Sunday, March 30, 2008

BANTU MAMA DI DAPUR






Selama ini Kira-Ziya udah sering bantu mama di dapur lho..meskipun baru dapam taraf niat dan usaha hehehe.. alias hasilnya malah sebaliknya, mama yang malah lebih banyak bantu Kira-Ziya membereskan rumah karena sayur jadi bertebaran di mana-mana atau gula pasir dan teh yang berserakan di mana-mana :-)

Beberapa hal yang pernah kita lakukan bersama-sama antara lain: menumbuk pinggiran roti yang udah mama sangrai kering sebelumnya sehingga jadi bubuk tepung roti (buat melapisi risoles), membantu mama menghitung jumlah risoles dan popia, memecahkan buah pala dan keluwek untuk bikin sop dan rawon, menyiang bayam-kangkung-kacang panjang, mengocok gula dalam teh hangat, mengocok kopi buat papa, dan sebagainya.

Kemarin ini mama iseng nih, pingin bikin lontong alias ketupat praktis...yaaa variasi dikit lah,..selama ini kan makan nasi dan lauk-pauknya, lontong n the gank kan biasanya hanya hari spesial seperti lebaran...ceritanya bikin kejutan buat papa gicuuu...
Eh, persediaan di kulkas ternyata cuma ada serba sedikit. Baru inget memang mama belum beli sayur. Jadi mama jadikan satu deh buncis sedikit+labu siam sedikit+kacang panjang sedikit menjadi gulai nggak terlalu pedes untuk kuah lontongnya, bikin acar dengan wortel yang tinggal setengah dan timun yang tinggal setengah plus cabe rawit, sambel goreng ati-kentang, goreng ayam dan krupuk (nggak lupa kuah pecel-berhubunga nggak ada bumbu pecel yang kering, ya yang ada ajalah, bumbu pecel yang udah mama ramu dan simpen di kulkas sebagai stock). Mumpung Oma masih di sini, kesempatan mama belajar sampai mahir nih bikin ketan serikaya,..(meski hasilnya akhirnya masih belum mahir juga hihihihi)


Nah, kalau mama buka kulkas nih, biasanya Kira-Ziya ikut nongkrong di belakang dan samping mama,..daripada para bidadari semakin penasaran dan semakin heboh kalau nggak diijinkan berpartisipasi, mama ajaklah Kira-Ziya 'membantu mama' seperti biasa. Yuk, nak, kita main masak-masakan...!

Mama siapkan dua buah tempat yang isinya lengkap masing-masing: ada buncis, kacang panjang, labu siam, bahkan daun sup dan apa aja yang bisa mama temukan untuk bahan masakan para bidadari. Sambil mama masak di dapur, Kira-Ziya masak juga di kamar bermain di seberang dapur.

Itu sayur diputer-puter, diulek, dipencet, digosok-gosokkan ke piring mainan, dipotong-potong pakai pisau mainan, pakai pensil warna, dan pakai benda apa saja yang bikin penasaran, lalu pura-pura saling menyuapkan, termasuk menyuapkan mama, oma, mickey mouse, pooh dan moni.

Lucu deh memperhatikan bagaimana para bidadari memasak sambil nggak berhenti ngobrol berdua, ada aja yang bisa bikin mama masak sambil senyum hihihi:
"Kira-Ziya lagi masak apa?", sesekali mama iseng ngintip
"Masak sayul sawi dan toge!"
"Ooo,..sudah pakai garam?"
"Sudah,..pakai galam sedikit, pakai gula juga sedikit..", kata Kira
"Siip! Pasti syedaapp.."

Pinterrr... Kira-Ziya inget dan memperhatikan ternyata kalau selama ini main masak-masakan mama sering bilang tambah garam sedikit,..tambah bumbu ini sedikit,..itu sedikit...dan kelihatannya cara memotong dan memegang pisaunya juga udah mulai bener lho..


