Friday, June 13, 2008


FATHER'S DAY 2: BOX SERBAGUNA

Sejak kemarin Kira dan Ziya mengajak mama bikin box serbaguna untuk papa. Kira pernah melihatnya di salah satu majalah dan jadi ingat terus soal itu.
"Ma... Kila mau bikin box buat papa sepelti yang di majalah itu!"
" Iya, nanti ya, setelah mama selesai masak dan beres-beres,.. tanggung nih,.."
"Iya deh, Kila pikil-pikil (pikir-pikir) dulu ya, kita mau buatnya pakai apa ya? Kayaknya bisa pakai kaldus (kardus), 'Maaa!...Tapi kaldusnya di mana ya?"
"Nanti kita cari ya,.."

Karena sejak kemarin lusa mama repot di dapur, baru kemarin siang mama bisa menemani dan menepati janji untuk bikin prakarya sama-sama. Mama senang karena Kira dan Ziya sudah bisa bersabar. Para bidadari mama-papa memang anak-anak yang baik deh :-)

Setelah mengubek-ngubek dapur dan lemari harta karun kita, mama menemukan kotak tisu kosong, sisa kotak bakeri yang dulu kita jadikan kartu beberapa bagiannya, sedotan dan sebagainya.
Yuk, kita mulai. Kotak tisu akan kita tempel dengan gambar sesuai keinginan. Kira ingin kotak itu dihias dengan gambar mobil. Bentuk mobil dibuat dari sisi kotak bakeri yang yang berwarna hijau dan oranye. Roda dibuat dari kertas HVS, jendelanya dari kertas berwarna. Kira menempelkan semua roda yang mama buat, jadi mobil itu punya roda nggak cuma empat melainkan enam hehehe..
Sedangkan Ziya ingin gambar kapal. Sisa kotak bakeri itu bisa dimanfaatkan bagian depan yang ada gambar topi chef-nya. Mama gunting bentuk badan kapal lalu tempel pada gambar tersebut dengan menyisakan bagian yang bisa dijadikan kepala kapal, jadi deh, nggak perlu digambar lagi kan.. Ombaknya mama buat dari potongan mahkota karton warna silver. Jendelanya dari kertas berwarna, ditempel sesuai keinginan Ziya.Para bidadari sudah punya kreatiitas sendiri dalam tata letak tempel menempel, mama hanya mengarahkannya saja sesekali (sekarang malah udah sering nggak pingin diarahkan sebab mereka merasa sudah tahu mau melakukan apa jadi mama senang karena dengan demikian eksplorasi imajinasi dan keterampilan para bidadari bisa lebih terasah). Lem yang belepotan, potongan-potongan kertas yang berantakan, selotip yang nyangkut di lantai-lemari-dinding, dan seluruh kehebohannya, well,..mama tutup mata aja deh hehehehe,..ya namanya juga lagi nge-bengkel, wajar ajalah betebaran dan berantakan, ya nggak?

Ini dia hasilnya, yang ini box kapal-nya Ziya. Setelah selesai Ziya menempelnya di pintu kamar(yang nggak pernah bebas coretan itu),

" Box ini untuk apa ya kira-kira, Ziya?"
" Untuk tempat kopi papa, tempat boneka dan tempat buku! Eh, selotipnya kurang, 'Ma..tolong potongin lagi ya...",
Yang ini box mobil-nya Kira. Kalau menurut Kira box serbaguna ini buat apa ya?
"Buat tempat kacamata papa !" ,

Masing-masing kita buatkan tulisan "The best daddy in the world!" dan " U R my hero!", di atas plastik bungkus diaper, begitu juga rumbai-rumbainya, dan ditempel pada tangkai sedotan.
Papa pasti seneng dong menerimanya kemarin sore..
Happy father's day, Papa sayang! You really are our hero!

FATHER'S DAY 1 : KARTU


Kalau bulan Mei dirayakan sebagai hari ibu (dan hari guru) di KL, maka bulan juni ini dirayakan sebagai hari bapak. Di berbagai majalah anak-anak, TV dan koran, tema hari ibu dan hari bapak selalu dimunculkan.

