Friday, August 28, 2009


LAMPION KERTAS


Mama teringat prakarya waktu sekolah dasar dulu: lampion berbagai bentuk.

Kita bikin salah satu variasinya saja, next time kita coba bikin bentuk lampion yang berbeda lagi ya!

Bahannya hanya kertas warna-warni, gunting, selotip/lem dan pernak-perniK untuk hiasannya.

Lipat dua kertas A4 secara horizontal, lantas lipat lagi bagian ujung yang terbuka kira-kira 1-2 cm. lalu gunting-gunting sisi yang tertutup.

Buka lipatannya,satukan ujung-ujung atas dan bawahnya dengan selotip.
Buat bermacam-macam variasi, hiasi sesuka hatimu, lalu tempel di dinding atau jadikan slinger di kusen pintu.
Pasti cantik deh!
BUNGA BUAT MAMA


Suatu saat, ketika mama sedang asik-asiknya berteman sama panci, kuali, dan piring-piring kotor di dapur, Kira-Ziya bolak-balik membongkar seluruh mainan lego dan lemari tempat gelas-gelas plastik berada.

Yang ada di pikiran mama, gimana semua mainan itu bisa kembali pada tempatnya setelah mereka selesai main nanti. Sambil nyuci piring mama kepikir-pikir 'seru'nya rumah kita yang nggak pernah bebas dari kondisi "kapal pecah" hahaha...

Beberapa saat kemudian,

"Mom!", panggil Kira.
"Hmm?", gumama mama (masih sibuk di depan bak cuci piring dan merasa gak terlalu penting nengok ke belakang).
"Mom, look!", kali ini Ziya.
Akhirnya mama nengok juga karena penasaran, dan...
"Waaaaa...." mama terbelalak, gak tau mau ngomong apa..

"Flowers for you, Mom!", Kira-Ziya mengembangkan tangan untuk memeluk mama dengan senyum paling manis. Owww so sweet...

Jadi terharu, kreatif dan romantis bangeeett anak-anak mama-papa.

Ah, kalau sudah begini, rasanya mama jadi ibu yang paling bahagia sedunia deh!

Terimakasih sayang, bunganya cantik sekaliiiiii...Hampir setiap hari ada saja kejutan para bidadari buat mama.

I love you so much!

Soal rumah yang selalu seperti kapal pecah,
hmm, biarin aja deh, hehehe.
kapan lagi bisa main dengan bebas kalau bukan di masa kecil ya..?

Percaya nggak, kalau di rumah kita toleransi soal berantakan dan corat-coret tinggi sekali? Hahaha! Mama dan papa kadang merasa nggak perlu membereskannya segera, kadang malah ikut ambil bagian 'meramaikan'nya terutama kalau sedang punya ide bikin prakarya dan bermain.
So, let it be.

Kalau Kira-Ziya sudah besar dan sudah bisa bermain lebih rapi kelak, mama yakin akan merindukan kondisi kapal pecah ini :-)

Tuesday, August 25, 2009


BIG HUG CARDS FOR OUR LOVELY DAD!

Dalam rangka apa membuat kartu? Ngaak dalam rangka apa-apa kok. Buat kita di rumah, kartu dan berbagai kejutan bisa diberikan setiap hari! :-)

Ketika punya ide ini, kita sedang punya persediaan kertas berwarna.
Belah dua secara horizontal kertas yang hendak dijadikan kartu, lalu lipat 3 membentuk daun jendela.

Selanjutnya mama mencetak telapak tangan kiri dan kanan Kira-Ziya, lantas menggunting dan menempelkannya di daun jendela tadi.

Berhubung saat mengerjakannya Kira-Ziya masih belum fasih memegang gunting tajam (ini proyek bulan november tahun 2008 lalu, jadi usia para bidadari baru saja masuk 3 tahun, mereka masih pakai gunting plastik yang nggak tajam), so mama deh yang bantu mengguntingnya. Tapi seperti biasa, model rambut, warna, asesoris dan lain-lainnya ditentukan sendiri oleh Kira-Ziya.

