Monday, December 29, 2008

RUMAH KOTAK TISU


Yang namanya anak-anak, pasti suka main boneka dan rumah-rumahan. Hari itu Kira-Ziya mengajak mama bikin rumah boneka. Pinginnya sih dari kardus besar, tapi nggak ada. So, tantangan kita kali ini adalah memberdayakan kotak-kota tisu kosong yang makin menumpuk di dapur mama.
Dengan gunting, bagian atas kotak tisu mama potong dan stelples ke dalam. Lalu bagian bawahnya mama lubangi menjadi pintu dan jendela. Sisanya adalah tugas Kira-Ziya, mencari gambar yang diinginkan dari tempat harta karun penyimpanan potongan kertas kita (ini tempat yang selalu dipenuhi potongan2 brosur, majalah nggak terpakai, dan sebagainya) dan tempat pernak-pernik (kancing, manik-manik, dsb) lalu menempelkannya di manapun mereka suka. Selebihnya adalah finishing touch, Kira membiarkannya begitu saja tanpa coretan sedang Ziya senang menghiasnya lagi dengan pensil warna atau krayon.
Mama kemudian mewarnai pintu dan jendelanya supaya kelihatan jelas, dan membantu memberi inisial nama masing-masing. Foto baru bisa kita ambil setelah papa pulang dinas dari luar kota, soalnya kamera dibawa papa. Jadilah yang berhasil direkam rumah boneka peyot-peyot nyaris nggak berbentuk karena sudah dimainkan berhari-hari hehehe

Ini rumah boneka karya Ziya
Ini rumah boneka karya Kira

PERTANYAAN-PERTANYAAN KRITIS


Bombardir pertanyaan-pertanyaan Kira-Ziya setiap hari, selalu bikin mama terkaget-kaget dan kadang gelagapan.. Gimana enggak,...mama jadi sadar kalau ilmu mama ternyata masih sedikit, artinya harus di update setiap hari supaya nggak salah kasih jawaban.


Pertanyaan-pertanyaan itu juga sekaligus bikin mama deg-degan. Sebab kalau berkaitan dengan moral, terutama soal nasihat, artinya apa yang mama sampaikan harus juga tercermin dalam keseharian mama kan? Hmmm... mendampingi Kira-Ziya tumbuh, rasanya mama dan papa juga ikut tumbuh, ikut menjadi lebih dewasa dan sadar betapa tugas dan tantangan orang tua begitu besar dan nggak main-main..


Z= Ziya
K= Kira
M=Mama
1
Z: "Ma, Allah itu nama sebenalnya siapa ya?"
M: "Ya 'Allah' Subhanahu Wa Ta'ala', nak.."

Z: "..telus..umulnya belapa ya?"
M: "..yang jelas Allah itu tidak pernah tua seperti manusia.."

Z: "...makannya apa ya?"
M: "Allah tidak makan dan tidak minum"

Z: "Oo.."(mikir-mikir sambil mengerutkan kening)
K: "Kalau syaiton, makannya apa?"

M: "Semua makanan yang dimakan tanpa baca Bismillaahir rahmaanir rahiim terlebih dulu"
Z: "Oh, mungkin Allah makannya makanan yang sudah dibacain Bismillaahir rahmaanir rahiim terlebih dulu kali?"
M: "Kan udah mama sampaikan bahwa Allah itu tidak makan dan tidak minum seperti manusia nak,.."
Z: "Oh iya.."

K: "Ma..Kila nggak mau lupa baca Bismillah lagi kalau makan!"
Z: "Iya, Ziya juga tadi pas makan malam udah baca Bismillah kok?!"
M: "Good..."


2
K: "Ma, Allah itu boy or girl?"
M: "Allah itu tidak boy dan tidak girl"

K: "Kalau syaitan, boy or girl?"
M: "Ada boy ada girl..Ingat ada doa sebelum masuk kamar mandi kan? 'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan' .."

3
K: "Syaitan itu ada yang baik nggak, Ma?"

M: "Nggak ada, nak. Syaitan adalah mahluk yang diciptakan Allah untuk mengganggu manusia, yang tidak taat pada perintah Allah, kerjanya membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia.."

K: "Lho! Kok gitu? Kenapa?"
M: "Ya untuk menguji umatNya.."