Ketika papa membawakan sebuah majalah, Kira-Ziya melihat satu halaman yang bisa dijadikan inspirasi kartu buat papa.
"Ma...! Ini kayaknya bisa dijadiin prakalya (prakarya) nih,..! Mungkin kaltu (kartu) ya,..?" Ketika mama baca petunjukkan nggak terlalu jelas, jadi ya mama bikin sesuai kreatifitas kita aja.Gambar-gambar yang ada mama gunting sesuai bentuknya demikian juga tulisan-tulisannya, lalu mama ambil kota kardus bekas bungkus bakeri di dapur dan memotong dua bagiannya menjadi alas kartu warna hijau dan oranye.

Sisanya seperti biasa melibatkan para bidadari.
Mama hanya mengarahkan dan bertanya, sementara kreatifitas di mana posisi menempel mama serahkan kepada Kira dan Ziya. Hasilnya ok lho,..apalagi ketika mama minta Kira-Ziya menuliskan inisial nama masing-masing di bagian khusus. Untuk tulisan "PAPA" (Ziya) dan "PAPI"(sesuai keinginan Kira) mama bantu memegang tangan Kira-Ziya untuk menuliskannya. Tapi inisial huruf "Z" dan "K" ditulis sendiri oleh para bidadari!
Perlu mama catat nih kemajuan ini, bahwa Ziya sudah bisa menulis sendiri inisial namanya sejak 2 bulan yang lalu, sedang Kira sejak 1 bulan yang lalu, meskipun belum betul-betul tepat bentuknya tapi sudah mengarah ke situlah (hurur 'Z'-nya kadang masih disambung dengan garis lain di atasnya, kadang mirip angka 2, kadang bisa persis seperti huruf Z. Sementara huruf 'K'-nya Kira masih agak lebih mirip huruf F tapi posisi 2 garis horizontalnya udah di tengah-tengah bukan di atas, sesekali pernah juga sangat mirip huruf K). Mama nggak perna meminta atau memaksa mereka belajar menulis lho, melainkan Ziya yang minta diajarkan sendiri waktu itu dan setiap hari di setiap sudut (termasuk kertas, buku, dinding dan meja) Ziya berlatih sendiri menulis inisial namanya. Begitu pula Kira. Alhamdulillah, mama seneng karena Kira-Ziya udah tambah pintar :-)


Ini kartu buatan Kira (tata letak gambar-gambar itu diatur sendiri oleh Kira lho),

Ini buatan Ziya(juga mengatur sendiri apa yang mau ditempel dan minta mama menggunting gambar apa yang ingin diambil dari majalah itu),

Setiap kali membuat prakarya biasanya ada aja ide kreatif Kira-Ziya termasuk kali ini. Tau-tau salah satu dinding (yang penuh grafiti warna-warni itu) udah ditempeli tulisan "daddy" plus gambar kopor di sampingnya oleh entah siapa hehehe..

Begitu papa pulang kantor, kartu-kartu itu langsung diberikan buat papa. We love you, daddy!
KERETA GANDENG KOTAK TISU

Sedianya kota tisu yang sudah bertumpuk-tumpuk ini akan mama gunakan untuk wadah kerudung mama di lemari, biar rapi sedikitlah. Eh, begitu melihat mama pegang gunting, selotip dan perlengkapan lainnya, Kira-Ziya malah ngajak mama bikin prakarya dan nggak rela mama mendayagunakan kotak-kotak itu untuk keperluan pribadi hehehe.

Akhirnya kotak tisu itu mama sulap jadi kereta-keretaan deh.

Caranya simpel aja, lipat ke dalam bagian atas yang udah digunting sebelumnya, rekatkan dengan stepler lalu lapisi selotip biar aman dan nggak melukai kalau kena tangan. Berikutnya buat dari kertas HVS putih (biar mudah dilipat-lipat sehingga bisa bikin lingkaran rodanya sekaligus banyak). Lubangi dengan tali dan hubungkan dengan satu lagi kotak tisu sehingga jadi kereta gandeng. Beri tali cukup panjang dibagian depan agar mudah ditarik ke mana-mana. Dan yang penting juga adalah memberi inisial nama masing-masing supaya nggak perlu rebutan dan bingung mencari-cari.

Buat para bidadari, kereta ini bisa dimuati berbagai macam hal mulai dari tas kecil, bola, boneka, buku, berbagai macam kotak plastik dapur mama, botol minum dan mainan.