Sambil para bidadari menghias isi kartu dengan manik-manik, mama minta pendapat Kira-Ziya tentang bentuk kepala, bibir dan rambutnya untuk digambar, digunting, ditempel, dan ditambahkan mata sendiri oleh Kira-Ziya.
Selanjutnya tempel kepala di atas kertas ukuran A4, berikut kartu di bagian bawahnya. Kira-Ziya secara kreatif memotong sendiri sebuah kertas untuk ditempel di bagian dalam dan minta tolong mama menuliskan kata: "A hug for Dad!".

Sepulang kantor, papa hepiiii banget dong mendapat kejutan manis dari Kira-Ziya!
We love you, Dad!

Friday, August 21, 2009

RAIN, RAIN, (PLEASE, DON'T) GO AWAY!




"Rain, rain, go away,
come again another day!
Little childen, little children
little children want to play"


Hujan deras berpetir sejak sore, menjelang malam, tinggal gerimis.


Usai sholat Maghrib, papa menyiapkan jas hujan buat Kira-Ziya dan jaket bertudung kepala buat mama. Papa sendiri tahu-tahu sudah lengkap dengan jaket parasutnya.


Mau ngapain, 'Pa??
Main hujan!!

Yiiihaaaaaa!!!


So, malam tadi kita jalan keliling kompleks dalam rintik hujan, menghirup udara segar yang basah, sambil bernyanyi dan menciprat-cipratkan genangan air sambil tertawa.


Kira-Ziya hepi dan excited!
Kesempatan main hujan tidak datang setiap saat kan?

Great idea, Dad! We love it!

:-)


Ah, mama jadi ingat, beberapa bulan yang lalu, ketika sedang mendengarkan nursery rhymes berjudul "Rain, Rain, Go Away" dari CD lagu anak-anak, Kira-Ziya spontan bertanya,

“Kenapa hujannya disuruh pergi ya, Ma? Padahal hujan itu minuman buat binatang dan tumbuh-tumbuhan..”, ujar Ziya.

“Kalau anak-anak yang menyanyi itu pingin main, seharusnya tetap bisa pakai payung dan jas hujan kan, Ma? Kasihan kalau tumbuh-tumbuhan dan binatang kehausan karena hujannya disuruh pergi...”, tambah Kira.


Mama jadi terharu, Kira-Ziya punya empati sedemikian.


Jadi, tadi malam kita lebih sering menyanyikan lagu "Hujan Rintik-Rintik"-nya Tasya yang ceria Sesuai suasana hati kita di malam Ramadhan!


Beberapa orang yang lewat mungkin heran kenapa kita bisa sesantai itu berjalan-jalan sambil sesekali menengadahkan tangan dan wajah ke langit, sengaja ingin menyentuh hujan! Hehehe.


Sesampai di rumah, para bidadari langsung mandi air hangat, minum teh hangat dan makan mushroom soup yang syedaaaappp... :-)


"Hujan rintik-rintik,
turun rintik-rintik,
di taman, di halaman,
payung warna-warni,
seperti jamur,
yang tumbuh subur,
hujan turun,
hujan rintik-rintik!"


(by. Tasya)



Selamat datang hujan yang penuh rahmat!
Selamat datang Ramadhan yang penuh berkah!

Wednesday, August 19, 2009

BERSYUKUR





Ada yang bertanya, apakah sebagai anak kembar para bidadari 'rajin' berantem?
Jawab mama: yup, setiap saat! :-)


Ada saja yang dipermasalahkan, mulai dari hal kecil sampai hal besar.

Termasuk pagi ini, berantem karena menginginkan baju dan rok yang sama dengan saudaranya.

Setelah dibujuk dan diceritakan bukankah sebaiknya kita mensyukuri dan tidak mengeluhkan apa yang kita miliki saat ini, keduanya berdamai dengan sukses.


Sesaat kemudian, sebetulnya mama hanya ingin memuji dan menyampaikan bahwa rok warna merah bergambar mickey mouse yang mereka pakai pagi ini pas dikenakan dan membuat mereka cantik sekali,


"Wah, Alhamdulillah kita punya rejeki sehingga Kira-Ziya bisa punya rok cantik begini ya.. kalau ada yang berukuran besar, mama pingin juga lho punya rok seperti ini.."


