Sunday, January 27, 2008

BUDE DEWI DATANG!

Aduh, ini cerita seharusnya udah lama mama sampaikan. Tapi apa mau dikata, baru sempaaaattt beresin foto-fotonya euy! Ok deh daripada keriting baca tulisan mama yang biasanya puanjang-puanjang, kali ini biar foto-fotonya aja yang cerita lengkap yaa..

Jadi rencananya Bude Dewi ("Bude Wiwi" kata Kira-Ziya) main ke rumah kita sekalian menjemput eyang tanggal 21 Desember 2007 lalu. Papa sengaja cuti hari itu. Asiiikk kita semua ke LCCT (Low Cost Carrier Terminal) sama pak cik Amin sore itu. Sebelum pulang mampir dulu di Suria KLCC. Twin Tower kelihatan cantik dengan lampu terang benderang dan langit cerah di atasnya. Air mancur yang menari-nari juga cantik banget disinari lampu kolam. Di Suria KLCC Kira-Ziya sempat main mobil-mobilan (kangen sama odong-odong di Cirendeu, ya sayang hehehe?)









Sampai di rumah kita semua udah teler, tapi Kira-Ziya nggak mau tidur sampai nyaris tengah malam! Biasaaa.. kalau lagi seneng begitu deh hehehe. Gimana nggak coba,.. bude bawain oleh-oleh kedurung dan baju bermain yang cantik. Warnanya pas pula sama kesukaan Kira = biru dan Ziya = kuning. Wah,..tengkyu bude...! Langsung Kira-Ziya inisiatif ganti baju dan minta tolong dipasangkan kerudung. Setelahnya lanjut baca-baca dan minta ditemenin bude mewarnai. Sebelum tidur Kira-Ziya minta dibacakan buku cerita. Jadilah bude ngantuk-ngantuk gitu baca dongeng...










Besoknya, Sabtu 22 Desember 2007, kita jalan pagi sambil menghirup udara segar dan main di playground area. Bude udah kayak fotografer pro aja tuh, kemana-mana bawa kamera, pingin nyaingin Pakde Agus nih, bude? hehehe. Kira-Ziya udah tambah lincah euy,.. begitu keluar rumah kudu langsung diawasi banget, kalau enggak, bisa naik-turun tangga dan jadi kejar-kejaran sama mama menuju lantai atas atau manjat sana-sini.











Kalau yang ini sih, emang fotografer keren favorit mama! Gayanya ampun deh,...kagak ade matinye di mane-mane, jongkok, berdiri, miring sana, miring sini, nyampirin handuk di bahu... ehm, teteeeepp keren forever buat mama deh, hasil fotonya mah belakangan, yang penting gaya!  

 











Kemudian Bude dan Eyang nemenin berenang sebentar. Siangnya kita udah punya janji sama Pak cik Amin untuk diantar beli oleh-oleh coklat di Butik Coklat Beryl's, Jalan Imbi. Lanjut ke Pavilion, pusat perbelanjaan yang paling gress dan baru buka di daerah Bukit Bintang. Seperti biasa, kalau jalan-jalan dan udah waktunya tidur ya Kira-Ziya akan bobo begitu aja dalam gendongan mama dan papa. Begitu hampir selesai lunch, Kira-Ziya bangun dan melahap habis sayur toge dari piring teppanyaki eyang dan bude. Nggak ketinggalan lemon iced teanya sekalian!


Jadi pagi hari itu kita ajak bude dan eyang jalan-jalan ke pasar tradisional Dato Keramat naik LRT. Nyobain sarapan roti canai, roti bom dan roti telur dengan kuah kari. Pulangnya belanja Sayur dan buah.

Siangnya naik LRT ke Ampang Mall, lanjut ke Suria KLCC untuk beli titipan temennya bude. Eh, di toko sepatu yang rame banget itu (soalnya lagi sale!) Kira-Ziya udah sibuk sendiri. Mama dan papa sampai nggak sadar kalau Kira-Ziya mencet tombol lampu beberapa kali sampai kemudian datang petugas tokonya. Rupanya lampu di bagian kasir jadi mati-hidup-mati-hidup! Aduh,..untung om-nya nggak galak... Kira-Ziya mah santai aja ngaca sambil lanjut nyanyi-nyanyi.










Menjelang pulang kita mampir dulu di toko souvenir Petronas Twin Towers. Sambil menunggu, Kira-Ziya duduk begitu aja di lantai depan toko dan minum. Eh, tiba-tiba ada segerombolan remaja Jepang yang penasaran dan seneng melihat Kira-Ziya. Saking senengnya sampai beberapa mulai jepret sana-sini dan bertanya apa bener bidadari mama papa kembar. Kira-Ziya yang kena blitz kamera sana-sini mulai malu dan pelan-pelan nempel ke mama deh. Sempat salah satu remaja itu minta dipotret temannya bersama Kira dan Ziya. Hehehe.. sampai kita pergi mereka masih aja melambai-lambaikan tangan.. nggak nyangka kali ketemu anak kembar.


Sampai dirumah malam itu udah kecapekan semua. Sementara Ziya tertidur di kamar mama-papa, Kira bilang pingin tidur di kamar bude aja. Tengah malam pas kebangun dan nangis baru deh pindah ke kamar mama-papa.
Tanggal 24 Desember 2007, hari ini Eyang dan bude balik ke Jakarta, Indonesia tercinta. Kita pergi dengan LRT. Sedih karena kalau sebelumnya rumah rame, sekarang kita akan tinggal berempat lagi.


Bye-bye Eyang dan Bude.. Semoga perjalanannya lancar sampai tujuan.







Hmm.. meskipun mama udah nggak nge-arsitek lagee (..'pan sekarang lagi konsentrasi jadi pendekar kuali dan panci di dapur tercinta :-)..), teteeepp deh mama nggak bisa lihat detail arsitektur dan interior dikit tanpa penasaran pingin motret. Eh, saat makan sebelum masuk ruang tunggu di kafetaria KLIA kita ketemu Andra and The Backbone! Bude akhirnya berhasil juga foto bareng yak menjelang masuk pesawat(http://www.alghin.blogspot.com/)? Selain minta foto bareng, kagak minta CD yak, Bude ;-p ? Aduh, mau dunk dilemparin CD yang ada lagu 'Sempurna' dan 'Musnah'...;-).