"Kilaaa! Awas jangan dekat-dekat, nanti kepelciiikkk (kepercik) minyaknya panas!", Ziya ingat kalau mama lagi goreng sesuatu pasti melarang para bidadari dekat-dekat dapur

"Ini Kila,.. coba deh,.. dimakan,..", Ziya pura-pura menyuapi Kira
"Hmmm enak,.." Kira pura-pura makan
"Jangan benelan(beneran), Kila!..Ini kan belum masak! Jadi makannya pula-pula aja,.."
Huehehehehe,..


Mama biarkan Kira-Ziya sampai puas main masak-masakan,.. lalu mama dengar lagi para bidadari ngobrol berdua,
"Kalau sudah besal, Kila-Ziya nanti kan bantu mama masak benelan, pakai pisau benelan,.."
"Iya,.. yang ini kan pula-pula, pakai pisau anak kecil kalena kita masih kecil..."


Anyway, Ini nih hasil cemplang-cemplung dan icip-icip feeling so good mama kemarin itu,
Lontong lengkap mama,


sambel goreng ati,


Ketan serikaya mama,


Mantebbb nggak, 'Pa?

Kira-Ziya seperti biasa langsung ludes menyerbu ketan, nggak puas pakai sendok lanjut pakai tangan euy.. Ohya, kali ini selain lontongnya, Ziya juga mulai suka kuah gulai yang memang mama buat nggak terlalu pedas itu. Sip deh...Slllrrruuuppppp!
GELANG DAN JAM KERTAS PAPA


Kesempatan bermain dengan Kira-Ziya bisa kapan saja. Tadi pagi sebelum semuanya mandi dan jalan pagi keliling kompleks condominium, papa membuatkan Kira-Ziya masing-masing sebuah gelang kertas dari brosur. Gelang-gelang ini dibuat papa sambil nonton TV dan duduk-duduk santai sementara mama jemur pakaian. Kira-Ziya seneng banget, langsung dipakai deh..

Hari ini rencananya kita mau ketemu Om Dista, Om Ando dan Tante Yunzi di Sunway Pyramid Mall. Sambil manasin rendang di kompor + cuci piring, mama ngajak papa ngobrol sebentar soal perkembangan Kira-Ziya dan apa aja yang asik untuk diobrolin.
"Ooo.."
"Hmm.."
"Gitu.."
"Hmm.."
"Ooo.."

Eh, selesai ngalor-ngidul dan nyuci, mama baru sadar komentar papa kok hmm-hmm-hmm aja sih..pas mama noleh ke belakang, rupanya sambil dengerin mama, dari tadi papa asik bersandar di meja dapur sambil megang gunting dan gelang kertas yang tadi pagi itu.

"Bikin apa sih, 'Pa?"
"Hehehehe..."
Ooooalaaa... ternyata papa bikin detail-detailnya! Sebelum berkali-kali mama ingetin untuk segera mandi karena taksi langganan kita sudah akan datang, papa pindah ke kamar bermain para bidadari dan asik mengerjakannya.

Eh, papa juga sempat buatkan jam tangan kertas buat Ziya lho (yang buat Kira msih belum selesai detailnya tapi waktu keburu habis dan kita harus berangkat, besok mama bantu buat selesaikan sisanya deh ya).


Ini gelang Kira dengan huruf K kembar dan pernak-perniknya,

Ini gelang Ziya dengan huruf Z kembar dan pernak-perniknya,

Ini Jam tangan kertas Ziya,

Ini dia hasil prakarya papa kita tercinta, canggih duuoonggg...detailnya itu lho,..aduh, mama kayaknya kalah telaten deh ..hehehe
Tuh, lihat gayanya Ziya dan Kira ..

Sambil nunggu papa selesai, selain membantu ini-itu, apa lagi yang dilakukan Kira-Ziya?
Ini dia...
Kira menempel beberapa kertas lipat ke atas gambar watermelon di poster tentang shapes.