K: "Jangaaan...!"
M: "Kok jangan?"
K: "Kalau Allah menciptakan pengganggu, nanti mama dan papa Allah sedih lho kalena anaknya nggak sholihah??"
M: "Allah itu hanya satu, tempat kita meminta segala sesuatu. Allah tidak punya anak juga tidak diperanakkan, jadi nggak punya mama-papa. Tidak ada satupun yang setara dengan Allah. Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya, itu memang kuasa Allah. Ingat kita pernah baca arti surat Al-Ikhlas di Juz 'Amma Bergambar itu kan?"
K: "Oo..iya.."
M: "Kalau Kira-Ziya takut berlindunglah hanya kepada Allah saja, baca A’udzubillaahi minasy syaitaanir radziim, 'Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk', sudah hafal kan?"
K-Z: "iya, udah hafal!"
M: "Alhamdulillah.."


4
Di dalam taksi, Kira yang sedang dipangku suatu kali menarik-narik dan memainkan kerudung mama.
M: "Kira, kerudung mama jangan ditarik dong..mama kan malu kalau auratnya kelihatan.." (mama berbisik pelan)
K: "Lho.. kalau papa kok nggak malu nggak pakai keludung dan aulatnya kelihatan?" (Kira malah nyeletuk keras sambil menunjuk papa yang sedang memangku Ziya)
M: "Karena papa laki-laki. Nggak wajib pakai jilbab. Batas aurat laki-laki adalah dari pusar sampai lutut. Kalau kita perempuan, batas auratnya adalah seluruhnya kecuali telapak tangan hingga pergelangan tangan dan muka saja."
K: "Oo,..kalau udah besal Kila mau pakai keludung kayak mama.."
M: "Good.. sekarang juga boleh kok belajar pakai kerudungnya.. "


5
Ketika sedang menonton TV mama lihat Kira-Ziya tidak duduk dengan rapi.
M: "Kira-Ziya, ayo..! Anak perempuan yang rapi dong duduknya..masa kebuka lebar begitu! Malu nggak sih?"
Z: "..malu,.."
K: "Jadi, halusnya anak pelempuan duduknya begini?" Kira merapatkan kaki
M: "Iya. Nah, kan enak dilihat dan sopan sekarang.."

Z: "Kok tadi kata mama 'anak pelempuan'? Memangnya kalau anak laki-laki boleh duduk begitu?"
M: "Ya bukan begitu!..(ups!!..garuk-garuk) ..maaf deh, maksud mama tadi nggak cuma anak perempuan, anak laki-laki juga seharusnya duduk yang rapi dan sopan, ya 'kan?"
Z: (tersenyum) " Iya..."
M: (fiuhhhh..lega... hampir ajaaaahhh...)


6
Z: "Ma, kata mama kebaikan dan kenakalan kita dicatat malaikat yang ada di bahu kiri dan kanan kita?"
M: "Iya..namanya malaikan Raqib, di bahu kanan, mencatat kebaikan kita dan malaikat Atid, di bahu kiri, mencatat perbuatan buruk kita"
Z: " Bagaimana mencatatnya?"
M: "Maksud Ziya?"
Z: "Pakai keltas apa dan pulpen apa?"
M: "Oh,..ya pakai kertas khusus dan pulpen khusus!"
Z: "Beli di mana?"
M: "Ngak ada di mana-mana, khusus diberikan oleh Allah buat para malaikat saja.."
7
Suatu hari mama berhalangan untuk sholat. Ketika terdengar adzan, Kira dan Ziya menegur mama,
K: "Ma! Udah adzan tuh!"
Z: "Mama nggak sholat?"
M: "Mmm.. nggak, 'nak.." (duh, pertanyaan sulit nih,.. berharap nggak ditanya lebih detail hehehe)
K: "Kenapa? Kok gitu?"
Z: "Nanti mama berdosa lho!"
M: "Mama sedang berhalangan"
K: "Apa itu belalangan?"
M: "Artinya sakit perut. Kalau sudah dewasa nanti, ada waktunya perempuan berhalangan untuk sholat, artinya tidak boleh sholat"
Z: "O.. itu makanya mama pakai pamples (pampers, diapers) buat olang besal ya? Kalau Ziya udah nggak pakai pamples anak-anak lagi!", Ziya yang pernah mama kasih tahu soal itu manggut-manggut hehehe
M: (senyum dan menjadikan jawaban detailnya sebagai pe-er untuk kemudian hari kalau ditanya lebih detail lagi)
Kemarin ini ketika Adzan mama mengajak Kira-Ziya sholat,
M: "Kira-Ziya, udah adzan tuh, yuk kita berwudhu dan sholat!"
K: "Enggak deh ma! Hali ini kayaknya tadi Kila sakit pelut!"
Z: "Iya! Ziya juga lagi nggak bisa sholat!.. Lagi sibuk banget masak nih!"
M: "Haa??"Jeduuuggghhh!!!! Oucchh!! Langsung mingkemmm...Berasa kejedug banget dan introspeksi mama memang pernah menunda sholat karena sibuk masak... ck ck ck ...makasih untuk menegur mama dengan cara kalian, nak, jadi maluuuu..;-)