Well, Berada jauh dari tanah air begini rasanya selalu senang membahagiakan kalau ada keluarga yang datang berkunjung. Rumah jadi ramai dan ceria. Kita semua selalu semangat menyambutnya. Tapi nggak mau sedih lama-lama ah...ini kan udah konsekuensi yang udah dipertimbangkan dengan matang sebelum papa-mama yakin memutuskan untuk pindah ke sini bersama Kira-Ziya. Jadi, as long as we stick together, insyaallah semuanya dapat kita jalani bersama-sama kan. Alhamdulilllah semua bisa dinikmati selama disyukuri, ya nggak? Semoga Eyang dan Bude bisa main ke Kuala Lumpur lagi nanti. Kalau bisa bawa sekalian Pakde Agus, Mbak Alya, Mbak Ghina dan nenek ya!










Tuesday, January 22, 2008

KATAKAN DENGAN BUNGA

Ketika pulang ke Jakarta pertengahan Oktober 07 lalu, mama juga kangen dengan rumpun Zephyranthes di pekarangan rumah Oma maupun rumah kita. Benar saja, di Cirendeu bunga-bunga indah itu sedang kuncup. Ketika bangun esok paginya, semua sudah mekar seperti sengaja menyambut kita! Penasaran sama bunga Zephyranthes yang sering mama sebut dalam beberapa puisi mama ?Ini dia si cantik itu.












Mama menemukan dan mengenalnya pertama kali dulu, di balik pohon mangga, di pekarangan kantor konsultan arsitektur tempat mama bekerja sebagai fresh graduate architect. Lagi suntuk sama pressure kerja yang nyaris deadline, mama keluar ruangan sebentar mencari angin segar. Eh, muter sana-sini ada setangkai liar yang tumbuh malu-malu. Menariknya, kuntum mekar  yang berwarna pink lembut itu (belakangan mama tahu namanya Zephyranthes rosea, kalau yang putih Zephyranthes candida dan yang kuning Zephyranthes citrina) sedang disirami sinar matahari pagi setelah hujan reda. 

Subhanallah warnanya jadi sedikit transparan, cerah dan segar karena masih terdapat sisa beberapa tetes air hujan di kelopaknya. Mama langsung jatuh cinta at the first sight dan sejak itu mencari tahu bunga apakah itu. 
 
Begitu pindah kantor 1 tahun kemudian dan punya kesempatan bertemu dengan salah satu pakar tanaman yang kebetulan mengisi acara seminar, mama diberitahu bahwa bunga yang bentuk dan ciri-cirinya demikian adalah: Zephyranthes, sekeluarga dengan bunga lili. Sejak itu mama hunting ke mana-mana dan semakin penasaran karena hampir selalu menemukannya: di bawah patung kuda seberang Istana Negara, di sekitar taman burung Taman Mini Indonesia Indah, di banyak pekarangan rumah dan kantor dan sebagainya. 

Suatu saat ada sahabat yang memberikan Zephyranthes rosea dan mama meminta tukang kebun menanamnya di pekarangan rumah Oma. Setelah menikah dan pindah ke Cirendeu, papa menyarankan untuk menanamnya juga di rumah kita, kali ini yang berwarna putih dan kuning.

Sebelum menemukan Zephyranthes mama juga suka bunga Kemboja. Memang nggak seterkenal mawar yang identik melambangkan cinta, tapi kemboja menurut mama punya kecantikan yang sederhana tapi abadi jadi nggak bosan dilihat. Warnanya ada yang putih, kuning dan pink. Tapi sayang mama pernah baca Kemboja nggak disarankan ditanam di pekarangan rumah yang ada anak-anaknya karena termasuk salah satu tanaman yang membahayakan (mama lupa, soal serbuknyakah yang berbahaya dihirup seperti juga bunga Oleander atau getahnyakah yang berbahaya bila disentuh. Well, udah lama banget baca artikelnya). Setiap orang yang mama beritahu bunga favorit mama biasanya mengerutkan kening. Kenapa? Mungkin karena bunga kemboja biasanya ditemukan di sekitar pemakaman, sementara Zephyranthes namanya terlalu unik dan jarang di dengar.

Hehehe... Kalau sudah besar, Kira-Ziya pasti juga akan punya bunga kesukaan ya?


Desember 07 lalu, mama punya ide mengajak Kira dan Ziya bermain dengan serpihan pensil warna yang sudah diruncing. Mama ingat dulu ketika SD, paling senang pelajaran prakarya, soalnya bisa bermain sambil belajar dan mengasah imajinasi. Hari itu kita main tempel menempel. Semua jadi berantakan, lengket dan kotor sih, tapi we did have fun, right girls? hehehe.

Mama hanya bantu memberi lem di balik serpihan itu. Kira Ziya menempelnya dan memposisikannya sendiri di kertas. Kemudian mama yang membantu menambahkan gambar batang dan daunnya dengan pensil warna. Lalu mama tanya,

"Kalau kita bisa memberikan bunga kepada papa sebagai hadiah, Kira dan Ziya mau kasih bunga apa?"
"Bunga melati!" kata Kira (Kira kenal melati karena kita juga punya rumpun melati di pekarangan rumah Cirendeu).
"Bunga teratai!" kata Ziya (Ziya kenal teratai karena kita sering berhenti sebentar mengamati kolam dekat playground dekat rumah kita di Setiawangsa sini, mengamati ikan, eceng gondok dan bunga teratai). Nah, ini dia bunga melati Kira buat papa,


dan yang ini bunga teratai Ziya buat papa,










Setelah papa pulang kantor, Kira dan Ziya memberikannya buat papa. Papa senang sekali dan minta mama menyimpannya dengan baik untuk dokumentasi dan kenangan! Kalau memungkinkan nanti akan ditempel di dinding kamar kita.