"Ma...! Lihat nih,.."
"Lho,..kenapa ditempel di situ, Kira sayangkuwww?", mama mulai gatel protes dan gatel melotot
"Kila tempel di situ kalena,..kalena,..Kila mau belajal!" Kira menatap mama sambil senyum puas
"Oooo... Kira mau belajaar.. ok deh, bentuk apa yang ditempel itu?"
"Lektangel (rectangle)!"
"Good..."
Mama nggak jadi ngeluarin tanduk deh karena seneng sama jawaban "mau belajar"-nya Kira heehehe..

Sementara Ziya, asik dengan kertas kosong, glue stick dan hamburan potongan-potongan kertas warna-warni yang sengaja dikumpulkan selama ini di dalam kotak plastik. Ini kota ajaib yang nggak hanya bisa bikin suasana rumah 'berantakan-nggak karuan-sampai susyahh beresinnya' tapi juga bikin suasana hati para bidadari 'berlompatan-nggak karuan-saking senang bin hepi-nya' main tempel menempel sana-sini :-)

Main sama papa selalu adaaa aja idenya dan mengasyikkan ya,..makasih papa sayanggggg!Muuuaahhhh!

Thursday, March 27, 2008

PERTANYAAN SULIT




Kira-Ziya sudah mulai kritis bertanya. Sambil dibacakan buku, ada saja yang bikin para bidadari penasaran. Berikut ini beberapa pertanyaan sulit yang kadang bikin mama bengong, garuk-garuk, puyeng tujuh keliling mencari dan mengarang jawabannya. Ini jenis pertanyaan yang ditanya terus dan terus setiap kali baca cerita yang sama besok-besoknya pun sampai sekarang...:-)

1.



"Ma..lagi ngapain ini elangnya?", tanya Kira
"Lagi mencengkeram lamb buat dimakan, nak"
"Kenapa dicakal (dicakar)? Jangaaan buluuuunggg....! kasihan, nanti sakit little lambnyaaaa....!", Kira kelihatan cemas
"Burung elang makannya memang anak kambing, nak, seperti Kira-Ziya makannya ayam kan...", mama berusaha menenangkan

"Iya, tapi kan Kila-Ziya makannya ayam goleeeenggggg....", jawab Ziya

Jedugggzzz..! bener juga sih,..bisa aja lagi njawabnya...
"Iya, kalau kita manusia, makanannya disembelih dulu dengan baca Bismillah..., kalau burung memang ditakdirkan Allah makan begitu saja nak, nggak pakai disembelih dan digoreng dulu,..itu bedanya manusia dengan hewan.."
" Iya,..tapi jangan dicakalllll,..kasihaaaannn....."


Karena nggak menemukan jawaban yang bisa bikin puas para bidadari, biasanya mama alihkan aja ke dongeng berikutnya.






2.



"Ma, auntie-nya kenapa nggak pakai sendal?", tanya Ziya
"Iya, kalau main di luar kan harus pakai sendal ya, Ma?", tanya Kira
"Betul, sayang,..kalau main di pekarangan dan teras rumah kita harus pakai sendal biar nggak kotor, tapi gambar ini kan big bird dan teman-temannya sedang di lingkungan kolam renang. Berenang kan nggak boleh pakai sendal... ya nggak? Kira-Ziya kalau mau berenang kan biasanya lepas sendal di pinggir kolam renang..."
"O...iya ya..."



3.




" Yang lagi senam menghadap ke belakang ini siapa namanya ya, Ma? Kalau teman Elmo yang pakai tanduk kan namanya Gladys si cow, yang tanduknya kebalik dan walnanya pulpel (purple) ini siapa ya?"

"Hmmm.. yang jelas itu temen monsternya Elmo juga...namanyaaa...mmm... nanti kita tanya mimi Nila ya,..mungkin mimi tahu..."



