Wednesday, October 28, 2009

MENGGAMBAR DI WHITE BOARD


Di rumah Oma, Kira-Ziya rajin menggambar.

Oma rela melepaskan whiteboard dari dinding ruang makan (biasanya merupakan tempat oma mencatat hal-hal penting untuk diingat), membongkar gudang belakang untuk mencari whiteboard satu lagi dan memongkar gudang dapur untuk mencari stand foto yang pernah dipakai untuk menyandarkan foto-foto pre-wedding mama-papa ketika menikah dulu.

Hasilnyaaaa..... seharian para bidadari puas menggambar dengan spidol!



Check this out!


Karya Ziya.

Judul menurut Ziya: "Bunga-bunga yang banyak sekali untuk pernikahan"








Karya Kira.

Judul menurut Kira: "Rabbit yang sedang happy dengan family-family-nya  di rumah dan berjanji tidak akan membuang-buang wortel lagi"






Karya Ziya.

Judul menurut Ziya: "Potret mama" (di sudut kiri adalah pas foto mama ketika SMA yang Ziya ambil dari kumpulan foto di atas piano)

















Karya Kira.



Judul menurut Kira: "Potret mama" (di kiri bawah adalah pas foto mama ketika SMP yang Kira ambil dari kumpulan foto di atas piano)



TANYA JAWAB


Di usia jelang 4 tahun ini, Kira-Ziya sangat suka bermain tanya-jawab dan menyelesaikan teka-teki. Empat buah seri buku "Brain Teasers" untuk anak-anak yang pernah kita beli di pameran buku, sudah habis dibolak-balik dan dibaca setiap saat.

Selain bermain tanya-jawab dengan papa-mama, Kira-Ziya juga rajin bermain berdua. Ada yang menggelitik ketika suatu saat mama-papa mendengar langsung tanya-jawab mereka:

1
"Ziya, coba jawab ya, mata kita dibuat dari apa?"
"Mmm.. dari.... apa ya?"
"Dari buuuuullll....? buuuuuull......?"
"Bulan??"
"Bukan, buuuuullll......leeeee.. taaannnn!!!"


2
"Sekarang coba Kira jawab ya, pohon itu dibuat dari apa,. hayo?"
"Dari,..mmm.. apa yaaa.. kayu?"
"Bukan,.. dari meeeee.... ?? meeee....?"
"Meja??"
"Meeee beeeell....!!"


3
"Nah, kalau hidung di buat dari apa, coba tebak, Ziya!"
"Dari.....?"
"Hayoo,.. coba diingat-ingat...dari uuuuuu...?? uuuu....??"
"Piiiiiiiiill.....!!"
"Good, Ziya!! Hidung dibuat dari upil !!"


Huwaakakakak!! Ampun deh, mama-papa cekikikan sampai sakit perut sepanjang perjalanan kita waktu itu!



MASIH TENTANG LEBARAN





Ketika melihat lapangan di halaman masjid kembali kosong setelah usai sholat Ied, mama jadi ingat salah satu puisi yang pernah mama tulis di sini:

http://indahip.blogspot.com/2003/12/lebaran-usai-1-sejumlah-kaleng-kosong.html



LEBARAN USAI 1


sejumlah kaleng kosong bercerita tentang perjalanan mereka sepanjang lebaran.
“aku mengunjungi masjid-masjid besar di kompleks itu, pekarangannya rimbun dan teduh”
“aku mampir ke rumah-rumah megah di jalan besar itu, pagarnya tinggi-tinggi dan indah”
“aku berkeliling dan menyapa mobil-mobil bagus di lapangan parkir yang luas itu, dari jendela tuan tampan dan nyonya cantik duduk nyaman sekali”

satu bulan setiap tahun kaleng-kaleng itu bahagia bisa memeriahkan jiwa-jiwa sepi pemiliknya lewat gemerincing merdu
meski setelahnya, mereka sama-sama duduk kembali di bawah lampu-lampu merah dan trotoar dalam debu, kehilangan suara

demikian pula lembar koran-koran bekas sepanjang jalan dan lapangan di hari yang fitri
mereka bahagia menjadi alas bagi jiwa-jiwa baru yang bersimpuh menjelang fajar, menjadi teman rumput, tetes embun dan tanah basah
meski setelahnya, cabikan tubuh lusuh mereka tertiup angin entah ke pelosok mana atau masuk dalam tong-tong sampah pinggir selokan begitu saja


indah ip
30 november 2003, 21.00 pm



LEBARAN USAI 2


lebaran usai
apa yang kita tuai
segala tunai,
segala selesai?




indah ip
1 Desember 2003, 08.00 am








Semoga kita tidak termasuk orang yang merugi, ya? Semoga kita kembali fitri dan memperoleh kemenangan yang sesungguhnya, semoga kita bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan dan semoga ibadah kita selalu bisa ditingkatkan menjadi lebih baik, amiin.