Friday, December 26, 2008

UDAH BISA...


Dulu sebelum pindah ke KL, mama rajin mencatat perkembangan Kira-Ziya. Sekarang masih rajin juga sih, tapi nggak sedetail dulu pakai tanggal-bulan-nya lengkap (nggak sempaaat.. soalnya banyak yang mau dicatat dan tiap kali mencatat Kira-Ziya pasti pingin ikut mencatat atau tiap bentar tanya, "mama lagi ngapain? nulis apa? buat apa? Kila-Ziya boleh ikut nulis gak? kenapa? lho, kok mama bengong? emang banyak yang mau ditulis ya? kok mama nulisnya di kertas kecil begitu? buku mama mana?" dsb,.. akhirnya mama nggak bisa ngapa-ngapain soalnya setiap pulpen atau pensil yang dipegang langsung disambar dan pindah tangan!)

Nah, berhubung kemarin ini para bidadari ultah yang ke-3, ada beberapa hal yang ingin mama catat. Biar suatu saat kalau Kira-Ziya udah bisa baca, tahu apa perkembangannya di tahun ini.

Yang tergress, menjelang ultah yang ke-3 November kemarin, Kira-Ziya sudah hafal Surat pendek Al-Qur'an: Al-Ikhlas, An-Naas, Al- Fathihah, dan sampai hari ini baru sebagian hafal Al-Falaq.

Awalnya mama ajak para bidadari membaca doa sebelum tidur yang sudah lebih dulu dihafal setiap hari dua kali. Sebelum tidur siang & sebelum tidur malam. Kemudian satu surat mama coba dampingkan, mama minta Kira-Ziya mendengar saja dan mengucapkannya dalam hati. Mama kaget begitu satu minggu kemudian Kira-Ziya tau-tau ikut membacanya bersama mama sebelum tidur dengan lengkap! Minggu berikutnya mama tambah satu surat lagi, dan seterusnya, Alhamdulillah lancar.. ;-)

Lalu, libur ke Singapore dua minggu kemarin adalah untuk pertamakalinya Kira-Ziya bepergian jauh naik pesawat tanpa diapers. Kalau ke mana-mana selama ini sih udah nggak pakai diapers sejak beberapa bulan sebelum ini, tapi untuk naik pesawat belum pernah. So, sejak beberapa bulan kemarin, budget diapers bisa dialokasikan untuk lebih banyak membeli majalah dan buku Kira-Ziya! Asik kaaannn...

Soal magic words (itu lho, kata 'maaf', 'terimakasih', 'tolong'), insyaallah udah dipahami dan bisa dipraktekkan dengan baik terutama kalau lagi mood.

Soal melukis & menggambar, udah lebih berbentuk dan udah bisa mewarnai di dalam area gambar.

Huruf hijaiyah dan A-B-C udah hafal sambil nyanyi. Tapi membaca-nya dalam bentuk kata yang masih dalam proses belajar. Inisial nama sendiri aja yang udah bisa dibaca dan ditulis di mana-mana.

Tiap hari mama dan papa dibanjiri pertanyaan-pertanyaan ajaib ini-itu, celetukan lucu dan spontan, bahkan nasehat!

"Mama...lagi motong sayul ya? Hati-hati lho pegang pisaunya, nanti luka!"

"Kenapa Mama bilang nggak ngerti buku Tintin? Coba deh mama baca tiap hali, lama-lama nanti juga bisa sendili! Kila juga gitu dulu!"