Sampai sekarang mama masih nggak tahu namanya. Mimi udah pernah ditelpon dan ngasih info banyak soal nama-nama moster itu, mama juga udah coba cari di internet, tapi yang warna ungu bertanduk kebalik itu dan wajahnya nggak ketahuan itu (karena hanya belakangnya yang kelihatan di gambar) ya nggak ada infonya euy,..help,..!




4.




" Yang di belakang Big bild (big bird) lagi bobo itu namanya siapa ya, Ma? Kayaknya bukan monstel (monster)..."
"Iya, kayaknya duck ya.."
"Bukan,..kayaknya bild juga tapi yang kecil,...bukan yang big...namanya siapa yaa...?"
"Nanti mama coba cari informasinya ya, sayang, dalam cerita ini memang nggak disebutkan siapa namanya, tapi kita tau dia temennya big bird kan ya..."
" Iya.. nanti kita tanya mimi nila lagi ya?"


Besok-besoknya Ziya atau Kira giliran pinjem telpon mama untuk pura-pura telpon,
" Lagi telpon siapa, Ziya?"
" Mimi Nila,..nanya temennya big bild..."
" Ooo.. terus, mimi bilang siapa namanya?"
" Mimi juga nggak tau katanya,..mimi lagi libul di bandung.."


Haaa??? Kok bisa sih ngarangnya sampai detail gitu, libur di Bandung? Ke Bandung aja belum pernah lho padahal nih para bidadari,..









5.






" Yang di samping-samping cindelela siapa ya ma?"
" Teman-temannya pangeran dan cinderella"
" Lagi ngapain?"
" Lagi lihat pangeran berdansa sama cinderella"
" Siapa aja namanya ya, Ma?"
" Namanya? Hmmm....nggak disebutkan di dalam buku ini, nak,.."
" Mama nggak tahu ya? Siapa yang tau ya?"
" Gimana kalau Ziya dan Kira aja yang kasih nama? Maunya namanya siapa?"
" Ziya nggak tau namanya,..namanya siapa itu yaaaa?"
" Mungkin puteri Kira dan puteri Ziya.."
" Bukaaann..."
" Atau puteri Ani, Mona, Tini, Nisa..."
" Bukaaann,..Ziya nggak tahu, mama nggak tahu,...kita nggak tau siapa itu namanyaaa..."



Hmmm...hmmm...hmmmmm....pinter,... jadi memang kadang nggak perlu ngarang,..cukup alasannya ya kita nggak pernah tau namanya karena nggak ada di buku,..hehehe






6.



" Ma,.. ini celitanya lagu apa?"
" Lagu Little Miss Muffet"
" Gimana ini nyanyinya?"
" Mama belum tahu nak,..gini deh, Ziya bobo dulu, nanti mama pelajari lagunya dan cari tahu gimana nyanyiinnya, biar besok pagi kita bisa nyanyi sama-sama ya..."
" Nggak mau,..gimana ini nyanyinya?"
" Mama harus pelajari dulu, Nak,..besok kita titip papa cariin VCD lagunya di KLCC ya?"
" Iya,..tapi gimana nyanyinyaaa?"
" Udah malam, Kira udah bobo,..papa udah bobo, semua udah bobo...mama udah ngantuk,.."
" Mama nggak tau gimana nyanyinya ? Nanti mama belajar dulu ya! Balu kasih tau Ziya.."

