Wednesday, July 16, 2008

MAKANAN FAVORIT BIDADARI SAAT INI



Ini dia makanan favorit bidadari-bidadari mama-papa akhir-akhir ini. Perkembangan nafsu makan dan pilihan makanan Kira-Ziya unik juga. Kalau sejak bisa makan makanan padat Kira yang paling banyak makan nasi dan nggak pilah-pilih lauk pun sayurannya, sejak 3 bilan terakhir, Ziya yang lebih banyak makan nasi, lebih seirng nambah dan lebih bervariasi memilih lauk plus sayurnya.

Lucu juga sih, karena Kira yang tadinya nggak mau menyentuh bunga kol, begitu melihat Ziya makan lahap, akhirnya mau juga sedikit-sedikit. Sementara Ziya yang sebelumnya penggemar toge banget, sekarang mulai nggak terlalu tertarik, Kira yang lebih sering menghabiskannya.

Untuk sarapan, hampir selalu habis ludes adalah nasi goreng dengan berbagai variasi, yang ini nasi goreng + irisan pokchoy, mie goreng, bihun goreng, roti sosis, nasi putih atau nasi kecap plus scramble eggs.

Sayur paling top yang selalu habis dimakan, masih tumis kangkung, tumis bayam(sayur bening masih nggak disentuh kecuali ada jagungnya), jamur kancing, yang ini capcay sayur+jamur, dan tumis toge. Ini variasinya udah macem-macem, dari tumis biasa, tumis saos tiram, dicampur jamur, dicampur bakso, diberi kuah lebih banyak, ditaburi ikan teri dan sebagainya, tetap habis ludes des des!


Sayur yang mulai disentuh dan sesekali lahap dimakan adalah bunga kol, yang ini capcay sayur+paprika, jagung, yang ini bening bayam+jagung, lobak putih, yang ini lobak putih dalam soto bandung, pokchoy, daun singkong, jagung putren, brokoli, tofu, yang ini sup kaldu udang+pokchoy+tofu goreng, kentang, tahu kukus, buncis, labu siam, yang ini sup bening labu siam+sosis.


Lauk yang paling top dan selalu hampir habis dimakan adalah udang dalam bentuk apapun dan telur rebus dalam bentuk apapun kecuali pedas (hanya putihnya, kuningnya jarang ikut ludes), yang ini bobor/gulai putih daun singkong+telur rebus. Sedang yang mulai lebih banyak disentuh adalah ikan goreng, yang ini tenggiri goreng, sesekali ikan kukus, yang ini tenggiri kukus+kacang merah, ayam goreng dan ikan teri. Daging hanya sedikit sekali kecuali kalau masuk dalam arem-arem, maccaroni schotel atau risoles, yang ini stik sayuran+daging lada hitam.



Makanan selingan yang paling top sampai saat ini adalah segala bentuk gorengan, yang ini ubi jalar goreng, ,bakwan goreng +jagung pretel+wortel dadu, somay tanpa kuah, batagor tanpa kuah, arem-arem, risoles, martabak telur, sosis, yang ini sate sosis+telur puyuh.
Buah yang digemari adalah apel, pisang, mangga, pepaya, anggur, jeruk, semangka, rambutan, duku, hampir semua ok kayaknya. Alhamdulillah,...:-)
KE PESTA ULTAH



Ini kali pertama Kira-Ziya pergi ke pesta ulang tahun. Yang mengundang adalah adik Faiza, puteri cantik tante Zizil yang berusia tepat 2 tahun hari itu.

Sejak pagi belum mandi, Kira-Ziya sudah sibuk dengan kado masing-masing. Mama membantu membungkuskan kado dengan kertas warna biru-kuning pilihan masing-masing dan memotong bentuk-bentuk bunga, bintang, lingkaran, hati, daun dan sebagainya plus menyediakan kota manik-manik dan lem. Sisanya dilakukan Kira-Ziya sendiri.

Meski kadang kombinasi warna-warna yang dipilih dan ditempel sama dengan bungkus dasarnya, ada yang bertumpuk, atau kadang lepas sana-sini sehingga beberapa kali perlu diperbaiki dengan hampir tidak sabar oleh para bidadari, mama hepi banget karena hasilnya cantik dan unik.