"Mama! Kan Ziya udah bilang, kalau pintu kulkas dibuka lama-lama sayul di dalamnya bisa besi!(ini maksudnya 'basi')

"Eh? Mama kok tadi ngomongnya kelas-kelas? Mama malah yaaaa? Ziya sedih kalau mama ngomong kelas-kelas.."

"Ma, tunggu doong,.mama sabal (sabar) dooongg..Ziya kan belum selesai baca bukunya,..abis ini nanti Ziya balu mandi.."

Dan kalimat favorit mama yang selalu bikin hati sejuk adalah,
"Ma... hali ini mama belum senyum..."
Biasanya ini disampaikan Ziya kalau mama sedang sibuk banget di tempat cuci piring, atau pas mata mama dirasa Ziya mulai melotot melihat ada hal salah yang dilakukan para bidadari barusan atau mama lagi kelihatan sedikit cuek karena ribet beres-beres rumah yang kayak kapal pecah. Mama pasti berhenti saat itu, menatap mata Ziya dan tersenyum. Ziya akan membalas senyum mama dan kita berpelukan. Kalau mama nggak senyum, Ziya nggak akan pergi dari sisi mama dan akan terus menatap mama.

Juga kalimat ini,
"Ma.. Kila pingin dipeluk.."
Maka mama akan berhenti, menatap mata Kira dan kita berpelukan.

Momen ini akan berlaku sebaliknya. Kalau mama merasa Kira-Ziya sedang kesal, sedang marah sama mama karena habis ditegur dan kelihatan ngambek, mama akan menyatakan hal yang sama dan minta mereka tersenyum atau memeluk mama. So far selalu berhasil melelehkan lagi hati para bidadari ;-)

Oh ya, kepedulian Kira-Ziya juga hal yang sangat manis menurut mama. Ketika papa sakit dan mama membawakan teh hangat, Kira bilang sama mama di dapur,
"Ma,..kalau sudah besal nanti, boleh nggak Kila yang buatkan teh buat papa bial papa sehat lagi?"

Ketika mama sangat sibuk di dapur dan kelihatan lelah, sambil makan kemudian Kira dan Ziya akan bergantian bilang,
"Telima kasih mama, sudah masak sayul sup buat Kila-Ziya, masakan mama enaaakkk sekali!" atau, "Ma, kalau sudah besal dan sudah boleh hidupkan kompol, boleh nggak Kila yang masak buat mama dan papa? Bial mama nggak capek lagi,.."

Nggak jarang bikin mama dan papa tersenyum dan bersyukur ketika Kira sering bilang,
"Kalau sudah besal nanti dan mama papa udah tua, Kila dan Ziya yang akan masak dan bekelja buat mama dan papa.."

Subhanallah, Alhamdulillah, mama dan papa bangga juga bahagia, 'sayang! Semoga Kira-Ziya tumbuh menjadi anak yang sholihah, berguna bagi nusa-bangsa-agama dan senantiasa memberi cahaya bagi sekitar ya.. amiin.

KERUDUNG & ROK PLASTIK SI MONI


Si Moni adalah nama boneka bayi Kira & Ziya. Nggak tau kenapa mereka menamainya sama.

Sejak dioleh-olehi Oma awal tahun ini, boneka itu jadi teman para bidadari setiap hari(ini boneka bayi pertama yang mereka miliki soalnya). Saking lamanya, mata moni sudah berkali-kali di lem karena tiap sebentar juling, masuk ke dalam dan kayaknya iseng aja di colok-colok pas lagi gemes. Gabus badannya sudah nggak karuan dan jahitan lehernya sudah nyaris putus sama sekali (tinggal benangnya doang).

Sebetulnya Oma pernah menjahitkan beberapa baju+rok si Moni yang sama dengan bahan rok Kira-Ziya. Tapi biasalah, karena tiap sebentar dibuka-tutup, itu rok hilang terselip entah di mana. Hari itu tahu-tahu Kira bilang, "Kasihan Moni kedinginan nggak punya rok, Ma!". Sambil ngantuk-ngantuk menjelang tidur siang, mama coba buatkan kerudung dan roknya dari kantong plastik. Nggak pakai benang dan lem. Semua main gunting aja.

