Sunday, February 14, 2010

PENGAWAL MAMA

Ketika mama sedang menyetrika malam itu, Ziya mengendap-endap ke belakang punggung mama dan menempelkan sesuatu di dinding dengan memanjat sandaran tempat tidur.

"Ngapain, Ziya?", tanya mama sambil menyemprotkan pelicin baju.
"Nempelin ini, Ma!", tunjuk Ziya.
"Apa itu? Prakarya terbaru Ziya ya?"
"Iya. Buat menjaga mama!"
"??", mama penasaran dan menoleh ke arah dinding.
"Ini dinosaurus. Pengawal mama. Khusus Ziya buat supaya besok-besok kalau Kira-Ziya pergi sekolah dan papa pergi kerja, mama ada yang menemani, tidak kesepian nyetrika sendiri.."

Oo.. rupanya Ziya merasa kasihan sama mama yang kalau nyetrika hanya ditemani segunung pakaian kusut! That's so sweet..

Besoknya ada tambahan pengawal baru di dekat sang dinosaurus. Lalu berturut-turut ada lagi dan lagi dan lagi yang baru, bukan hanya dari Ziya tapi juga pengawal buatan Kira.

Wah, kelihatannya ide itu berhasil lho.

Mama jadi nggak merasa sendiri setiap kali menyetrika. Soalnya selain dikawal oleh dinosaurus, mama juga dikawal oleh jerapah, singa dan kupu-kupu! Berasa aman banget deh pokoknya.

Makasih yaa, Sayang, untuk empati dan kepeduliannya :-)
DINDING-DINDING CERIA DI RUMAH KITA


Baru tiga bulan menempatinya (pertengahan minggu ini kita akan pindah ke sebuah rumah yang tidak jauh dari sini), seluruh ruangan unit apartemen ini tidak ada yang luput dari kreatifitas tangan-tangan mungil Kira dan Ziya.

Bukan hanya dinding yang jadi ramai, tapi juga lemari, credenza dan daun pintu!

Yang ditempel macam-macam, diantaranya: gambar dengan spidol-crayon-pensil, poster dari salah satu majalah anak, foto, prakarya dari piring kertas, origami, gantungan kunci, kotak tisu, kolase brosur iklan yang kita dapat dari pusat perbelanjaan, bahkan kardus air mineral (Kira lagi penasaran memotong-motong kardus) dan masih banyak lagi.

Jangan ditanya deh, berapa banyak keceriaan itu bolak-balik menelan bergulung-gulung selotip, gunting, lem stik, sedotan, spidol, dan kertas lipat warna-warni. Pokoknya banyak dan seru !

Mengingat prosesnya saja bisa bikin mama excited membayangkan bagaimana sel-sel kelabu di otak Kira-Ziya meramu ide-ide spontan dan menerjemahkannya lewat kemampuan motorik jari-jari mungil mereka!



 

Waktu untuk pindah ke rumah baru tinggal beberapa hari lagi.

Tapi, kenapa ya, mama merasa nggak ingin cepat-cepat membersihkan dinding-dinding ini :-)
DOA KIRA-ZIYA

Berikut ini adalah beberapa wajah langit mendung yang menggantung di atas kora Surabaya.
Sore itu mulai hujan. Mama baru saja selesai sholat ketika tanpa sengaja mendapati Ziya dan Kira memandang keluar jendela yang basah. Spontan mama ambil kamera, lalu tertegun sendiri menyadari apa yang sedang dilakukan para bidadari itu: berdoa!

"Ya Allah, lindungilah papa Kira dan Ziya karena mungkin lupa bawa payung. Cepatkanlah selesai kerjanya supaya bisa pulang dan main gelitik-gelitik lagi sama Kira dan Ziya. Amiin"

Mama jadi ikut kangen dan segera memeluk Kira-Ziya. Sore itu kita sekali lagi larut dalam doa sambil memandang tetes hujan yang mulai deras meluncuri kaca jendela.

Lain kali jangan lupa bawa payung lagi ya, Pa..  :-)