Monday, October 26, 2009

KEMAH ISTIMEWA

'Ngapain aja sih, Kira dan Ziya berjam-jam main di kamar Mimi Nila, selain mengamati aktifitas mimi dari A sampai Z dan membuyarkan waktu tidur mimi?

Bikin kemah! Hehehe.


Ok, mama akui, kemah yang satu ini bisa menandingi asiknya kemah dari seprai, sofa dan kursi makan yang pernah kita buat di rumah waktu itu :-)
LEBARAN DI RUMAH OMA


Setelah selama dua tahun terakhir berlebaran di Kuala Lumpur, tahun 2009 ini kita merasakan asiknya mudik, berlebaran di tanah air tercinta.

Ini kali pertama mama Sholat Ied bersama para bidadari dan papa, sebab empat tahun terakhir selalu berhalangan. Kebayang kan, bagaimana rindunya menikmati khusyu ibadah yang hanya bisa dilaksanakan setahun sekali itu? Alhamdulillah, bahagia luar biasa.



Setelahnya kita nikmati ketupat buatan Oma,
kemudian bersilaturahim ke para tetangga, mengunjungi Eyang yang sedang berada di rumah adik Abim, lalu malamnya  bermain kembang api dengan mimi Nila!

   

Beberapa hari kemudian, kita sempatkan berziarah ke makam Eyang Kakung Kira-Ziya di Tanah Kusir. Sepanjang jalan masuk sampai pulang, Kira dan Ziya sibuk bertanya. Wajar saja sih, sebab ini juga kali pertama para bidadari berziarah ke makam.

Satu hal yang tidak bisa mama lupakan, adalah celetuk lirih Kira ketika menggandeng tangan mama sambil memandang ke arah batu-batu nisan di tanah yang luas itu ,


"Ma, Kira 'nggak mau bikin mama dan papa sedih lagi. Kira janji menjadi anak sholihah yang rajin belajar dan membuat mama-papa happy.."

Entah apa yang terbersit di pikiran bidadari mungil mama saat itu. Yang spontan mama lakukan adalah memeluk Kira dan berbisik, "I love you, 'Sayang. Mama-papa percaya Kira-Ziya adalah anak-anak yang sholihah. Mama-papa akan bahagia, kalau Kira-Ziya bahagia."

Semoga besar  hikmahnya mudik kita kali ini ya, 'Nak.



Saturday, October 24, 2009

KITA PULANG, 'NAK!



Di bawah ini, adalah tulisan papa di hari keberangkatan kita meninggalkan Kuala Lumpur, Malaysia, menuju tanah air tercinta, Indonesia.


Banyak kenangan selama 2 tahun terakhir berada di negeri jiran, meski kita tidak selalu aktif berkegiatan. Banyak saudara, teman dan sahabat kita di sini. Banyak kebaikan dan kehangatan dari orang-orang di sekitar kita selama ini. Alhamdulillah.


Seperti kata papa, 'nak, ke mana pun pergi, jangan cemas, sebab kita tahu ke mana kelak kita akan pulang. Ke dekat mana handai taulan, keluarga, teman dan sahabat berada. Ke tempat mana selalu kita layarkan doa, rindu dan cinta. Indonesia!


Jadi kembangkan senyummu, 'nak. Kita terbang ke Surabaya!


Semoga Allah memberi kesempatan kepada kita bertemu semuanya kembali di tanah air, atau entah di mana pun berada, dalam kebaikan, keindahan, berkah, rahmat dan hidayahNya selalu, amiin.