"Kenapa berhenti sayang? Ceritanya lagi mau ngapain ?", tanya mama melihat Ziya dan Kira tiba-tiba berhenti menarik kereta.
"Kasihan si pooh haus kayaknya, Ziya mau kasih minum dulu.", ujar Ziya seraya mendekatkan botol minumnya ke mulut boneka teddy bear.

"Moni lapel (laper), 'Ma. Kila mau masakin bubul (bubur) dulu..", Kira lari ke kamar mencari-cari panci dan sendok mainan untuk memasak bubur si Moni.

"Ooo.. begitu,.. ok deh, kalau jalan lagi hati-hati ya,..ingat, look both way when you cross the street. Jangan lupa juga perhatikan traffic light seperti lagu yang biasa kita nyanyikan ya,..", ucap mama sebelum lanjut megang panci dan piring di dapur.

"Ok!" Kira dan Ziya menjawab kompak sambil nyengir.
KEBUN MAMA SEKARANG


Ingat dengan kebun kecil di teras belakang yang dulu pernah mama ceritakan sedikit?

Nah, bibit-bibit pepaya itu sudah menjelma pohon cukup tinggi lho. Demikian juga dengan sekumpulan kencur, lengkuas, jahe, jeruk, bawang, cabe, sekarang ditambah tunas pohon kundak(sejenis mangga kecil-kecil sebesar ibu jari yang berwarna kuning, rasanya manis, ada di KL kalau lagi musimnya aja) dan tunas pohon daun salam serta kemangi.



Daun salam dan kemangi memang mama pesan khusus dan berhasil dibawa eyang+bude dewi ketika ke mari sebulan yang lalu. Semoga bisa hidup dan tumbuh subur ya :-)

Para bidadari senang main di teras, menghirup udara segar dan mendengar cerita mama (yang mungkin sebetulnya belum betul-betul mereka pahami) tentang macam-macam bibit yang mama tanam. Itu pohon apa ma? Kok begitu? Boleh dimakan nggak? Boleh dipetik?Ada bunganyakah? Dan sederet pertanyaan seperti biasa yang selalu harus dijawab karena kalau nggak akan nggak putus-putus diluncurkan hehehe...
PUTERI-PUTERI DUYUNG MAMA


Nah, begini nih kalau mama nggak juga berhasil membuatkan ekor puteri duyung sampai saat ini (ide dair mimi nila dan tante winna sih udah sempat kepikiran, tapi belum sempat aja menindaklanjutinya, tapi,.. anyway, pesan spesial dengan sangat ke oma sih udah disampaikan, pssssttt... semoga oma masih punya kain perca dan waktu untuk menjahitkannya suatu saat nanti ya hehehe).

Kira-Ziya yang kreatif dan nggak pernah kehabisan akal selalu bisa ceria dengan sarung bantal sebagai pengganti ekornya :-)

"Awaaaaassss ada ikan hiuuuuuuuu!!!!" teriak Kira dan Ziya bersahut-sahutan sambil cekikikan dan berusaha sembunyi di balik bantal-bantal itu begitu melihat mama masuk kamar.
Yaa begitu deh,..sejurus kemudian Kira-Ziya minta mama melepaskan apron dapur sebentar dan ikut
main sebagai monster laut, buaya, raksasa, bajak laut dan terakhir jadi singa (singa? Lho apa hubungannya puteri duyung dengan singa? ya dihubung-hubungkan ajalah biar asik,..hehehe,.. )

Thursday, June 12, 2008

TEROPONG GELONDONG TISU GULUNG & EYE PATCH BAJAK LAUT


Gelondong tisu gulung, ini satu lagi harta karun yang lumayan banyak mama kumpulkan setiap kali tisu kamar mandi habis.

Sudah lama mikir mau dijadikan apa, kemarin ini kepikir menjadikannya binokular mainan alias teropong. Suatu saat pingin banget sih memberlikan teropong beneran yang bisa dijadikan teman mengamati langit malam dan seluruh keindahannya... mama jadi kangen ikut star party teman-teman Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ) nih yang ngumpul tiap 2 mingguan di planetarium, Cikini, untuk diskusi maupun mengamati langsung benda-benda angkasa itu. Apa kabar ya mereka...?

