereka kelihatan ragu dan khawatir, tapi selanjutnya mulai menikmati.















Butterfly Park & Insect Kingdom,












Sky Tower dan pemandangan dari atasnya,










Akhirnya, weekend berakhir tanpa terasa. Perjalanan pulang ke Kuala Lumpur lancar dan cerah. Sampai di rumah, home sweet home, sedikit penat tapi rasanya bersyukur kami bisa melewati akhir pekan bersama-sama dan para bidadari mama sepertinya jadi punya banyak sekali cerita dan hal yang bisa dipelajari. Seru ya, sayang?Alhamdulillah..




SEBELUM MEMBACA

Sekarang mama mulai membiasakan Kira-Ziya untuk berdoa sebelum melakukan sesuatu, termasuk membaca. Waktu itu mama membaca Bismillahirohmaanirrahiim dan bermaksud menjelaskan artinya sekalian. Tapi mama lupa, Kira-Ziya belum pernah mama kenalkan dengan beberapa kata.



"Artinya, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyaaaa....."

" ..nyiiiiiiiiii!" Jawab Kira-Ziya serempak dan tanpa merasa bersalah (karena memang belum pernah mama ajarkan)

Jadi mama lantas menjelaskan,
"Bukan penyanyi, sayang, tapi 'penyayang'.." Kira-Ziya berpandangan, mungkin sedang mencerna. Lantas Kira bilang,

" Nggak mau! maunya penyanyi!"

Mama jadi perlu menjelaskan sekali lagi deh

Sejak saat itu setiap kali mulai membaca Kira-Ziya sempat beberapa kali memastikan,

" Bukan 'penyanyi' ya, ma? Kalau penyanyi itu Kila dan Ziya ya, ma?" tanya Kira polos

" Iya, bukan, 'Nak... yang benal bukan 'penyanyi', tapi 'penyayang'..." Waduw, Ziya sudah pintar mengambil alih jawaban mama nih, pakai kata 'Nak' pula seperti hendak mengajari Kira,.. hehehe..di usia ini mereka ternyata memang peniru yang ulung ya!

Sekarang mereka sudah hafal artinya, setiap kali mulai membaca buku kadang tanpa mama ingatkan sudah berdoa sendiri,..semoga pelan-pelan bisa memahami maksudnya juga ya

I'm proud of you, Kira & Ziya!










HARUM MAMA




Suatu siang selesai masak, ketika mama sedang asik baca koran di ruang TV, ziya tiba-tiba memanjat sofa dan naik ke punggung mama. Sambil memeluk mama Ziya mencium rambut mama dalam-dalam,



" Hmmm.. lambut mama haluuuummmm sekali!"

" O ya? Harum?"

" Iya! Haluuummm!" Sambil sekali lagi menarik nafas dalam-dalam mencium mama

" Harum apa, 'Nak?" Deuu..boleh dong hidung mama kembang kempis karena ge-er sekali-sekali dibilang harum meskipun sebenarnya mama belum keramas hari itu

Kelihatan Ziya sedang berpikir keras dan kemudian dengan berbinar-binar teriak,

" Klupuk!!"

Gubraakkk!!Ouccchhhhh!! ... rupanya mama nggak jauh-jauh dari kerupuk dan dapur ya ,'Nak? hehehehe...Ziya ikut nyengir dan sepertinya itu pujian yang tulus deh

So, anyway, mama tetap bahagia kok karena ziya suka harum krupuk rambut mama hehehe. I love you, baby!