Ini kado Kira,

Ini kado Ziya,

Terakhir, mama membantu mengikatkan pita yang sesuai dengan pilihan Kira-Ziya sendiri, warna silver untuk kado Kira dan gold untuk kado Ziya.

Ok, kita siap berangkat ke pesta ultah (dengan pakaian pilihan sendiri lho, Kira ingin pakai rok, Ziya ingin pakai kerudung hijau dan celana panjang hitam)!
TAS SERUT KERTAS KREP


Siang itu sambil membereskan ruang tamu, ada yang menarik di acara Martha Stewart Show. Tentang membuat tas serut dari kain khusus dan gagangnya dari kayu yang bisa dibeli di supermarket.

Mama jadi punya ide untuk membuat prakarya semacam itu dengan bahan yang kita miliki.

Untuk gagangnya kita buat dari bekas kardus mug yang coraknya lucu.

Badan tasnya kita buat dari kertas krep dua sisi, hijau tua-hijau muda (pilihan Ziya) dan oranye tua-oranye muda(pilihan Kira) yang kebetulan ada di lemari.

"Keltas apa itu 'Ma?", tanya Ziya
"Kertas krep namanya, 'Nak"
"Klep?"
"Iya"
"Yang punyanya kepiting itu ya?"
"Kepiting?", kepala mama muter mikir apa hubungannya krep dan kepiting, dan akhirnya mama ketemu jawabannya,
"Ooo..maksud Ziya tadi 'crab' ya?"
"Iya,..klep = kepiting kan?"
"Hehehehe,..pengucapannya memang sama, tapi tulisannya beda, kertas krep itu bukan kertas kepiting, tapi namanya memang k-r-e-p. Kalau kepiting tulisannya c-r-a-b dan bacanya juga krep,..waahh,..ck ck ck ,..pinter anak mama...!"

Kertas itu kita lipat sedikit satu sisinya, untuk digunting dengan jarak tertentu. Nanti lubang-lubang itu akan diisi pita silver dan gold yang waktu itu kita beli di supermarket. Mama baru sadar kalau kemampuan konsentrasi para bidadari udah lumayan ok soal menyulam pita begini lho..meski sesekali teriak karena nggak sabar hehehe (ayo, ingat the 'can do attitude' ya, sayangkuww.. jangan cepat putus asa dulu..).

Setelah dikerutkan ketengah, ujung kiri dan kanannya kita pasangi gagang yang telah dilubangi, lalu ikat menjadi pita. Kemudian satukan kedua sisi yang sudah bergagang tadi dengan melipatnya dan tarik ke atas sisi kiri/kanan yang tak bergagang. Jadilah tas serut setengah lingkaran yang cantik dan bisa dibolak-balik! Hehehe,..prinsip idenya sama dengan yang ada di Martha Stewart itu, hanya bahannya aja yang beda sama sekali, tapi nggak mengurangi cantik dan imut-imutnya kan..:-)

Kira mengisi tas oranyenya dengan boneka CJ7, sedang Ziya mengisinya dengan buku-buku cerita.

MOBIL KARDUS


Sejak beberapa bulan yang lalu, Kira-Ziya punya request untuk bikin prakarya mobil-mobilan dari kardus. Berhubung kita nggak punya kardus besar, ide itu nggak bisa terlaksana.

Ketika beberapa kali dikirimi paket dari Jakarta, mama baru ingat kembali. Kardus-kardus itu tidak mama buang tapi mama simpan di gudang. Kemarin ini kita akhirnya coba membuat mobil kardus itu.
Mama khawatir debu di gudang membahayakan Kira-Ziya kalau nanti memainkan kardus-kardus itu. Jadi mama punya ide membungkus sekelilingnya dengan kertas koran papa yang udah nggak dibaca lagi setelah sisi atas dan bawah kardus itu dilipat ke dalam.
Tadinya mama berpikir membolongi sisi-sisinya untuk diikatkan tali. But I had better idea. Tali rafia itu mama ikat langsung aja di sisi-sisi kardus, jadi lebih kuat dan mantap. Supaya tidak sakit ketika digantungkan di belakang leher, bagian itu mama lapisi jaring gabus bekas bungkus apel warna pink, lalu diselotip.
Karena Kira-Ziya udah nggak sabar memainkan mobil kardus itu, maka kita nggak menambah banyak asesoris (padahal niatnya mau bikin lampu kecil dan lain-lain gitu), hanya sempat memberi hiasan rumbai-rumbai di sekeliling kardus dari bungkus tisu gulung dan menempelkan kotak tisu bertuliskan inisial K dan Z di bagian depannya.