Jawaban Kira tidak mama duga. Langsung menyentak sampai ke dada.

"Gak apa kan ya, mama, jangan sedih gak punya yang seperti ini. Seharusnya mama bersyukur dengan rok yang mama pakai sekarang.. Kalau anak-anak, memang begitu, pingin yang ini pingin yang itu, kadang seperti nggak bersyukur, karena mungkin sebetulnya anak-anak itu belum mengerti apa artinya syukur.."


Gleg. Mama langsung speechless.

Tuesday, August 18, 2009

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN KE-64, INDONESIA TERCINTA!



Tujuhbelasan di rumah kita, nggak kalah meriah dong...!


Meski nggak sempat hadir ke KBRI (padahal penasaran juga lihat bagaimana perayaannya di sana), kita sempatkan menghias rumah sambil menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia.


Momen ini kesempatan mama mengajak para bidadari bermain dan bercerita begitu banyak hal tentang tanah air kita. Kenangan masa kecil, makna upacara bendera, perlombaan-perlombaan seru sepanjang kali malang dan sekitarnya, keindahan negeri tercinta sampai mengenalkan lagu-lagu nusantara dan menceritakan sekilas keragaman suku bangsanya.


Selama sekolah dari TK sampai SMA, mama pernah berpartisipasi dalam banyak bagian di upacara bendera 17-an, dari pembawa bendera merah putih yang berjalan paling tengah, pengibar benderanya, dirijen lagu2 kebangsaan, pembaca naskah Proklamasi, Pancasila dan UUD 45, sampai komandan upacara lho! Termasuk juga seluruh perlombaan serunya mulai dari balap karung sampai rambo game yang mirip outbond itu di tingkat RT(Rukun Tetangga)!

Bisakah para bidadari yang baru berusia tiga tahun tujuh bulan ini memahami dan mencerna cerita-cerita mama? Entahlah. Mama hanya perasa perlu memperkenalkannya sesering mungkin setiap kali ada kesempatan.

Bagaimanapun Kira dan Ziya adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Lahir dari keluarga, mama dan papa yang tumbuh di negeri Indonesia dan mencintai Indonesia. Mama yakin Kira-Ziya mulai paham, sesuai tahapan usia dan pola pikir yang mereka miliki sekarang. Meski untuk membayangkannya perlu mencari contoh dan foto-foto realnya.

Di manapun berada, 'Nak, jangan lupa pada darah yang mengalir, akar sejarah kita, tanah air tercinta Indonesia, ke tempat mana hati kita selalu akan pulang.

Selamat ulang tahun, Indonesia. Kami cintai seluruhmu, satu paket: sempurna maupun tak sempurnamu!

Jayalah selalu!


Oh ya, hari minggunya, papa sempat mengenalkan salah satu permainan: berlari dari satu titik ke titik satunya sambil memindahkan barang-barang. Siapa yang duluan berhasil memindahkannya sampai habis, adalah pemenangnya! Setelah itu, papa dan mama yang bertanding sambil memberi contoh. Dan papa curang sehingga mengalahkan mama! Hahaha! Tapi nggak apa,.. we did have lots of fun together, dindn't we! Meski arenanya hanya kamar bermain kita di rumah. :-)

Sambil main, mama dan papa bergantian cerita sedikit tentang perlombaan balap karung, panjat pinang, lempar bantal, makan kerupuk, bawa kelereng dengan sendok di mulut dan sebagainya yang umum dipertandingkan dalam perayaan 17-an di sekitar rumah kita di tanah air. Kira-Ziya terheran-heran dan mungkin bingung juga membayangkannya. Hehehe.. gak apa,..lama-lama akan tahu juga nanti.

Hmm..jadi kangen kampung halaman, kemeriahannya dan keakraban suasananya.

We love you always, Indonesia, we love you full ! (pinjem kata-katanya ya, Mbak Surip..)

:-)

Monday, August 17, 2009




MAIN CONGKLAK


Selama di Jakarta, mama dan papa menemukan mainan congklak yang selama ini tersembunyi di gudang rumah Oma.