Anyway, mama beberapa hari sambil nyuci piring dan masak mikir gimana membuat dua buah gelondong itu stabil berdampingan. Akhirnya punya ide memasukkannya ke kotak sereal kecil dan ternyata memang pas plus mantap, setelah sebelumnya diselotip kuat berdampingan. Talinya menggunakan benang tebal nilon serba guna yang sengaja mama beli ketika kita belanja bulanan waktu itu.

Ini dia! Gaya nggak tuh? Udah serasa pengamat bintang beneran euy,...Ziya pakai masuk koper papa pula, biar seperti bajak laut katanya! Lho,.. jadi ini teropong bintang apa teropong bajak laut yak? Hehehehe...



Oh ya, karena sudah lama minta dibuatkan eye patch alias penutup mata seperti milik bajak laut yang dilihat di salah satu buku cerita, mama sempat buatkan juga dari bungkus spidol dan buku mewarnai yang pernah papa bawakan sebagai oleh-oleh setelah dinas ke luar kota. Tapi kayaknya sih gagal, soalnya nggak nyaman di pakai hehehe..yaahh,..namanya juga usaha,..belum ketemu gimana enaknya bikin penutup mata yang pas selain bingung bahan-bahannya...Besok-besoknya pernah juga mama buat eye patch dari kaos kaki bolong papa yang udah nggak dipakai. Kayaknya memang Kira-Ziya yang nggak betah bermata satu seperti bajak laut, aneh aja kali rasanya, jadi ya begitu deh, itu eye patch nggak pernah dipakai lagi setelah dicoba dan Kira-Ziya juga nggak pernah lagi nagih minta dibuatin eye patch ;-)



TAS KOTAK SEREAL

Berhubung mama punya banyak stok kotak sereal kecil-kecil, benda ini jadi andalah dalam berprakarya nih... Kira-Ziya kan mulai gede, lagi seneng-senengnya main ibu-ibu-an, main masak-masakan, main jalan-jalan ke mana gitu, jadi pasti seneng setiap kali dibuatin semacam tas, dompet atau sejenisnya. So kali itu ide mama adalah tas mungil yang bisa disandang di bahu, lumayan kan untuk menyimpan uang-uang kertas mainan, benda-benda mungil para bidadari dan apa saja.
Sederhananya, satu sisi atas kotak sereal yang sudah terbuka dilipat saja ke dalam, distepler dan diselotip biar aman (khawatir stepler membahayakan kalau kebetulan kena tangan pas keluar-masukin sesuatu ke dalam tas). Kemudian sisi kiri-kanan kotak dilubangi dan dimasukkan tali yang dibuat dari jalinan gelang karet (akibatnya persediaan gelang karet mama habis nih hehehe tapi nggak apa, mama senang Kira-Ziya hepi dan tali itu termasuk lumayan awet alias masih seperti bentuknya sediakala hingga sekarang sebab nggak mudah putus). Kira-Ziya senang banget dilibatkan dalam menjalin tali karet ini, karena penasaran kali ya.
Setelah jadi, mama pikir pasti lebih manis kalau sedikit dihias dengan rumbai-rumbai. Dibuat dari apa ya? Bongkar harta karun simpanan mana, eh ketemu bungkus diapers yang udah lama nggak diapa-apakan.Dipotong-potong sedikit, lalu tempel di sisi atasnya, nah lumayan kan untuk hiasannya. Sengaja nggak mama tampilkan warnanya melainkan bagian yang putih di dalamnya, soalnya khawatir jadi rame banget kelihatannya secara kotak serealnya juga udah rame gitu gambarnya.
Setelah diberi tali gelang tadi, eng ing eeengggggg.....
Kira-Ziya siap jalan-jalan,..


"Ke mana sayangkuwww?"
"Ke KLCC Park, 'Ma!", jawab Kira
"Mama nggak diajak neh ceritanya?"
"Kila cuma sebentaaaalll aja kok,.. yaaa...!", Kira coba membujuk mama untuk nggak ikut
"Lagipula mama 'kan belum selesai masak kan?!!", Ziya menambahkan serius sambil memakai sendal mama yang kebesaran. :-)