Untuk kerudung mama cari bagian tertutupnya lalu potong sedikit supaya bolong selebar wajah moni dan potong melengkung untuk bagian bawah kerudungnya. Untuk menguatkan di leher, mama buat beberapa lubang supaya bisa dimasukkan tali dari plastik yang sama dan diserut.

Untuk Rok, mama potong kantung plastik ukuran kecil, buat beberapa lubang untuk memasukkan tali dari plastik yang sama juga dan serut lagi, lalu dipita di pinggang Moni.

Nah, untuk beberapa hari rok dan kerudung plastik itu berhasil bertahan. Tapi begitu papa pulang dinas dari luar kota beberapa hari kemudian, udah nggak tau di mana, hanya sempat mama simpankan satu aja.

Ketika Oma datang libur Lebaran kemarin, si kembar Moni langsung sehat lagi! Matanya dilem lagi, lehernya dijahit lagi dan gabus badannya diganti oma dengan potongan2 kantong plastik dapur mama sampai penuh dan padat lagi! Ck ck ck ... Oma bisa aja kreatif gitu ...


MASIH TENTANG LIBUR LEBARAN KEMARIN & DOMPET KERTAS OMA-MIMI



Baru sempat disambung lagi nih soal Lebaran oktober lalu.

Malam sebelumnya kita buka bareng di rumah dengan om Dista, om Ando dan tante Yunzi! Mama masak mie schotel, martabak telur, udang goreng, soto bandung dan capcai. Seneng banget doong,.. kalau para adik sepupu mama ini ngumpul pasti rame dan ceria ngobrolnya. Om-om dan tante langsung dipamerin karya lukis Kira-Ziya yang baru dibuat siang harinya lho!.

Nah, ketika Opa-Oma-Uci-Mimi Nila datang, besok malamnya belum istirahat langsung didaulat bikin prakarya oleh para bidadari! ;-). And you know what? Oma bawa buanyaaakkk buanget harta karun buat kitaaa!!! Yippiii!


Beberapa tali sepatu warna-warni, pita, bordiran baju, bis/pinggiran baju, beberapa manik-manik, mata-mata boneka ukuran besar & kecil, benang warna-warni, kancing, selotip warna-warni, piring kertas dan kain flanel! Huwaaaa...kenapa rasanya mama yang jadi kalap ya? Kekekek,..soalnya kebayang aja prakarya apa yang bisa kita lakukan dengan semuanya! Pasti seru dan asik! Tengkyu Oma!










Sampai hari ini sih sebagian besar udah habis kita pakai, kecuali kain flanel warna-warni. Mama udah punya ide sih, tapi belum sempat aja merealisasikannya, berhubung belum dapat lem kain yang ok dan masih ragu kalau harus pakai jarum jahit (soalnya para bidadari pasti pingin ikut coba menjahit dan menurut mama masih sedikit berbahaya--selain pasti pada nggak sabaran ngerjainnya). So, akan kita pikirkan lagi ide yang simpel dan cepat untuk flanel2 itu tanpa perlu menjahit. Sabaar ya....


Jadi, malam itu Oma & Mimi mengajak Kira-Ziya bikin dompet kertas. Kali ini mama nggak ikutan hehehe,..bisa nonton TV berduaan sama papa sambil makan keripik! Jarang-jarang bisa begini neeeehhhh...


Dompet dibuat simpel aja dari kertas karton yang dilipat 3. Lalu diberi hiasan, tali dari bis/pinggiran baju warna-warni dan pita di ujung-ujungnya yang juga dari pinggiran baju (aduh, jangan-jangan semua pernak-pernik itu menguras laci mesin jahit oma di jakarta yak?). Semua direkatkan dengan selotip.


Kira-Ziya tekun dan excited! Langsung jadi 4 buah. Beberapa rol selotip berwarna langsung tinggal setengahnya karena dipakai untuk melilit banyak benda ;-).














Ini hasil akhirnya, semalaman dibawa kesana-kemari dan dipamerkan ke Uci(plus dipamerin juga tuh uang-uang kertas mainannya!).




SLINGER LINGKARAN


Di rumah kita tinggal ruang setrika yang belum ada slingernya. So, hari itu kita buat slinger baru.

Lingkarannya mama potong dari sisa beberapa buah piring kertas yang pinggirnya sudah tercorat-coret, jadi lebih mudah 'kan, nggak perlu ukur dan gambar lingkarannya dulu.