Pertama kali bertanding sih mama yang menang telak, eh, berikut-berikutnya selalu papa! Hahaha!

Melihat rumah-rumah keong itu, mama jadi ingat permainan masa kecil lain: bola bekel.
Dulu waktu kecil, setiap kali ke pasar mama dan mimi sering dibelikan Oma keong-keong berwarna hitam bintik2 putih (di Ujung Pandang keong-keong ini yang banyak waktu itu rasanya). Bolanya selalu meminjam bola tenis Oma dan Opa. Wah, mama jago lho main bola bekel! Kapan-kapan kita mainkan ya, 'Nak?

Anyway, Kira-Ziya yang tidak pernah melihat begitu banyak rumah keong, jadi gemas sendiri. Itu juga kali pertama mereka melihat permainan congklak dan terheran-heran melihat mama-papanya ketawa-ketiwi sambil berteriak-teriak hepi setiap kali berhasil menang. :-)

Tapi,..besoknya ketika hendak main lagi, mama-papa kehilangan beberapa butir rumah keong itu! Di mana ya?? Satu-satu kemudian ditemukan di balik meja rias di depan kamar mandi, sebagian di bawah tempat tidur mimi nila, sebagian di berbagai tempat yang mama juga nggak tau gimana bisa sampai di sana, dan sisa dua butirnya, ternyata melekat manis di pergelangan tangan mimi Nila!

Kok bisa?

Rupanya Kira, Ziya dan mimi Nila menempel dua rumah keong itu dengan lem khusus (yang bikin para bidadari penasaran karena lem itu bisa direkat dan dilepas kembali pada media apa saja) ke potongan-potongan karet baju (ini pasti diculik dari mesin jahit Oma!) untuk dijadikan gelang!
Setelah jadi, para bidadari memasangnya di tangan mimi. Hehehe...kreatif juga..

Wednesday, August 12, 2009

ULTAH EYANG





Salah satu hal yang paling membahagiakan dan kita tunggu-tunggu setiap kali pulang ke tanah air adalah bertemu dengan handai taulan, orang tua tercinta, kakak, adik, saudara, sahabat dan teman-teman.

Sehari sebelum kembali ke negeri jiran, kita berkumpul di rumah Pakde Anto dan Bude Devi, untuk bersilaturahim, apalagi hari itu ultah eyang tercinta. Wah, kakak Hafiyan dan Kakak Hanna udah tambah besar euy! Waktu cepat sekali berlari ya, nggak terasa.


Ini saat para bidadari main komputer ditemani papa dan kakak Hafiyan.

Ini ketika Kakak Hanna sengaja pulang lebih cepat dari sekolah untuk ketemu Kira dan Ziya! Kakak Hanna cantik ya, pakai kerudung. Kata Bude memang keinginan Kakak Hanna sendiri tuh untuk pakai kerudung meski jadi satu-satunya yang berkerudung di sekolah. Wuih,..Kereennn!!

Begitu juga Mbak Alya, Mbak Ghina dan adik Abim, udah tambah besar semua.

Oh ya, di rumah pakde, kita ketemu juga sama Om Arif dan Tante Gina beserta ketiga anak-anaknya. Wah, mama dan papa terakhir kali ketemu Om Arif rasanya ketika awal menikah dulu, jadi udah lama banget, hampir 5 tahunan. Alhamdulillah ada kesempatan bersilaturahim kembali. Sedangkan Om Heru, saat itu sedang demam dan flu berat, jadi hanya Tante Mirna dan Adik Abim yang datang. Semoga sekarang sudah pulih ya, Om Heru!

Ini dia foto tumpeng surprise buat Eyang plus menu makan siang lengkap kita yang udah disiapkan Bude Devi! Bude Dewi dan Tante Gina kebagian finishing touch yang bikin tampilannya jadi cantik.
Bude Dewi membuat sendiri juga cake spesial, lapis fondant dengan figurine eyang plus para cucunya lho!


Waktu libur tiba-tiba jadi terasa singkat sekali ya! Tahu-tahu kita sudah harus kembali.