Jadi inget, dulu waktu kecil mama suka juga dengan bunga teratai karena ingat dongeng "thumbelina (puteri jempol)", seorang gadis cantik sebesar ibu jari yang ternyata ditemukan tidur dalam kuntum teratai. Jadi mama suka teratai karena selalu penasaran dan berharap bisa mengintip ke dalam yang masih kuncup dan menemukan keajaiban itu. Setiap ada teratai di suatu tempat, mama nggak pernah berhasil meraihnya (karena selalu ada di tengah kolam), jadi ya memang nggak pernah menemukan puteri jempol itu hehe.

Satulagi, waktu kecil mama juga suka bunga matahari karena mama suka makan kwaci! Mama pikir kwaci belang-belang hitam putih dari bunga matahari bisa begitu saja ditemukan dan dimakan langsung dari balik kelopak-kelopak bunganya. Setelah dewasa dan bekerja di sebuat pusat informasi dan penyelenggara event-event seminar bidang interior dan arsitektur, mama senang banget pernah diberikan bibit bunga matahari oleh seorang sahabat. Mama tanam di pekarangan rumah oma, pinginnya setelah mekar bisa menemukan kwaci-kwaci itu. Eh, begitu mekar, nggak tega juga melihat betapa bunga itu cantik berdiri tegak menantang matahari. Jadi mama nikmati saja keindahannya dan urung menyentuhnya.

Thursday, January 17, 2008

WAH ANGINNYA KENCANG SEKALI YA, MA..!
Siang ini mama sedang menjemur pakaian di ruang tv. Kira-Ziya bermain dengan boneka yang dioleh-olehi Oma. Tiba-tiba angin bertiup kencang sampai pohon-pohon di sekitar rumah meliuk-liuk dan beberapa rantingnya menepuk-nepuk jendela kamar depan. Mendung mau hujan.
Kira dan Ziya berlarian ke ruang tv dan refleks nempel ke pintu kaca yang berbatasan dengan teras ,"Wah, anginnya kencang sekali ya Ma....! Kenapa ya?", Kira menempelkan wajahnya ke pintu.
"Hmm... iya ya..sepertinya di luar mulai mendung ya..." mama menjawab sekenanya. Ziya di sebelah Kira ikut memperhatikan angin dan beberapa lembar daun kering yang mampir ke teras.
Sambil terus menjemur pakaian yang sudah dipindahkan ke dalam rumah karena khawatir kehujanan di luar, mama memperhatikan saja para bidadari ngobrol berdua,
"Mungkin kalena Kila dan Ziya lali-lali (lari-lari) makanya angin beltiup(bertiup) kencang..." kata Kira.
"Mungkin kalena pintu mama diketok-ketok makanya angin bertiup kencang..." sambung Ziya nggak mau kalah.
???
Wah, gimana mama harus menjelaskannya ya,..Rupanya sambil bermain Kira dan Ziya tenggelam dalam imajinasi masing-masing tentang kenapa angin bertiup kencang..
Akhirnya mama bilang,
"Angin adalah udara yang bergerak, nak,..barusan bertiup kencang mungkin karena mau hujan" aww, kok gak ilmiah ya penjelasan yang terakhir ? hehe..mmm terus,.. jelasin apa lagi ya, kayaknya nggak menjawab pertanyaan Kira-Ziya nih.. aduh,..mama janji akan mencari penjelasan lebih tepat tapi sederhana deh soal angin jadi Kira-Ziya bisa memahami kenapa menjelang hujan hari ini angin bertiup kencang ;-)


Wednesday, January 16, 2008

MA, OM BAMBANG KAKINYA SAKIT!
Sedang bermain sambil belajar huruf kemarin sore, Ziya tiba-tiba bilang,
"Ma,.. kasihan Om Bambang kakinya sakit!"
"Haa? Om Bambang? Kok Ziya tiba-tiba ingat Om Bambang?"
"Iya,..Om Bambang jatuh, telus kakinya sakit, telus kalau kakinya sakit nanti pakai kulsi loda.." wajah Ziya serius.
Mama jadi tergelitik sms mimi Nila,
"Neng, Ziya tiba-tiba bilang kaki Om Bambang sakit abis jatuh. Bambang baik-baik aja kan?"
Tituut! sms masuk,
"hehehe... memang bener, 'Ni..! Kaki Ubee abis bengkak, tapi udah diurut sama mamanya, udah betterlah.."
Haa?? Mama bengong. Kok bisa kebetulan gitu ya. Kami lantas pindah main di kamar satunya.Kali ini Kira yang nyeletuk,

"Ma, Om Bambang kan abis lali-lali(lari-lari) sama Kila makanya kakinya sakit..! Hehehehe"
Iseng nih, mama tanya lagi,
"Lari-lari dalam mimpi maksudnya?Memangnya kaki bagian mana Om Bambang yang sakit sih?"
Kira menunjuk sekita pergelangan kaki kanannya.
Ziya lantas ikut nyeletuk ,
"Om Bambang kakinya tuh kepelitek!"
Mama coba sms mimi lagi,
"Neng,.. bener gak Ube yang sakit tuh sekitar pergelangan kaki kanannya, deket mata kaki? Kata Kira karena lari-larian sama Kira, kalau kata Ziya kakinya Om bambang kepelitek!"
Tituut! sms masuk lagi,
"Bener banget, 'Ni! Pergelangan kaki kanannya terkilir. Abis loncat turun dari tempat tidur. Wah, Kira-Ziya feelingnya kuat jugak ya sama Om Bambang? hehehehe.."

Wow,.. kok bisa ya? Kebetulan aja kelihatannya ya?

Sebetulnya Kira-Ziya hanya beberapa kali ketemu Ube di Jakarta sebelum kita pindah ke Malaysia. Tapi ya itu, bisa tiba-tiba aja sambil main pada nyeletuk seperti beberapa bulan lalu Ziya bilang,
"Ma, Om Bambang keselek!"
"Aduh, kok bisa keselek? "
Ziya cekikikan terus lanjut bermain meninggalkan mama yang bengong karena kaget aja tiba-tiba Ziya nyeletuk sambil lalu.

