Monday, November 10, 2008

INGIN IBU WARISKAN HUTAN KEPADAMU


: kira-ziya


jika tak bisa di belakang rumah kita
ingin ibu wariskan hutan
di dadamu

yang lebatnya memayungi tanah
berjarum-jarum sinar surya rindu menerobos dedaunnya tiap pagi
perak bulan bergelimang di pucuk-pucuknya kala purnama
cendawan menyembul di kaki-kakinya
serangga dan burung menyarangi dahan-dahannya
bunga liar rumpun tumbuh
rumput berebut di tiap sudut
jalan-jalan setapak berlumut
sungai-sungai jernih tak pernah surut

selain siul angin, hutan itu menyimpan begitu banyak merdu
ricik hujan menumbuk batu
derak ranting layu
kerisik perdu
dengung
lenting
decit
desis
ketuk
remuk
retak
gerak
getar
segala laku
segala lagu


miliki keragamannya nak,
juga keseimbangannya

miliki kekayaan warnanya,
juga wangi kebebasannya



indah ip

7 nov 08, 14.02 pm

Monday, November 03, 2008

LEBARAN TAHUN INI

Mama baru sempat onlie setelah sekian lama nih. Maklum, jadwal perselebritisan padat luar biasa hehehe. Sekarang juga masih nggak sempat nulis ..ck ck ck ..segitu sibuknyaaaa...

Jadi, mending lihat fotonya aja deh ya, yang merekam keceriaan kita ketika Uci, Opa, Oma dan mimi Nila berlibur di Kuala Lumpur selama kurang lebih 3 minggu sekitar akhir September hingga awal Oktober lalu. Alhamdulillah bisa ngumpul sama semua yang kita cintai. Kangen jadi terobati banget euy...;-)
Ini kali pertama Kira-Ziya ikut ke Masjid untuk sholat Ied dan semuanya berjalan lancar. Kira-Ziya bisa duduk tenang pakai mukena dan mengikuti semuanya dari awal hingga akhir. Pinteeerr....;-) .

Slllrrrppppp..... menu kita dari dapur tercinta ketika Lebaran.


Bahagianya Lebaran ini kita juga dikirimi rendang lengkap berikut berbagai kue khas Malaysia oleh Pak Cik Amin dan keluarga yang selalu jadi langganan taksi kita kemanapun pergi tiap weekend satu setengah tahunan ini, berbagai kue buatan sendiri dari Bibi Tina yang sekarang dua kali seminggu menemani mama beres-beres di rumah dan lemang berikut rendang lengkap dari keluarga Apak Sutan dan Etek Tina di Kajang yang masih bertalian keluarga dengan Oma. Wow!! Subhanallah, bahagianya.
Nah, gini nih gaya tukang mesin buka lemang dalam batang bambu. Kagak ade parang, palu dan obeng pun jadi! Nyam nyam nyam..

Ini ketika ngumpul sampa adik-adik sepupu mama: Om Dista, Om Ando, Tante Yunzi. Udah berapa lama ya Uci nggak ketemu mereka? Sampai besok dan besoknya lagi, Uci kayaknya masih nggak habis pikir tentang rambut gimbal Om Dista yang ajaib itu tuh hehehe.


Ini foto ketika jalan-jalan di KLCC Park


Dan ini ketika jalan-jalan ke Genting Highland
Selanjutnya ditunggu aja ya,..

TENTANG PETAK SEMPIT ITU


: kira-ziya


kau bertanya kenapa masih saja ibu jejalkan segala biji dan umbi ke petak sempit di belakang rumah kita meski tak pasti bisa hidup atau tidak

hari itu seperti juga hari-hari lain ibu masih tak punya jawaban selain senyum manis dan rengkuh lengan mengajakmu turut

ibu mungkin tak tahu ilmu tanah, ilmu berkebun, ilmu tanaman
tak tahu ilmu humus, ilmu pupuk juga segala penyubur tumbuhan

ibu cuma tahu setiap jengkal yang kita miliki begitu berharga

setiap biji yang kita makan daging dan kulitnya punya kesempatan hidup
setiap bumbu dapur yang mulai kering dan tak dipakai dalam waktu dekat lebih baik busuk di tanah daripada busuk di rak plastik atau lemari penyejuk

biar waktu membuktikannya padamu

kelak entah kapan kita akan rindu desir angin dan nyanyi hujan di sela daun, kerisik ranting, kepak rama-rama, mekar bunga, teduh pepohon, wangi rumput basah dan ranum buah
kelak entah kapan kita akan kehilangan merah, kehilangan jingga, kehilangan kuning, kehilangan hijau, kehilangan biru, kehilangan nila, kehilangan ungu, kehilangan warna jika luput mengabadikannya sekarang

atas tanyamu waktu itu
sekali lagi hari ini ibu tak punya jawaban selain makin manis tersenyum dan makin sering mengajakmu turun

mari nak, jangan tunda
petak kecil ini adalah mula!



indah ip
15 okt 08, 1.50 am

BUKAN DONGENG


:kira-ziya


nak, maafkan ibu
akhir-akhir ini waktu membaca denganmu seringkali terinterupsi
mata di buku tapi telinga di tv
kita jadi kerap tiba-tiba henti mendongeng puteri, peri-peri dan bidadari

baru sadar makin banyak manusia tak punya mata, tak punya hati, tak punya telinga
makin banyak temanmu tak punya sandang, tak punya pangan, tak punya papan

kehidupan ini nak, menyimpan begitu banyak cerita yang entah sempat entah tidak dapat ibu sampaikan
selain dongeng tawa juga ada dongeng air mata
selain kisah maya juga ada kisah nyata
buku bisa ditunda dan sebentar kita genapkan
tetapi hidup berjalan terus
ia maju ke depan tak mundur ke belakang
ia koma sejak dimulai dan tamat baru ketika titik kelak ditujahkan

nak, maafkan ibu
seringkali lupa bahwa tangis tak selesaikan apa-apa
kau pasti heran kenapa ibu kehilangan kata
ijinkan sebentar saja berkaca
bukan terharu membaca cinderella, itik buruk rupa atau dongeng ternama lainnya
ibu cuma tiba-tiba malu teringat khilaf dan alpa

betapa hati sering jumawa
padahal raga belum lagi berbuat apa


indah ip
14 okt 08,11.48 pm

DIMANA KECANTIKAN SEJATI MENURUTMU


: kira-ziya

kecantikan sejati, anakku, tak ada dalam rambut hitam lebat tanpa ketombe yang berayun-ayun tak kusut ditiup angin
tak ada dalam wajah putih susu tanpa jerawat, tanpa kulit mati, tanpa komedo yang kelembutannya menggelincirkan debu
bahkan dalam gemerlap pesta sejagat yang berlomba-lomba mencipta boneka paling indah dengan kecerlangan tak bercela sekalipun
ia tak pernah ada di situ

bukan sekedar gembar-gembor iklan kotak kaca,
slogan-slogan absurd media,
jebakan-jebakan mimpi surga,
palsu pandangan mata,
kecantikan sejati lebih dari itu

ia ada dalam lubuk paling sunyi paling sembunyi

mencarinya, belajarlah peta
menujunya, belajarlah tak cuma ilmu dunia
menemukannya, belajarlah peka
memilikinya, belajarlah menjadi tak sempurna

kecantikan sesungguhnya, anakku, ada dalam noktah jiwa paling inti paling suci
memenangkannya, belajarlah bersyukur dan memperbaiki diri

indah ip
KL, 11 sept 08, 2.07 am