Semoga Eyang selalu bahagia, selalu sehat dalam lindungan, rahmat dan hidayahNya. Juga buat Pakde Agus dan Bude Dewi yang sama-sama berulangtahun di bulan Agustus ini. Wah, banyak yang ultah ya!


Oh ya, prestasi para keponakan papa dan mama ternyata ok semua lho! Jadi teladan buat Kira dan Ziya nih. Semoga bisa dipertahankan ya! Jangan mudah berpuas diri dan berhenti, sebab selalu ada yang jauh lebih baik dari kita kan? Keep the spirit high! Semoga tercapai cita-cita kalian semua ya, Sayang!

:-)

Tuesday, August 11, 2009

YANG MEMBUAT KEDUA KOPER KITA OVERWEIGHT KETIKA PULANG DARI TANAH AIR ADALAH...
Sim sala bim!
Sebagian buku para bidadari

Sebagian buku mama
Sedangkan buku-buku papa? Komik Donal bebek dan paman Gober, yang gak perlu masuk bagasi sebab bisa diselipkan di tas ransel saja.

Hehehe...
APA YANG DILAKUKAN PARA BIDADARI MAMA-PAPA SESAMPAINYA DI RUMAH SETELAH LIBUR PANJANG SEBULAN PENUH DI TANAH AIR TERCINTA?

Membongkar seluruh mainannya dan membuat kita sibuk selama dua hari untuk menata ulang kembali semua pada tempatnya :-)

Menggambar dan membuat prakarya sendiri

Baca buku

:-)

Tuesday, August 04, 2009

MESIN JAHIT OMA


Sejak hari pertama datang, Ziya bolak-balik bertanya,
"Ma, kapan ya Oma menjahit? Ziya mau tahu gimana caranya pakai mesin jahit!"


Suatu kali, ketika melihat Ziya bengong di depan mesin jahit, Oma bertanya,

"Sedang memperhatikan apa, Ziya?"

"Itu, Oma! "
"Itu?"
"Iya, itu! Kok bentuknya hampir sama seperti yang buat nyetir mobil ya?"

Oooalaa... bentuk roda itu rupanya yang bikin bidadari mama-papa penasaran selama ini.

Akhirnya hari itu Oma menjelaskan sedikit bagaimana cara kerja mesin jahit sampai Ziya nggak lagi bertanya-tanya.


Tiga minggu kemudian, tepatnya siang tadi, tiba-tiba Ziya menghampiri mama,
"Ma, kalau sudah besar nanti, mau nggak mama ajarkan Ziya menjahit seperti Oma?"

Wah, Ziya masih penasaran rupanya :-)

"Ok sayang, nanti kita belajar sama-sama ya!"

Ziya mengangguk tersenyum. Mama juga, hehehe, soalnya mama nggak bisa menjahit dengan mesin seperti Oma, makanya suatu saat nanti kita belajar sama-sama ya, 'Nak?
BAGASI ?

Kira-Ziya terheran-heran ketika suatu kali melihat Opa membuka kap depan mobil mimi Nila.

Kira: "Lagi ngapain, Opa?"
Opa: "Buka kap mobil mimi.."
Ziya: "Apa itu isinya?"
Opa: "Mesin mobil dong.."
Kira: "Ooh.. jadi mobil mimi isinya mesin dan kabel-kabel ya? Kalau mobil Kira-Ziya isinya lain lho!"
Opa: "Apa memangnya?"
Ziya: "Barang belanjaan mama!"
Opa: "???"

Maksudnya bagasi di bagian belakang mobil ya, 'Nak? Hahaha!

Monday, August 03, 2009


WHILE YOU WERE SLEEPING (BACA: KETIKA PAPA KETIDURAN)



Suatu sore yang tenang, mama asik bantu Oma beres-beres rumah karena kita baru saja menggelar acara keluarga dan papa asik bermain dengan Kira-Ziya di teras.

Setelah semua selesai, mama membuat dua cangkir kopi cream panas, niatnya untuk diminum bareng papa sambil ngobrol santai di teras. Kapan lagi punya waktu berduaan begini kalau nggak saat liburan dan berada di rumah Oma kaan hehehe..