Baru Ziya bersedia berangkat tidur dan mama seharian besoknya nyaris putus asa karena papa telpon nggak menemukan CD maupun VCDnya di Kinokuniya maupun toko CD, tapi mama tetep semangat ngubek-ngubek internet, eh, nemu di you tube deh.. Alhamdulillah dapet tuh salah satu nursery rythm.. dan tiap kali buka buku itu sampai sekarang masih aja ditanya gimana nyanyinya, tapi mama udah bisa nyanyiin dan Ziya bisa senyum dengernya sambil bilang, " Mama udah belajar yaaaa...hehehe"




7.
" Lho, Kok kakeknya sambil makan nggak pake baju, Ma?"
" Iya ya,..kenapa ya,..mungkin kepanasan kali jadi hanya pakai singlet? Menurut Ziya kenapa?"
" Iya ya,.. kenapa ya,.. 'Nggak boleh, Kakeeeekkk,..nanti masuk angin,..!'.."
" Itu tangan kakeknya diapain?"
" Namanya tato nak..digambarin bentuk jangkar kapal"
" Nggak boleeeeehhh,..kan nanti tangannya kotooooolll ya kan ma?"
" Pinter....Nanti kalau ketemu kakek yang pakai tato, Kira ingetin ya.."
" Iya!"


8.




" Kenapa ini gingel bled man (ginger brad man)-nya?"
" Terjun ke mulut serigala"
" Seligalanya kok begitu sih?"
" Iya, ceritanya kan kue jahe itu minta tolong serigala tapi ternyata dimakan oleh serigala yang lapar itu.."
"Jaaaanggaaaaaannnnnnn....! Nggak boleh seligalaaa...nggak boleeeehhh..."


9.
" Lho,..kok kelincinya dolong-dolong (dorong-dorong) sih?"
" Iya, karena si Kitty tidur di kandangnya rabbit padahal Kitty kan punya kandang sendiri"
" Tapi kok didolong? Nggak boleh dolong-dolong kan ya, Ma? Jangan dolong dong, labit (rabbit)! Nanti jatuuuuhhhhh"
" Iya, pinter, seharusnya rabit ngomong baik-baik aja ya,..gini deh, nanti kalau ketemu rabbit, dan Kira lihat dia lagi dorong-dorong Kitty lagi, Kira yang ingetin ya"
"Iya,.." Kira tersenyum puas sambil mengangguk-angguk

Rupanya Kira ingat pesan mama kalau lagi main sama Ziya, "hati-hati mainnya, jangan dorong-dorong, nanti jatuh.."



10.
" Ma.. papanya sponge bob itu siapa yang pinjam ya?"
" Papanya ? Tuh kan ada papanya..."
" Bukaaann,..itu mamanya dan anaknya..yang satu lagi juga mamanya dan anaknya yang lagi Ziya gendong,... papanya kemana? Siapa yang pinjam?"
" Siapa yaa... toko yang jualnya yang pinjam kali ya,.."
" Bukaaannnn...mimi Nila kali yang pinjam,..nanti Ziya tanya sama mimi deh,.."
Dan Ziya lanjut lagi main sama kira..

11.
"Ma, itu baby mickey dan minnie di mana tangan satu laginya?", Ziya tanya tentang gambar yang ada di dinding kamar

"Tangannya?"

"Iyaa..itu,...kok cuma ada satu?"

"Ooo.. tangan satu-nya ada di sampingnya, nggak kelihatan, kan posisi duduknya begini nih..", mama mencontohkan di lantai

"Ooo... Nggak kelihatan ya,..tapi tangannya ada dua kan?"

"Iya,..coba Ziya duduk begitu, terus mama foto dari sisi sini,..nah, sama kan,..tangan Ziya yang kelihatan cuma satu, karena yang satu lagi di samping..."