Hiasannya seperti biasa dari sisa-sisa gambar majalah, brosur atau apa saja yang sebelumnya sudah sobek-sobek, sudah nggak dibaca lagi, dan memang sengaja mama simpan karena yah biasaaa.. rasanya dibuang sayang ajaahh! Masing-masing kemudian kita beri nama.
Tali penggantungnya dari kantong-kantong plastik warna-warni yang dipotong memanjang dan disimpul-simpul begitu saja. Soalnya, karet di dapur mama udah ludes untuk prakarya sebelumnya dan kita kehabisan tali rafia maupun tali kain. Intinya, nggak ada tali, kantong lastikpun jadi! ;-)

Sebetulnya mama membuat bagian mama sendiri, tapi menurut Kira-Ziya hasil karya mama masih kurang asik, jadilah para bidadari meramaikannya lagi dengan spidol pink di mana-mana, jadi meriah!. Kira-Ziya juga membuat bagiannya sendiri-sendiri, termasuk bagian papa (soalnya papa kan di kantor). Ini karya Kira (inisial-inisial 'k' yang masih mirip huruf F itu dibuat sendiri oleh Kira lho waktu itu!), ini karya Ziya(inisial 'z'-nya juga dibuat sendiri oleh Ziya dengan spidol), ini karya Kira-Ziya untuk papa.
Nah, ini dia penampakannya setelah digantung di kusen pintu, unik dan nggak ada duanya! Hehehe.


Wednesday, December 24, 2008


DARI MANA KITA DAPAT UANG?



Kalau papa ke kantor, ada kalanya para bidadari merasa kangen dan pingin papa cepat pulang. Seperti hari itu, Kira kangen papa dan mulai menangis.

"Ma.. Kila kangen papa...kok papa nggak pulang juga sih udah siang begini?"
"Lho, papa kan pulangnya sore, sayang,..kalau kangen daripada nangis mending kita berdoa supaya pekerjaan papa cepat selesai, papa bisa cepat pulang dan cepat main sama kita ya?"
"Iya Kila, jangan nangis!" ujar Ziya, "Nanti papa kepikil-pikil (kepikir-pikir) dan jadi ikut nangis lho!"
"Nggak mau,..Kila pingin papa pulang sekalang!", Kira masih menangis
"Artinya papa nggak kerja gitu?", tanya mama
"Iya!"
"Terus, kalau papa nggak kerja, darimana kita dapat uang untuk makan?"
Kira berhenti nangis dan menjawab tegas,
"Ya dali bank dong!!"


MA, ZIYA PINGIN...


Gini nih serunya punya anak menjelang gede hehehe, tiap hari ada aja yang bikin kaget bin puyeng tujuh keliling, berasa kejedug dan kesandung tuing-tuing tralala menjawab berbagai pertanyaan what-why-how nya yang ajaib!

Hari itu kita sedang santai-santai di kamar. Tiba-tiba Ziya nyeletuk,

"Ma, Ziya pingin punya anak!"
Jedugghhh!
"Ha? Punya anak?" (ini pernyataan muncul dari mana yah kagak ade hujan kagak ade badai giniiihhh tau-tau eng ing engggg...)
"Iya. Ziya pingin punya anak!"
"Kan Ziya masih kecil?"
"Bialpun masih kecil, Ziya tetap pingin punya anak!"
"Ziya baru bisa punya anak kalau udah dewasa dan menikah dong.."
"Telus, kenapa Ziya belum dewasa dan belum menikah?"
Gubraakkk!!!
"Kan belum ketemu pangerannya?" (... suer mama bingung euy)
"Kok belum ketemu ya Ma? Kapan bisa ketemunya?"
Ok, ini saatnya kata-kata pamungkas yang biasanya berhasil membuat para bidadari memaklumi,

"Akan ada waktunya, sayang, sabar ya? Menjadi dewasa dan menikah, akan ada waktunya..ingat lagu-nya Kanga untuk Roo di VCD Winnie The Pooh kan? ' ...don't grow up too fast too soon..save some time for dereaming...' "

"Oh.. iya ya,..ada waktunya hehehe"

Ziya tersenyum, memeluk mama, berhenti bertanya dan ikut nyanyi hehehe


SLINGER ROL TISU TOILET


Nah, ini satu lagi slinger yang kita buat. Berhubung jumlah rol tisu sudah menggunung dan menuh-menuhin lemari dapur mama, hari itu kita buat sesuatu menggunakannya. Bingung juga sih awalnya, tapi ketika sudah pegang gunting dan berhadapan dengan rol-rol itu, mama jadi punya ide memotong-motongnya dengan ukuran beragam dan memberdayakan kertas warna-warni sisa penghias bungkus kado kemarin dulu plus potongan-potongan dari plastik pembungkus barang-barang dapur yang sudah lama mama simpan.