Ternyata oh ternyataaaa ... di teras papa kita sedang asik tidur nyenyak, ditemani angin sepoi-sepoi, suara knalpot motor dan mobil yang lewat plus suara abang penjual jajanan! Hahaha! 

Kira-Ziya ngapain?

Asik duduk di lantai sambil menarik satu-satu sapu lidi keluar dari ikatannya untuk sebagian dipotong-potong dan ditancapkan sepanjang pekarangan rumput Oma! Huwaaaa...!!! Kapan lagi bisa bebas main tanah begitu tanpa diawasi ya, 'Nak? Hihihi


Sebelum jadi nggak berguna secara maksimal, itu sapu lidi langsung mama selamatkan ke dapur, begitu juga kopinya. Kira-Ziya? Langsung mencari mainan baru lagi!

Papa bangun 5 menit kemudian, lalu nyengir sendiri ketika mama ceritakan apa yang dilakukan para bidadarinya ketika papa tertidur tadi. Hehehe.

KATTY SI BONEKA KAIN PERCA


Hal yang paling dinikmati Kira-Ziya selama berada di rumah Oma adalah mengamati mesin jahit dan seluruh pernak-pernik yang bertebaran di atasnya. Bikin penasaran ya, sayang?

Hari itu secara tidak sengaja Kira-Ziya menemukan buku dari Jepang berisi bermacam-macam prakarya kain perca yang pernah dihadiahkan mimi Nila buat Oma ketika ulang tahun bulan Maret
lalu. Di halaman 15, ada gambar boneka kucing (mama nggak bisa mencatat judul bukunya nih, cuma berhasil mendapatkan ISBNnya, soalnya full tulisan Jepang! ISBN978-4-8347-2748-7). Sejak hari itu tiap sebentar pagi-siang-malam Kira-Ziya mengajak Oma bikin si Katty (nama yang diberikan Kira-Ziya-Oma untuk boneka kucing itu).

Ketika akhirnya punya waktu, Oma membongkar perkakas ajaibnya! Wow! Bermacam-macam potongan kain perca! Yippie!!! Kira-Ziya langsung lupa sama mama deh..hahaha! Asik sama mainan baru dong..
Untuk membuat boneka Katty, Oma membuat dulu semua polanya dengan kertas koran, kemudian menggunting-guntingnya (nggak perlu persis sama kan dengan bukunya, ya sekreatifnya aja!). Kira-Ziya membantu mengisi dakron-nya (Oma punya persediaan dakron dari bantal kursi bekas yang sudah nggak terpakai lagi).

Percaya nggak kalau semuanya dijahit Oma dengan tangan saja? Waahh, Oma kita memang kereeennnn!



RUMAH KARDUS



Awalnya kita bermain dengan kertas HVS biasa yang dipotong-potong secara vertikal dan diselotip hingga berbentuk pagar. Kira-Ziya seneng banget, karena para boneka dan mainan-mainannya punya "rumah" sendiri.

Kemudian Oma datang membawa potongan-potongan kardus dari gudang belakang. 

Waaahhh rejeki niiiiiiihhh.. so, kita sulap semuanya jadi "rumah Eeyore". Kenapa rumah Eeyore yang temannya Winni The Pooh itu? Sebab atapnya sekaligus jadi dindingnya! Hehehe. That simple. Ketika mama minta persetujuan, Kira dan Ziya langsung setuju, yang penting semua mainannya punya tempat berteduh, apapun bentuk rumahnya.
Buat jendelanya, lantas gores kedua ujung bidang kardus itu dengan jarak kurang lebih 1-2 cm dari dasarnya, sehingga bisa ditekuk sedikit (supaya mudah menempelkannya dengan bidang lain).
Nggak ada lakban besar? Direkat pakai selotip biasa juga bisa kok!

Lalu hias sesukamu! 
Kira menghias satu sisinya dengan potongan-potongan brosur berbentuk bunga.  
Sedangkan Ziya lebih suka rumahnya polos begitu saja.

Nggak sampai 10 menit, semuanya jadi tuh.

Asik kaan,..bisa langsung main..
Ayo dicoba ya!


:-)