Aduh, nak,.. menghadapi pertanyaan-pertanyaan ajaib itu mama kadang ngerasa seperti ujian di sekolah deh, harus siap dengan jawaban yang memuaskan atau manuver ngarang yang super ajaib juga, kalau nggak ya ditanya terus dan terus oleh pengujinya,.. hehehe,..kayakya lebih heboh dari sidang Tugas Akhir mama yang judule Rumah Sakit Khusus Saraf neh,..itu mah mending kali yaaa walau sama bikin puyengnya, bisa studi banding secara nyata ke pusat-pusat rehabilitasi dan rumah sakit, bisa dibaca dan dipelajari melalui research dari karya-karya arsitek yang biasa mengerjakan healthcare, bisa wawancara langsung sama narasumbernya,.. lha yang ini, nggak pakai belajar dulu langsung ujian dengan pertanyaan2 canggih euy,..mana mama kudu masuk ke dunia dongeng dulu alias kagak ade studi kasus atau contoh pertanyaannye di dunia nyata neh, udah gitu kagak ade pula mentornye, eee,..tokoh-tokoh yang bisa ditanyain dalam ceritanye juga kagak pade bisa ngomong...huehehehe...


Wednesday, March 19, 2008

KALAU OMA PULANG KE JAKARTA NANTI...




Beberapa hari ini mama dapat bantuan tangan-tangan mungil dalam menjemur pakaian yang habis dicuci dan nyetrika. Nyetrika? Iya,..nyetrika baju beneran, tapi setrikaannya bohongan hehehe..

Yang mengharukan adalah celoteh para bidadari ketika mengerjakannya, dan hal ini udah diulangi beberapa kali kemarin-kemarin,

"Ziya-Kira lagi ngapain ?"
"Ziya lagi nyetrika baju."
"Ooo... pake apa tuh ?"
"Pake henpon mama."
"Kok pakai handphone? Kalau setrika kan biasanya mama pakai setrikaan?"
"Iya, mama kan setlika olang besal, kalau Ziya setlika buat anak-anak pake henpon.."
"Biar apa disetrika, 'Nak?"
"Bial kalau Oma nanti ke Jakalta, Ziya yang bantuin mama nyetlika..."
"Owwww..makasih sayang, I love you.."

Hehehe, nggak nyambung dot com pertanyaan dan jawabannya, tapi nggak masalah buat mama..Mama surprise juga melihat hasil lipatan baju Ziya (beberapa baju dan celana sengaja diruntuhkan para bidadari ke lantai--dengan manjat lemari --demi untuk dibuka, disetrika dan dilipat kembali ceritanya), meskipun mengikuti lipatan yang sudah ada, modifikasinya cukup rapi dan bisa langsung mama simpan di lemari tanpa harus banyak diperbaiki lho (disamping karena mama memang ingin menghargai hasil lipatannya, jadi nggak mama buka dan lipat ulang lagi melainkan langsung dari tangan Ziya mama masukkan lemari, dan memang layak demikian karena udah cukup ok).

Sorenya, ketika mama membawa sebagian terakhir baju dari mesin cuci untuk dijemur,
"Kira-Ziya lagi ngapain?"
"Lagi jemul-jemul..."
"Wah,..bantu mama ya?
"Iya!"
"Aduh,..mama seneng banget dibantuin anak-anak mama... kerjaan mama jadi ringan deh rasanya...makasih sayang....!"
"Kalau yang dibawah Kila bisa jemul, tapi kalau yang diatas Kila nggak sampai ..."
"Iya sini mama bantu ya,."
"Nanti.. kalau Oma ke Jakalta, Kila-Ziya yang bantu mama jemul-jemul kayak gini..."
"Owww... so sweet,...makasih sayang,.. mama-papa bangga punya Kira-Ziya yang selalu siap menolong... We love you so much!"

Hmmm.. speechless.
..mama jadi nggak sanggup bicara apa-apa selain mengamati dan menikmati momen, meskipun baju dan celana bertumpuk-tumpuk di satu bagian jemuran (di bagian kira bertumpuk celana-celana dan dibagian Ziya bertumpuk lemek, kain lap dan sebagainya), mama memilih untuk merenggangkannya sedikit saja, sekedar agar kebagian angin hingga bisa cukup kering..

sungguh, mama jadi kehilangan suara, 'Nak,.. tapi sebutir embun di sudut mata mama nggak bisa diajak kompromi untuk nggak bersuara euy..