Friday, March 12, 2010

EMPAT EKOR LEBAH DI RUMAH KITA


Di sekolah Kira dan Ziya sedang belajar tentang lebah.

Suatu kali, melihat tumpukan botol air mineral kosong di dapur, mama jadi punya ide membuat sesuatu.

So, malam itu kita berempat asyik memotong, mengelem dan berkreasi. Ide awalnya memang dari mama, tapi dalam prosesnya, Papa-Kira-Ziya punya ide dan kreativitas sendiri-sendiri.

Ini dia bahan-bahannya:
Untuk membuat kepala dan badan lebah, remuk sedikit kertas koran bekas, balut dengan tisu, selotip, lalu tempelkan ke botol kosong air mineral dengan lakban.


Lapisi botol dengan kertas berwarna kuning.

Berhubung kita tidak punya kertas hitam dan sedang kehilangan kuas-kuas lukis, maka belang-belang badan lebah kita buat dari kantong kresek bekas bungkus belanja mama! Potong memanjang kantong kresek hitam, tempelkan seperti cincin melingkari badan lebah. Nah, tetap OK kaann!

Buat dua buah sayap untuk ditempel di punggung kiri dan kanan, lalu rekatkan matanya.
Papa bilang posisi mata lebah buatan mama salah. Hehehe, benar juga.. yang benar adalah mata lebah buatan papa, letaknya di bagian bawah kepala! Wah, papa kreatif banget deh. Dua buah tutup air mineral yang tidak terpakai papa jadikan kelopak mata lebah. Jadi kereeenn banget!
Gunting kertas kardus memotong alurnya untuk dijadikan antena kepala, sehingga mudah digulung. Kira ingin kombinasi warna antena yang berbeda, begitu juga Ziya.

Untuk kaki-kakinya, potong kertas kardus mengikuti alur, sehingga hasilnya lebih kaku.

Kira dan Ziya melengkapi lebah dengan buntut buatan sendiri.

Ada yang spesial dengan lebah Ziya lho, pakai bulu mata panjaaangg, karena kata Ziya, "Ini lebah yang girl, soalnya!"
Sedangkan lebah Kira punya gurat-gurat pensil warna seperti tulang daun di bagian bawah sayapnya, karena kara Kira, "Sayap lebah kan memang begitu, 'Ma!"
Nah, coba lihat lebah-lebah kita!

Tidak berhenti sampai di situ, lebah-lebah ini kita gantung dengan tali rafia di kusen pintu kamar, sebagai pengawal! Rumah kita jadi amaaaannnn....bzzzzzzzzz...bzzzzzzz  .....:-)

Monday, March 08, 2010

ANGKA-ANGKA DAN NOMOR TELPON MAMA


Kira dan Ziya sedang senang belajar matematika sama Papa.
Awalnya mereka yang mengajak papa bermain angka. Papa pun mengenalkan perhitungan sederhana. Diawali dengan soal cerita dan ilustrasi gambar, kemudian bertahap ke deret penambahan atau pengurangan angka-angka antara satu sampai sepuluh.

Belajar matematika sama papa rupanya sangat mengasyikkan ya, 'Nak? 
Sekarang, setiap kali papa di rumah, baik sepulang kantor di hari kerja atau lagi santai baca koran di akhir pekan, pasti mereka menyodorkan kertas dan pulpen, "Pa, yuk belajar matematikaaa!".  Anteng deh bertiga berkutat sama angka-angak sementara mama sibuk beres-beres.

Ada hal yang bikin mama surprise nih.
Hari Kamis 5 Maret 2010 yang lalu, di dalam taksi, Ziya tiba-tiba dengan lantang menyebutkan nomor telpon mama!
"Kosong delapan tiga delapan sembilan...bla, bla, bla". Wow! Mama langsung bengong. Kaget! Sejak kapan menghafalnya?

Selidik punya selidik rupanya nomor-nomor itu didengar Ziya setiap kali mama pesan taksi lewat telpon. Lama-lama ya jadi hafal sendiri! Lebih kaget lagi, Kira ternyata hafal juga! Dengan lantang Kira menyebut lagi semua angka, lengkap dan benar! Wuuiiihhh...

Malam itu setelah mama ceritakan, papa langsung request agar para bidadari menghafal juga nomor telpon papa. Tapi sampai sekarang sepertinya belum hafal-hafal tuh, hahaha! Padahal mama dan papa sering bergantian lho menelpon taksi, tapi suara mama mungkin lebih keras (baca: lebih merdu) dibandingkan suara papa yang lemah lembut (baca: pelan), jadi nomor telpon mama lah yang lebih mudah masuk telinga Kira-Ziya dan diingat.

Hmm.. hikmahnya, mengingatkan mama dan papa  nih, supaya makin berhati-hati dan terjaga dalam berbicara atau ngobrol ya, sebab anak seusia Kira dan Ziya yang baru empat tahunan terbukti sedang kuat-kuatnya menyerap dan mengingat apa saja yang mereka dengar (juga mereka lihat).

Dua jempol buat Kira dan Ziya! Pinteeeerrrrr....:-)
MAIN HUJAN LAGI YUUKK!

Surabaya hampir setiap hari diguyur hujan. Akhir pekan kemarin, hujan lebat sejak pagi.

Ketika mama memasak di dapur rupanya Papa-Kira-Ziya asik di teras depan.
Ngapain?
Main hujaaaannn!


Padahal para bidadari lagi batuk pilek tuh, tapi mereka kelihatan enjoy banget dan penasaran, maklum di rumah yang baru kita tempati  tiga mingguan ini, belum pernah sekali pun mereka main hujan.

Ini kira dalam jas hujan:
Yang ini Ziya:


Abis main hujan di teras depan, lanjut kejar-kejaran di teras belakang sampai basah kuyup dan keringatan!

Habis itu mandi air hangat dan baca buku sama papa. Hmm what a great weekend ya, 'Nak? Sayang hujan berhenti ketika mama selesai masak. Next time, mama diajak yaaaa!! :-)
HARTA KARUN KITA AKHIRNYA DATANG JUGAAAAA!

Setelah terbungkus kardus selama beberapa bulan sejak kepindahan kita dari Kuala Lumpur, Malaysia, bulan Oktober tahun 2009 lalu dan lanjut mendekam sekian bulan di rumah tercinta kita di Tangerang, akhirnya harta karun itu sampai juga di Surabaya sekitar tiga minggu yang lalu.

Kardus-kardus itulah yang pertamakali kita jadikan target pencarian. Begitu menemukannya, wah, rumah kita langsung heboh!! Eureka!!

Ini dia harta karun Kira dan Ziya:
Besoknya, ketika mama balik ke kamar kita dengan ember berisi tangkai pel, Kira dan Ziya minta mama menunda ngepel lantai. Wuuiiihh.. ada apa nih??
"Lagi ada pameran buku besar-besaran, Ma!", sahut Kira.
"Besok-besok aja ngepelnya gimana? Lagi sibuk nih, Ma!", balas Ziya.
Oke deeehh.. hari itu mama urung ngepel deh hehehe.

Mau lihat harta karun mama? Niiyyy...:

Salah satu harta karun papa, nadanya sayup-sayup menemani mama cuci piring di dapur, jrengg...jreeengg..."..Jangan menyeraaaahh.. jangan menyeraaahhhh.. ooooooowooowooooo!"