Ada-ada aja euy,..


MUNGKIN PINTUNYA ...
Kira dan Ziya sedang senang bermain tempel-menempel huruf sambil belajar. Semalam semua sudah tertempel lengkap di pintu kamar. Ketika bangun rasanya semua huruf itu juga masih pada tempatnya. Baru sebentar mama beres-beres kamar dan motong bawang, semua huruf tiba-tiba sudah bertebaran di lantai. Oma ketawa menceritakan ke mama jawaban Kira barusan,

"Lho,..kenapa huruf-hurufnya ada di lantai semua ya?"
Kira yang sedang asyik melepaskan semua huruf satu-persatu dengan spontan menjawab,
"Mungkin pintunya panas.... "
"????"
Apa hubungannya ya..hehehe
Oo,..mama ingat! Rupanya Kira meniru jawabanjawaban mama selama ini. Sejak pandai menghidupkan sendiri dvd/vcd player, semua cd bisa sering banget diputar sampai kadang mulai error. Kalau udah kelamaan mama biasanya akan bilang,
"Udah dulu nonton vcd-nya ya, sayang, mungkin panas alatnya, sekarang nonton tv aja ya,.. besok aja kita putar lagi, ok?"

Atau kalau Kira-Ziya mulai nggak mau beranjak dari depan komputer dan minta berkali-kali diputarkan lagu anak-anak di website youtube sampai nggak mau mandi, mama juga memakai alasan yang sama,
" Komputernya kita matikan dulu ya, biar istirahat, kasihan udah panas. Kalau Kira-Ziya udah mandi mungkin udah nggak panas lagi atau nanti sore kita coba lagi yaa..."

Dan alasan itu rupanya dipakai Kira pagi ini untuk membenarkan keinginannya ngeletek huruf-huruf di pintu dengan alasan pintunya udah panas, jadi huruf-hurufnya kudu dilepaskan hihihihi...padahal emang lagi seneng aja main double tape dan selotip!





Monday, January 14, 2008

GURU TERBAIK MAMA





1

Hari itu mama pingin bikin rawon tapi pingin juga cari ide lain. Jadi mama keluarin deh tuh buku kamus memasak alias kumpulan resep yang sempat mama bawa dari Jakarta. Begitu melihatnya, Kira Ziya langsung ambil masing-masing satu buah. Mama keduluan deh,

"Sayang... mama mau lihat resep masakan nih,..boleh dong mama pinjam?"
"Mama mau masak apa?"
"Nggak tahu makanya mama mau cari ide"
"Kila kan mau masak juga. Mama sabal (sabar) deh.. ya..Kila baca dulu sebentaaaallllll (sebentar) aja...mama tunggu dulu ya,.. sabal ya? ya?..."
"....hehehe...ok deh,..tapi cepet dikit ya..nanti papa keburu pulang kantor mama belum masak.."
"iya,..mama sabal ya? ya?sedikiiittt aja.." Kira lantas serius membolak-balik buku dan menunjuk salah satu resepnya supaya mama masak itu aja.

Well, rupanya kira meniru kata-kata mama kalau sedang menasihati untuk bersabar. Makasih udah mengingatkan mama bahwa apa yang diucapkan atau dinasihatkan adalah hal yang seharusnya sudah mama terapkan pada sendiri nak,..hampir aja mama nggak sabar...makasih ya, sayang!


2

Setiap habis mandi mama biasanya sudah menyiapkan pakaian Kira-Ziya. Kalau lagi mood Kira-Ziya biasanya pakai baju sendiri. Kali itu karena mau cepat, mama langsung saja mengambil baju yang sudah dipilih dari tangan Kira untuk bantu memakaikan. Belum memasukkan ke lubang kepalanya, mama nggak nyangka juga Kira tahu-tahu bilang,
"mama... jangan lebut dari kila dong, mama..."
"aduh, nak,..mama nggak bermaksud merebut,..mama mau bantu Kira pakai baju"
"iya tapi kok mama lebut?"
"aduh,.. iya ya,..maafkan mama ya, sayang, mama seharusnya minta baik-baik. Kita ulangi lagi deh ya, ini Kira pegang. Sekarang mama minta, boleh Kira? Mama mau bantu memakaikannya boleh? Atau Kira pakai sendiri bisa kan biasanya?"
"..boleh mama,..ini. Mama bantu Kila aja deh ya,.." lalu Kira dan mama berpelukan.
"Makasih udah mengingatkan mama untuk tidak merebut, ya Kira. I love you..."


3

Sejak balik dari Jakarta  Ziya senang sekali pakai kerudung. Setiap kali habis mandi, atau mau keluar rumah Ziya selalu bilang, "Ziya nggak mau pakai topi. Ziya maunya pakai keludung, Ma".
Pernah mama tanya, ingin tahu jawabannya,
"Kenapa Ziya pingin pakai kerudung?"
"Bial kayak mama..."
"O begitu?...."
"Iya. Eh, bial nggak gatel..." lho, kok nggak nyambung hehehe. Ziya ketawa.
Setelah mama ceritakan sedikit alasan mama memakai kerudung, sekarang tiap ditanya, Ziya bisa langsung jawab,
"..bial aulatnya ketutup, Ma..(biar auratnya ketutup)"
Aduh, mama jadi terharu dengernya. Soalnya keinginan pakai kerudung itu datang dari Ziya sendiri meski alasannya perlu mama jelaskan kenapa.

Pernah habis memandikan para bidadari atau habis beres-beres dapur, Ziya spontan menegur,
"Ma... celana panjang mama kok telipat (terlipat) ? Kaki mama kok kelihatan? Tutup dong Ma ..." Ziya menarik-narik ujung celana panjang mama,
"O iya, tadi kan biar nggak basah.. kenapa memangnya?"
"..bial aulatnya ketutup."
"hehehe,.. Ziya benar. Alhamdulillah, makasih sudah mengingatkan mama ya, anak sholihah..."