Pada prakteknya setelah beberapa kali memainkan, karena merasa ribet dengnan tali, pingin cepat dan praktis, Kira-Ziya minta mama membuka saja seluruh tali dan kotak tisu. Jadi itu kardus udah nggak mirip mobil lagi tapi mirip bentuk kardus aslinya yang bolong atas bawah. Kira-Ziya membawanya kesana-kemari seperti biasa, sambil menggendong boneka-boneka, buku, dan apa saja yang bisa dibawa, dan nyanyi penuh semangat,
"The wheels on the bus go round and round, round and round, round and round..."
EKOR DUYUNG DARI OMA





Masih inget cerita mama kalau Kira-Ziya suatu saat pernah minta dibuatkan prakarya ekor puteri duyung?


Nah, kemarin ini Oma mengirimkan hasil jahitan sendiri, khusus untuk para bidadari!



Waaaaa...senangnya Kira-Ziya berbinar-binar! Ketika dicoba, ekor puteri duyung itu ternyata kependekan euy! Tapi oleh Kira tetap aja dibawa jalan ke mana-mana meski dengan susah payah dan hampir kepeleset hehehe
Waaah....Oma sampai surprise begitu mama kabari karena hampir nggak percaya kalau kaki-kaki mungil cucu Oma ternyata sudah tambah puanjuaaanggg dalam 3 bulan terakhir ini....

Makasih ya, Oma... pasti udah susah payah deh memilih bahan yang cantik banget begitu dan menjahitkannya sendiri. Kira-Ziya memang udah tambah besar lho sekarang :-)
RUMBAI PINTU



Rangkaian gelang kertas begini sebetulnya sudah pernah dikerjakan para bidadari dengan oma beberapa bulan yang lalu. Kali ini mama punya ide untuk membuatnya lebih panjang untuk dijadikan rumbai pintu.
Baru melihat mama mengeluarkan kertas warna-warni dari lemari saja Kira-Ziya sudah lompat-lompat ditempat kegirangan hehehe.."Kita mau bikin plakalya apa hali ini ya, Ma... ?Kila udah mikil dali tadi nih,..!Eh, sekalang kayaknya Kila ada ide! Kita bikin keltas walna walniiii!!!"
Prosesnya memang fun dan seru sebab melibatkan kertas warna-warni yang dipotong sangat banyak lalu disambung-sambung menjadi rantai. Untuk memvariasikannya, mama selang-selingi dengan bentuk heart (buat rantai kertas Ziya) dan bentuk circle (buat rantai kertas Ziya) dari guntingan plastik pembungkus tisu gulung. Mama merangkai setiap gelang itu dengan bantuan Kira dan Ziya, terutama bagian mengelemnya. Kira-Ziya dari pertamakali mengenal glue stick udah sangat senang pegang peranan menjadi tukang lem. Apa aja bisa dilem. Bukan hanya kertas tapi juga dinding, bangku dan lemari.
Ketika Ziya konsentrasi mengerjakan rantai kertasnya sama mama, Kira sesekali hilang ke luar sambil membawa beberapa lembar kertas, untuk di tempel di mana? "Di pintu kulkas biar cantik!", kemudian Ziya ikut-ikutan menuju kulkas dan meninggalkan mama bengong sendirian. Sebaliknya ketika Kira yang sibuk menyelesaikan rantai kertasnya sama mama, Ziya sesekali mengambil lembar-lembar kertas untuk ditempeli di mana-mana, termasuk di lemari dan pintu! Ini membuat mama harus menggunting lagi dan lagi dan lagi karena setiap kali lembar warna-warni itu tahu-tahu kok udah habis aja :-)
Nah, ini hasilnya, kita tempel di kusen pintu kamar. Kira-Ziya senang sekali melompat sambil menangkap-nangkapnya, menarik-nariknya hingga tiap sebentar harus disambung lagi karena ada saja yang sobek dan putus atau sekedar penasaran menyentuhnya dengan menggeser kursi pun meja ruang tamu. Kata Kira dan Ziya rumbai pintu ini untuk dilewati papa kalau pulang kantor. Rumah kita jadi kelihatan tambah ceria karena rumbai warna-warni itu :-)