---------------------------------

SOLILOKUI: Pulang


kita pulang katamu, nak, dengan senyum paling cantik yang selalu kau lempar ke papa. setelahnya, sebelum senyummu habis, kita akan berkejaran di petak kecil rumah kita di sini, di kuala lumpur, dan berakhir hingga tawa yang lepas. waktu memang demikian cepat. waktu adalah pencuri paling ulung, kata mama suatu hari. waktu datang menelisik diam-diam, melenakan dan pergi disaat kita menyadari belum banyak arti yang kita buat.


ya, kita akan pulnag, nak. ke Indonesia? tanyamu dengan binar mata dan alis mengembang sementara bibir mungilmu mengurai manja. setelahnya, sebelum tanyamu habis, kita akan berlempar tawa dan cekikik kecil, memenuhi petak kecil rumah kita di sini. dan seperti biasa mama senyum-senyum kecil sendiri di dapur mendengar kita. sebab mama sedang meramu bumbu cinta untuk sarapan sederhana; - semangkuk tulus dan segelas ikhlas, kata mama dengan mantap.


mungkin engkau bertanya kenapa. demikian juga papa dan mama. mungkin engkau akan merindu teman-teman sekolahmu: antoinne, minha, adam, austin, jaja dan sederet nama yang dengan hapal kau sebutkan. teringat papa-mama, begitu semangatnya engkau di ramadhan lalu melepas weekend dengan teman-teman Indonesia di sini. tapi itulah hidup, nak. kita harus memilih, kita harus menghitung dan kita harus menerima. dan kita harus tetap bersyukur kepadaNya, nak. sebab kita diberiNya pilihan dan bisa memilih.


kita pulang katamu, nak. ya, kita pulang. tapi bukan ke kampung halaman kita di jakarta. di mana kita masih menanam rindu di sana. merindu petak kecil halaman rumah di sana. merindu waktu saat kita duduk di serambi menantang senja sembari menunggu bunga favorit mama berkembang. zephyranthus candida. itu bunga mama, teriak mama kepada kalian setiap kita menemukannya di tepi jalan; di klcc park, taman tasik perdana atau pun di sudut-sudut playground tempatmu bermain.


kita akan pulang ke Indonesia, nak. tanah air tercinta. dengan sederet harap. sampai kapan, kita tak pernah bisa tahu. tapi tak perlu risau, nak. ke mana pun kita mengangkat koper dan mengetuk pintu, ke sanalah kita akan selalu kembali. ke Indonesia. tanah air tercinta. agar burung garuda tumbuh besar di dadamu.


KL, 17 oct 2009
Triwibowo

Thursday, October 01, 2009

KAMI PAKAI BATIK HARI INI!


Pasti sudah pada tahu kan, bahwa tanggal 2 Oktober 2009 ini lembaga PBB untuk Pendidikan, Sains, dan Budaya (UNESCO) bakal menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia (the world cultural heritage of humanity from Indonesia).

Kebetulan di sekolah Kira dan Ziya hari ini, Jum'at 2 Oktober 2009, diadakan Hari Raya Open House for children sebagai bagian dari culture curriculum for festivals. Anak-anak rencananya akan dikenalkan dengan tradisi Malaysia dalam merayakan Hari Lebaran, termasuk bagaimana mengucapkan salam, memperkenalkan beragam pakaian tradisional Malaysa dan mencicipi berbagai makanan tradisional selama Lebaran. Untuk mendukung kegiatan ini, anak-anak disarankan datang ke sekolah dengan menggunakan pakaian tradisional Malaysia.

Maka hari ini kita semua memakai batik :-)
Kira dan Ziya memakai baju kurung buatan Oma dengan sentuhan batik Indonesia pada ujung-ujungnya. Nggak ketinggalan kerudung cantik hadiah ramadhan kemarin dari mama dan papa. Sampai di sekolah, Kira dan Ziya menjadi satu-satunya murid yang pakai kerudung dan para teacher jadi kesulitan membedakannya :-)

Mama juga nggak mau ketinggalan dong, memakai batik yang desain maupun modelnya juga dijahitkan langsung oleh Oma ketika kemarin ini kita libur ke tanah air.

Papa lagi pakai apa ya di rig tengah laut sana? Baju merah lengkap plus sepatu besi khusus untuk inspeksi lapangan itu kali ya! Hehehe (wish you are here, cintakuww!)

Mencintai budaya tanah air dan menumbuhkan semangat nasionalisme, memang nggak harus dengan memakai batik sih, tapi dengan memakainya hari ini, rasanya kami jadi semakin bangga akan kekayaan budaya bangsa dan tentu saja jadi semakin rindu pada Indonesia tercinta.
Selamat hari batik nasional !