4

Nggak jarang ketika mendengar dan melihat adzan maghrib di TV, Ziya spontan lari,
"Mau ke mana Ziya?"
"Itu udah adzan maghlib ya, Ma? Ziya sholat dulu di kamal ya?"
Mama mengikuti Ziya dan Subhanallah, Ziya betul-betul ambil sajadah dan memasangnya terbalik, memakai mukenanya sendiri meski tidak rapi sana-sini, lalu ambil posisi sholat meniru mama atau papa. Pakai komat-kamit seperti berbisik, jari telunjuknya juga meniru orang sholat di tahiyat akhir, dan setelah menurutnya selesai lantas melipat kembali lalu bilang,
"Ziya udah sholat. Mama udah sholat?"

Deg!.... mama jadi malu sendiri karena Ziya yang masih 2 tahun aja bisa spontan melakukannya dan malah mengingatkan mama yang nggak refleks berwudhu pada waktunya kadang malah menunda-nunda euy. Kira-Ziya memang guru terbaik mama!




























BAHASA INGGERIS VS BAHASA INDONESIA


1


Kira dan Ziya mulai mengenal bahasa inggeris. Papa sering mengoleh-olehi para bidadari dengan buku cerita singkat berbahasa inggeris. Hari itu Kira-Ziya sedang membaca bersama. Mama memperhatikan dari jauh sambil senyum-senyum.

" Ini apa Ziya?" tanya Kira seperti hendak menge-test Ziya
"Singa!"
"No! Bukan!"
"Singaa!"
"Nooo!! Yang benel (benar) Ini lion!"
"Singaaaaaaa!!!"
"Lioooonnnn!!!!"
"Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...uhuhuhuhuhu!" Kira-Ziya mulai saring berebut buku dan .....
...kalau udah pada nggak mau ngalah begini mama kudu buru-buru loncat deh menengahi.."Dua-duanya benar, anak-anak mama udah pinter semua. Singa itu nama dalam bahasa Indonesianya, sedangkan lion itu bahasa inggerisnya...ayo belajar bersama lagi,.."
Kali lain, Kira nge-test mama,
"What is this, mama?"
"Flower!"
"Good..!"
"What is this?"
"Apple!"
"Good!"
"What is this?"
"Monkey!"
"Good! Mama klepeelll !!! Klep awel heeennnn! " Kira mengacungkan jempol ke arah mama dan tepuk tangan. Ziya ikut tepuk tangan.
Maksudnya, mama 'clever' dan Kira ngajak 'clap our hand' ya, 'Nak? Hehehehe. Plo! Plok! Plok! Angkat jempol dan tepuk tangan buat anak-anak mama yang udah tambah pintar!

2

Mama, Kira dan Ziya sedang berbaring sambil baca dongeng peterpan. Dalam salah satu halamannya ada gambar kapal yang sedang berlayar,
" Nah, kemudian peter pan mengajak wendy dan adiknya naik kapal... kapal bahasa inggerisnya apa, sayang ? Belum tau ya? Ship bahasa inggerisnya "
"..mana ma?" Kira menycari-cari sesuatu dalam gambar tersebut
" ini...ship-nya!" mama menunjuk gambar kapal
"bukan..mana dombanya?"
"domba?"
"iya!!!mana??"
"Ooo... maksud Kira "sheep" ya? Hehehe.. pengucapannya memang sama nak, tapi artinya berbeda. Kalau ship yang mama maksud ini artinya kapal, kalau sheep yang Kira maksud tadi artinya domba. Good... jadi udah nambah lagi perbendaharaan bahasa inggerisnya ya,.."
Lalu mama melanjutkan cerita lagi..
3
Sedang asik baca buku nursery rhymes sambil nyanyi lagu anak-anak popular, mama tanya
"... Little Bee Pop sedang menghitung jumlah kambingnya di ladang,..Kira-Ziya bisa bantu angka berapa after ten?"
"sebelas"
"bahasa inggerinya sebelas apa?"
"...mmm"
"lupa ya,.. 'eleven' "
Ziya mengerutkan kening dan kompak berebut tanya sama Kira, " bukan elephant ya, ma?"
"mana,..gajahnya mana?" kata Kira
"Hehehehe... hampir mirip ya pengucapannya ya? kalau gajah = eliven bacanya, kalau angka 11 = ileven ... "






NGGAK NYAMBUNG


1


Kemarin siang Kira mendatangi mama yang sedang menyetrika di kamar,
"Ma.... Kila-nya lagi sedih...."
"Sedih...? Kenapa anak mama sedih?"
"Soalnya Kila nggak punya palpot!"
"Nggak punya pasport? Ada kok... mama simpan di lemari. Memangnya Kira perlu pasport buat apa, sayang?"
"...." garuk-garuk kepala .."..buat jahit baju!!"
"???"

Kira melengos pergi sambil nyengir dan kembali baca buku di pojok kamar sama Ziya. Maksudnya jahit bajunya di jakarta gitu ya, 'Nak? hehehehe



2


Ziya sedang jalan bolak-balik kamar-ruang tamu-dapur-kamar sambil memegang hp mama di telinganya. Kemudian memanggil mama yang sedang beresin tempat tidur,
"Ma....mama lagi ngapain?"
"Lagi beresin tempat tidur, sayang.."lalu Ziya kembali serius menelpon,
"Halo bunda?..iya,..ini saya! Mama? mama lagi belesin kamal.." Ziya menurunkan hpnya dan berbisik ke mama, "..Ziya lagi telpon Bunda..."
"..Bunda? Bunda siapa sih?Asyik banget nelponnya.."
"Itu lho ma.....bundaaaaa..."
"Bunda siapa?"
"..bundaa.....topi saya bunda!! ?(judul lagu anak2 Indonesia: Topi Saya Bundar)"
"???"

Kok para bidadari mama bisaaaa aja njawabnya tiap ditanya ya hihihihi...



3


Mama sering ngintip dan nguping kalau Kira-Ziya lagi ngobrol berdua. Seperti kali itu, Kira-Ziya sedang mewarnai. Tiba-tiba pensil krayon yang dipegang Ziya patah.
"Yaah.. pataahhhh!" Ziya memperhatikan krayon yang terbelah dua di tangannya. Kira di sebelahnya lantas serius berbicara seperti hendak menasihati,
"..patah ya, Ziya? Patah itu altinya(artinya).....altinya nggak nulut mama papa!"
"????"