Kira-Ziya punya gaya masing-masing. Mama hanya bantu hal yang memang perlu dibantu, khususnya soal gunting menggunting. Sisanya ditempel dan dipilih sendiri oleh para bidadari.

Untuk menggantungnya kita sambung-sambung karet sampai panjang (ini lagi lagi menghabiskan persediaan karet di dapur mama hehehe). Kira-Ziya juga menentukan mau seberapa panjang slinger-slinger itu digantung. Berdasarkan permintaan Kira-Ziya juga mama membubuhkan inisial masing-masing dengan spidol.

Ini slinger karya Kira,


Ini slinger karya Ziya,Nah, cantik kaaann...;-)

SLINGER MERAH-PUTIH




Kira-Ziya sangat suka bikin prakarya slinger. Itu lho, benda terjurai yang biasa digantung-gantung dan bergoyang ditiup angin. Setiap ada slinger yang rusak, jatuh, nggak bisa ditempel lagi karena udah terlalu lama bertengger atau mulai nggak karuan bentuknya, pasti Kira-Ziya ajak mama membuat yang baru lagi.


Ketika Indonesia merayakan hari kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 2008, meski jauh di mata, tetap dekat di hati dong.. Mama ajak Kira-Ziya bikin slinger merah-putih sesuai warna bendera tanah air kita tercinta.


Sederhana dan mudah pastinya. Bentuk bendera mama buat dari dua buah kertas, warna merah dan warna putih yang di selotip bagian tengahnya. Sisanya adalah rantai kertas merah dan putih yang diselang seling sampai cukup panjang untuk digantung di kusen pintu kamar kita.

Hari itu mama ajak para bidadari mengenal beberapa lagu kebangsaan. Dan kita nyanyikan juga lagu yang Kira-Ziya sudah hafal, "Bendera Merah-Putih, bendera tanah airkuuuu..."


Merdeka!
BELAJAR NAMA-NAMA BENDA


Ide ini dari salah satu halaman bukunya mbak Arleen Amidjaja, "101 Fun and Mind Stimulating Things to Do With Your Kids(2-6 years)".

Sebelumnya Kira-Ziya sudah hafal lagu A-B-C, tapi belum belajar membaca secara khusus. Untuk melatih bahasa Inggrisnya, selain sering mengajak para bidadari ngobrol dalam bahasa Inggris, mama pikir hal ini asik juga dilakukan.

So, mama potong-potong kertas, tulis besar-besar dengan spidol nama-nama benda yang ada di rumah kita (masing-masing nama dibuat dobel tentu saja hehehe), lantas minta Kira-Ziya berlomba menempelkannya di masing-masing tempat yang sesuai dengan selotip.

Seru juga, apalagi Kira-Ziya belum begitu paham bacaannya. Tapi pelan-pelan kita pelajari dan sering diulang-ulang, sim sa la bim! Rumah kita tambah cerah dengan kertas warna merah di mana-mana!
Untuk beberapa waktu nama-nama itu bisa pindah di mana-mana, kadang Kira ingin kata "window" dipasang di jendela kamar bermain sedang Ziya ingin dipasang di jendela kamar tidur kita. Begitu juga "wall", menurut Kira kata itu paling tepat ditempel di dinding depan kamar bermain sedang bagi Ziya lebih asik di dinding ruang seterika.
Untuk tempat-tempat yang sulit (Kira-Ziya kadang ingin menempelnya di bagian atas kaca atau sebagainya), para bidadari perlu bantuan mama untuk menggendong atau memanjat kursi. Sampai hari ini (kira-kira udah 3 bulanan sejak kita tempel) kertas warna merah itu masih bertengger di mana-mana dengan kondisi nggak karuan alias compang camping kena gunting, terlipat, melengkung dan tercorat-coret spidol hehehe..