Mama yang tadinya pura-pura nggak denger sambil nyiang sayur merasa harus turun tangan masuk kamar dan menjelaskan bahwa "patah" itu artinya bla bla bla,.. dan nggak nurut mama papa itu maksudnya bla bla bla... hehehehe...

Kira-Ziya semakin pandai menggabung-gabungkan kalimat dan ungkapan, tapi ya itu kadang masih terbalik-balik atau malah nggak nyambung. Lucu aja karena tiap kali mengucapkannya wajah mereka serius dan yakin...hehehe,..jadi mama kudu sigap juga kalau harus ada tindakan emergency menjelaskan dengan ringkas dan jelas supaya Kira-Ziya nggak terlanjur salah memahaminya.Deuuu... bidadari-bidadari mama papa udah gedeee...



4

Kira dan Ziya kalau duah berantem biasanya bisa sampai gigit-gigitan kalau mama nggak buru-buru melerai. Pernah Ziya tahu-tahu berteriak karena digigit Kira. Mungkin gemes aja dia. Tapi mama jadi pingin ketawa denger alasannya meski akhirnya ditahan karena nggak mau Kira berpikir apa yang dilakukan itu lucu.

"Kenapa Kira gigit tangan Ziya?"
"Kalena... kalena Ziya tangannya gatal !!" Kata Kira sambil menunjuk tangan Ziya yang merah
"???"
"Enggaaaakkkk!!!! Uhuhuhu!" Ziya lanjut nangis lagi. Mama harus menenangkan dulu.
"Ini yang sakit ya, Ziya? Udah jangan nangis lagi ya, yuk kita kasih minyak tawon. "
Eh Kira nyambung,
"Iya Ziya jangan nangis dooong, Ziya! Nanti ail matanya keling lho!(nanti air matanya kering lho)"
Gubraakkk! Kira malah balik menenangkan Ziya yang jadi tambah meraung-raung karena kesal.
"Kira, ayo minta maaf sama Ziya. Coba lihat, tangan Ziya luka. Pasti sakit.. Ziya nangis karena sakit. Gimana rasanya kalau Kira yang digigit? Mau nggak?"
"Nggak mau!"
Kalau sudah begitu Kira biasanya mau deketin Ziya yang justru kabur memeluk mama. Ronde berikutnya mereka kejar-kejaran dan kali ini Kira yang teriak,
"Maaaa....! Uhuhuhuhu.. Kila kan mau peluk Ziyaaaaa..."
"Ziya,.. tuh, Kira mau minta maaf,.."
"Nggak mauu!!!" Ziya meninggalkan Kira yang gantian tersedu-sedu.

Aduuuh,.. mama kudu gimana yaaa...hehehe. Ini nih serunya punya anak kembar...







Thursday, January 03, 2008


JAKARTA, HERE WE COME!

Ok, cerita tentang liburan di Jakarta seminggu setelah Lebaran lalu (20-24 Oktober 2007) baru sempat mama sampaikan sekarang nih. Nggak apa ya,...maklum deh, sejak balik dari Jakarta itu baru akhir-akhir ini lagi mama bisa punya waktu lebih santai ngecek email dan ngisi blog. Pasalnya, mama nggak lagi punya asisten yang bisa bantu beresin rumah dan sebagainya. Jadi semua dikerjakan sendiri dan bahu membahu dengan papa untuk hal yang bisa dilakukan bersama.

Mama bersyukur dan merasa sangat beruntung karena papa selalu siap sedia bantu mama beresin berantakan mainan Kira-Ziya, nemenin Kira-Ziya kalau lagi libur ngantor supaya mama bisa masak di dapur, papa bahkan lebih sering mengambil alih tangkai pel secara otomatis kalau lihat mama selesai nyapu dan mulai siap-siap ngepel. Kalau mama udah teler biasanya papa akan menyibukkan Kira-Ziya supaya nggak nempel terus sama mama sehingga mama bisa tidur sebentar hehehe... makasih ya, pa... untuk semua pengertian, perhatian dan apa yang kita lalui bersama. You are a gift! Thank God I have you! I love you!

Nah, ceritanya memang seru banget. Bingung juga mau bawa oleh-oleh apa waktu pulang ke Jakarta. Untung mbak Evi temen mama di milis indokl-woman ngasih beberapa masukan dan ide. Akhirnya kita bawa oleh-oleh coklat Beryl's yang khas dengan filling fresh durian, coklat rasa chilli yang baru dipromosikan, coklat yang kalau digigit crunchy dan unik karena ada biji kopi-nya dan yang paling beken ya coklat rasa tiramisu (dan variasi isinya: almond, stroberi, mint, green tea). Selain itu apa lagi kalau bukan beberapa bungkus teh tarik dan white coffee tarik. Jadi semuanya makanan ya? Hehehe,.. soalnya kalau oleh-oleh sepatu, baju, tas dan perlengkapan lain rasanya nggak jauh berbeda dengan di Indonesia, malah mama lebih tahu nyari seluk-beluk barang-barang seperti itu yang paling ok di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta huehehehe...

So, kita pulang beramai-ramai naik pesawat. Sebelumnya opa-oma-mimi udah punya tiket sendiri, lalu kita ber-4 menyesuaikan dengan penerbangan yang sama.

Setibanya di Jakarta, kita menuju rumah Opa-Oma di Kalimalang. Hal yang paling pertama ingin mama lakukan adalah  duduk di 'mantan' kamar mama yang sekarang udah dijadikan Oma sebagai kamar bermain dan perpustakaan. 

Apa yang pertama kali dilakukan para bidadari mama-papa setibanya di rumah? Nyapu! Iya... nyapu! Hehehehe.. Kira-Ziya punya sapu khusus yang tangkainya udah dipotong Opa-Oma sehingga kalau mama atau mak Apsoh lagi nyapu nggak berebutan lagi... Sapu-sapu itu memang ditinggalkan di Cirendeu. Ya repot jugalah bungkusinnya kalau mau dibawa terbang hehehe...










Rencananya datang Sabtu pagi dan kembali ke KL Rabu siang. Papa belum punya banyak waktu cuti. Begitu datang kita disambut oleh Eyang dan Mak Apsoh, nggak lama kemudian datang nenek Jauhari dan para tetangga. Kira-Ziya langsung bermain di kamar eyang. Awalnya sempat malu-malu, tapi begitu mulai merasa nyaman para bidadari tanpa dikomando bikin rumah jadi nggak pernah rapi dan sepi seperti biasanya hihihihi.Hari Minggu kita semua berkumpul di rumah Pakde Anto dan keluarga di Depok. Semua lengkap: Pakde Anto-Bude Devi-Kakak Hafian-Kakak Hana, Bude Dewi-Pakde Agus-Mbak Alya-Mbak Ghina, Om Heru-Tante Mirna (sayang adik Abim yang masih bayi nggak ikut), Kita sekeluarga dan Eyang. Alhamdulillah senangnya bisa ketemu semua keluarga besar.
Selama di Jakarta, senang juga bisa ketemu Mak Apsoh, nenek Jauhari, dan para tetangga kita. Kalau hari cerah Kira-Ziya senang banget main di pekarangan. Sempat juga diajak papa main seluncuran di selasar Pondok Indah Mall. Sempat hujan deras dan banjir jalanan di depan rumah. Paling senang karena mama bisa memanggang maccaroni schottel favorit kita semua di oven tercinta!

Hari Senin mama mengurus beberapa hal di bank. Berhubung perlu meninggalkan Kira-Ziya cukup lama, mama jadi harus memanggil Oma untuk menemani di rumah. Dengan kehadiran Oma dan Eyang mama yakin deh insyaallah semua terkendali dan mama bisa konsentrasi membereskan beberapa hal hari itu.Hari Selasa mama bertemu teman sekantor mama dulu di gedung BEJ, Tante Dina. 

Setelahnya lanjut ketemu tante Murni, salah satu sahabat mama yang kantornya nggak terlalu jauh di gedung Manggala. Sayang nggak sempat ketemu sahabat-sahabat yang lain karena waktunya singkat sekali. Meski sebentar, Alhamdulillah rasanya bahagia bisa pulang ke Indonesia tercinta dan ngumpul bersama-sama...

Tapi... manusia memang hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan. Rabu itu terpaksa papa sendiri yang kembali ke Kuala Lumpur. Mama-Kira-Ziya harus tinggal di Jakarta karena sejak Senin Ziya kena cacar air, 2 minggu kemudian Kira ketularan dan sehari sebelum kita memutuskan bisa kembali ke KL, mama positif kena cacar air juga!


Wednesday, January 02, 2008

IDUL ADHA BERSAMA EYANG


Seminggu setelah Idul Fitri pertengahan Oktober lalu, kita semua berlibur ke Jakarta, Indonesia. Tanah air tercinta yang sudah 4 bulan ditinggalkan. Rasanya kangeeeennnn banget dengan semuanya. Alhamdulillah perjalanan lancar sampai kembali lagi ke Kuala Lumpur, Malaysia. Nanti cerita lengkapnya mama rangkum deh ya. Sekarang mama mau cerita tentang Idul Adha dulu.

Kembali dari Jakarta, Eyang Kira-Ziya, mama-nya papa, ikut bersama kita ke KL. Kita semua tentu senang sekali. Asiknya, ketika Idul Adha akhir Desember lalu kita nggak sendiri sebab bisa merayakannya bersama Eyang.

Mama menyiapkan semuanya menjelang sore, malam Idul Adha. Tadinya mau mulai nanti saja ketika para bidadari mulai tidur malam. Tapi mama pikir, daripada nanti terburu-buru dan malah nggak beres, lebih baik dimulai nyicil dari sore. Sebtulnya hari itu mama minta tolong papa untuk beli santan di supermarket sepulang kantor, tapi ya nggak apa pakai yang ada aja dulu. Alhamdulillah mama kemudian ingat di salah satu bungkus ketupat instan yang pernah mama beli terselip bonus santan sebungkus! Alhamdulillah,..tinggal rendangnya aja nih yang nunggu kedatangan papa, soalnya daging masih belum ada di kulkas. Ketika sampai di rumah, ternyata papa lupa beli santan euy,.. mungkin papa udah kebanyakan titipan mama nih hehehe selain juga udah kecapekan pulang kerja dan acara kantor. Alhamdulillah masih ada sisa santan karena memang mama sisakan ketika membuat sayur buncis, khawatir santan kehabisan di supermarket. Well, syukurlah semua akhirnya bisa diatasi. Dan papa baru mama kasih tahu soal kelupaan beli santan setelah habis makan ketupat. Hehehe.. it's ok, dear, jadi juga makan ketupanya kaaan...mama malah merasa sedikit tertantang untuk tetap mewujudkan semuanya dengan apapun kondisinya karena memang udah niat dari awal..:-)

Menjelang malam, papa telpon. Rupanya baru ingat malam itu ada acara kantor di KLCC jadi pulang agak malam. Untung mama nggak nunggu-nunggu papa untuk mulai masak sejak sore.Tadinya kepikir kalau ada papa Kira-Ziya jadi lebih bisa dialihkan perhatiannya dari mama. Ya semua mungkin memang udah terkondisi dan berjalan begitu saja ya. Mama mulai aja semuanya pelan-pelan waktu itu. Udah nyicil aja mama akhirnya betul-betul selesai menyiapkan semua jam 2 malam! Maklum,.. diselingi sama interupsi Kira-Ziya tiap sebentar yang sepertinya nggak rela mama berada lama-lama di dapur nyiang buncis, motong-motong nenas-timun-wortel untuk acar segar dan sebagainya. Belum lagi tiap bentar pipis, tiap bentar berantem berdua, teriak sana-sini, hehehe,.. kalau udah gitu seperti biasa artinya 'freeze!', stop urusan dapur dan meluangkan waktu sebentar untuk beresin soal para bidadari manis yang udah makin pinter nyari perhatian dan bikin rumah rame hehehe.

Begitulah, mama langsung nyari akal untuk bikin para bidadari teralihkan dari minta gendong dan minta ditemenin baca buku. Kesempatan ngajak main masak-masakan. Mama ambil dengklek kecil dari gudang, membiarkan Kira-Ziya duduk sebentar memperhatikan. Yang ada tiap bentar nanya, itu apa, ma? mau diapakan? dipotong-potong ya? dipegang boleh? pisaunya tajam ya? diminta boleh? dimasukin plastik boleh? untuk apa itu? bahasa inggrisnya apa? yang itu gunting ya? nggak boleh dipegang ya? .....dan pertanyaan-pertanyaan ajaib selanjutnya hehehe. Beberapa buncis harus direlakan terbang bolak-balik dapur-kamar bermain. Ada yang dimasukkan ke plastik, ada yang dipotong-potong sama Kira-Ziya entah dengan apa, nggak apa,.. yang penting kita semua have fun! Nanti kalau besar bantu mama masak beneran ya kan? ya kan?ya nggak?..hehehe










Wuiiih,.. ternyata capek juga ya, punggung pegel, kaki pegel, semua pegel..tapi nggak terlalu dirasakanlah. Soalnya excited banget! Mama lagi semangat nih,. Ini kan kali pertama mama menyiapkan makanan hari raya sendiri buat keluarga tercinta. Maksudnya bener-bener tanpa asisten. Semua dimulai sendiri, pelan-pelan, ya dinikmati.. Setelah Kira-Ziya tidur, papa bangun menjelang tengah malam. Makasih udah nemenin ya, dear. I love you so much!

Menjelang jam 2 dini hari papa mulai rajin bolak-balik: dapur-ruang tv-cek internet-dapur-bikin kopi-nyari cemilan-nonton tv-cek internet-dapur lagi, dan seterusnya. Heran mama masak nggak selesai-selesai juga ya, dear?

" Udah selesai masaknya, sayang?"

" Belum.. rendangnya masih belum mantep nih,..bentaaaarrr lagiii,..papa udah ngantuk banget ya? nggak apa bobo aja..."

" Nggak mauuuu...mas dim mau nemenin iin...."

Owwww... you are so sweet...

" Makasih ya sayanggkuuuww, cintakuuuww....". I love to be accompanied. Seneengg banget ditemenin sampai semuanya selesai...

Dari hal kecil sampai penganan utama, akhirnya kelar menjelang dini hari. Alhamdulillah... leganya... Sebetulnya papa udah bilang nggak perlu terlalu repot, kan cuma kita ber-5 aja yang merayakannya di rumah. Tapi mama memang ingin coba buat sesuatu yang spesial,..boleh doong... meski jauh dari keluarga besar dan tanah air tercinta, kita tetap bisa menikmati apa yang biasa kita nikmati bersama...sekalian ngetes kemampuan mama bikin makanan hari raya niiiyy...

Nah, nggak sia-sia kaaan... besok paginya setelah Sholat Ied, kita semua menikmati ketupat lengkap seperti biasa,...Ayamnya memang bukan ayam goreng tapi ayam opor, mama pikir pasti papa udah kangen makan opor lebaran karena menu di keluarga papa biasanya kan sambal goreng+opor. Berhubung sampai detik terakhir nggak ketemu kerupuk kulit atau rambak, jadi mama nggak bikin sambal goreng deh. Setelah makan, Eyang bilang mama udah tambah pinter masak nih... hehehe.. suit suiiittt! ..deeuu ge-er lagiiiii....

Oma-Opa-mimi Nila di Jakarta aja mungkin nggak percaya pas mama telpon dan ceritakan...
Pagi itu Opa sms kira-kira gini, " hari ini kita makan ketupat, sayur buncis, ayam goreng, rendang.."
Oma juga sms, " mama lagi mau goreng risoles nih ..."

Mama pun balas sms, " sama doongg... tapi selain ketupat lengkap kami juga ada ketan plus serikaya dan opor ayam...nggak ketinggalan risoles dan martabak dong...hehehe"

Jawaban Opa dan Oma pas mama telpon, " wah,..canggiiiihhh...."
Cieee.. menu yang mama siapkan lebih lengkap dari Oma di Jakarta lho! hehehehe. Sipp nggak tuh! Tengkyu Oma untuk tips dan trik bikin rendang dan sayur ketupat lengkap, mama jadi agak rajin telpon menjelang persiapan untuk memastikan semua ok.

Hanya serikaya-nya masih bikin penasaran euy,.. pasti mama ada kesalahan teknik dikit nih... next time mau coba buat lagi ah,.. sampai mantep. Ziya dan Kira ternyata suka sekali makan ketan-nya. Nah, ini mama dapat dua teknik yang berbeda cara memasaknya. Versi pertama mama buat cara Oma, versi kedua mama buat cara Eyang. Soalnya setelah habis, Ziya besok-nya nanya lagi, " Ketannya mana? Ziya mau makan ketan aja maa..."

Well, cara Oma maupun Eyang hasilnya sama ok-nya, hanya beda tekniknya aja. Cihuyy lah!

Ini dia beberapa penganan kita hari itu,








Besoknya ketupat masih lumayan banyak, sayur buncis udah mulai sedikit. Serikaya masih ada, ketannya udah mama buat lagi. Hmmm...lihat-lihat isi lemari dapur, mama jadi punya ide untuk memberdayakan yang ada nih. So, jadilah menu besoknya ketoprak ala mama. Kenapa ala mama? soalnya selain bumbu kacang, bawang goreng, ketupat, bihun, tahu goreng, juga ditambah telur rebus dan iris tipis kol segar sebagai pengganti toge dan... acar! Hehehehe... Rasanya?
Coba aja bikin deh,..nggak susah bahan-bahannya kan...







Ok,.. mmmm.... seperti apa yang sering di teriakkan Dora dan Booth sahabatnya setiap kali selesai melakukan sesuatu: I did it! Yeah!